Palestina Tak Penuhi Harapan Israel
Tuntutan Berdirinya Negara Palestina akhirnya sudah dipenuhi melalui perjanjian
Camp David, tapi kewajiban negara Palestina yang dijanjikannya tidak pernah
bisa dipenuhi oleh negara Palestina yang sudah berdiri ini.
Dari sejak pertama konflik, Israel sudah secara pasti menolak berdirinya negara
Palestina karena alasan keamanan negaranya akan makin terancam dengan
berdirinya negara baru Arab Palestina ini.
Tapi, atas janji Amerika yang sebagai penengah waktu itu berani menjamin bahwa
negara baru Palestina nantinya bukan ancaman bagi negara Israel, dan negara
baru Palestina yang terbentuk menjamin keamanan Israel.
Atas jaminan Amerika inilah akhirnya kedua pihak yaitu Israel dan Arab
Palestina sama2 setuju menanda tangani perjanjian Camp David sebagai
penyelesaian akhir dari konflik yang lama ini.
Namun setelah tujuh tahun proses pembangunan negara Palestina sudah berjalan
dengan bantuan penuh dari UN, Amerika, Uni-Eropah dan negara2 seluruh dunia
lainnya, mendadak Palestina secara sepihak telah membatalkan perjanjian Camp
David tsb, dan hasil investigasi membuktikan bahwa semua dana pembangunan yang
diterima oleh Palestina digunakan untuk membeli roket2 Kazam dan melatih ribuan
terorist bomb bunuh diri. Serangan2 teror roket2 Kazam berlangsung hebat
menghujani Israel setiap hari tanpa pernah berhenti.
Akibatnya, Israel mengerahkan militernya dan berhasil menguasai keadaan dalam
mengamankan negaranya.
Ini pengalaman pahit bagi Israel untuk tidak begitu saja mempercayai janji dan
jaminan Amerika. Israel harus mampu menimbang dan memutuskan sendiri
kebijaksanaan keamanannya sendiri tanpa dipengaruhi tekanan ataupun bujukan
Amerika.
Sementara itu, Amerika sendiri mengalami serangan teror Jihad Islam 911 yang
disambut pesta dansa disemua jalanan disepanjang Gaza maupun Westbank yang
telah diberikan gratis untuk berdirinya negara Palestina.
Akhirnya, atas dasar pertimbangan semua negara2 di Timur Tengah dan juga
Israel, maka Amerika berkewajiban memimpin serangan penghancuran pusat
terorisme di Afghanistant dan pendukungnya di Irak yang semua dananya
ditanggung bersama baik oleh Kuwait, Arab Saudia, dan negara2 Uni-Eropah.
Serangan Amerika ke Afghanistant dan Irak berhasil memutuskan jalur distribusi
terorist Arab Palestina ke Israel sehingga memudahkan Israel untuk juga
menghancurkan semua kantong2 terorist Arab Palestina di jalur Gaza dan Westbank.
Namun meski semua permasalahan berhasil diselesaikan dengan baik, namun
diplomasi Uni-Eropah yang bertekad untuk tetap mendudukkan Abbas sebagai
pemerintahan baru negara Palestina tetap berlangsung.
Pengakuan negara Palestina oleh Uni-Eropah tetap belum ada perubahan,
sebaliknya Israel selalu berusaha menghindari pembicaraan2 apapun yang
menyangkut negara baru Palestina. Dukungan terhadap negara Palestina di UN
juga belum berubah karena tetap adanya dukungan Amerika terhadap Abbas.
Namun untuk mengembalikan kepercayaan Israel kepada perjanjian Camp David boleh
dikatakan sebagai mustahil. Tekanan politis Amerika agar Israel kembali
bersedia kemeja perundingan menjadi sangat alot karena terbukti Israel berhasil
menyelesaikan masalah keamanan-nya sendiri melalui blokade ekonomi melalui
laut, darat dan udara.
Pengembangan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur yang dituntut agar juga
diberikan menjadi wilayah Palestina telah ditolak mentah2 oleh Israel. Amerika
gagal menghentikan pengembangan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur ini, karena
pengembangan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur ini sudah merupakan bagian
dari pengembangan pertahanan keamanan pihak pemerintah resmi Israel yang sudah
tidak bisa diperbincangkan lagi.
Jadi meskipun Amerika dan negara2 diseluruh dunia sudah berusaha menekan Israel
untuk membekukan perluasan permukiman Yahudi untuk sementara waktu saja agar
bisa dilakukan perundingan damai dengan pihak Abbas dulu, ternyata tetap
ditolak dan Israel juga menolak perundingan apapun selama keamanan negaranya
tetap terancam.
Tanpa mempertimbangan ancaman yang menghantui Israel, Amerika dan Uni-Eropah
tetap melakukan diplomasi politik kepada Israel agar memberi kesempatan baru
kepada Abbas untuk membicarakan perundingan damai sekali lagi.
Akhirnya Israel menyatakan bersedia untuk kembali kepada perundingan damai
dengan syarat2 yang harus dipenuhi semua pihak, yaitu,
Jangan mengkaitkan pengembangan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dalam semua
perundingan perdamaian dengan Abbas.
Jangan sekalipun menganggap bahwa Yerusalem Timur sebaai bukan wilayah Israel,
dan semua pihak HARUS mengakui bahwa Yerusalem Timur merupakan wilayah
Yerusalem yang tak terpisahkan dari wilayah Israel.
Dan dalam semua perundingan perdamaian nantinya, harus mengutamakan jaminan
keamanan bagi Israel sebelum membicarakan pengesyahan negara Palestina.
Persyaratan Israel diatas yang sangat kokoh tidak bisa digoyangkan ini,
akhirnya juga diresponse pihak UN, Abbas, Amerika dan juga Uni-Eropah.
Meskipun tidak secara bulat2 menerima persyaratan Israel, tetapi Abbas sudah
menjanjikan bahwa masalah Yerusalem bisa dirundingkan melalui pembicaraan
khusus dalam bentuk Swap, tapi sementara itu meminta kesediaan Israel untuk
membekukan pembangunan perluasan pemukiman di Yerusalem Timur selama
berlangsungnya perundingan.
Hampir tidak mungkin bagi Abbas untuk memenuhi semua tuntutan Israel tersebut,
karena kalo Abbas mau memenuhi tuntutan Israel tersebut, maka perpecahan
dipihak Palestina terutama dengan Hamas akan makin parah dan makin tidak
mungkin bisa diselesaikan untuk mencapai unifikasi.
Demikianlah situasi dan kondisi roda politik yang sekarang sedang berputar
dalam menentukan nasib dan masa depan berdirinya negara Palestina yang sekarang
telah makin terpecah belah tidak menentu. Sementara itu, Abbas juga telah
ditekan oleh UN, Uni-Eropah, dan sekutu2nya negara2 Arab termasuk Mesir untuk
mempersatukan Al-Fatah dan Hamas dalam 18 bulan. Sedangkan Amerika memberikan
waktu kepada Abbas selama 24 bulan.
Secara teoritis, Abbas tidak akan sanggup untuk menyelesaikannya meskipun
diberi waktu 6 tahun lagi. Atas dasar inilah, Mahmoud Abbas merencanakan untuk
mengundurkan diri sehingga pemerintahan Palestina menjadi vacuum untuk
sesudahnya membubarkan diri dan wilayah yang direncanakannya dikembalikan
kembali kepada Israel.
Kepada semua pembaca yang masih mendukung berdirinya negara Palestina, saya
persilahkan untuk memberikan bantuan pikiran2nya yang rasional atau masuk akal
sehingga negara Palestina yang anda harapkan itu masih bisa memungkinkan untuk
berhasil berdiri setelah masa tenggang waktu dua tahun ini !!!
Mau memaksakan teror atau perang jihad, sudah terbukti kalah sampai kiamat
sekalipun. Jadi anda saya berikan kesempatan untuk menyumbangkan pikiran2 yang
bisa memberi alasan yang kuat dan masuk akal sehingga negara Palestina ini bisa
diharapkan berdiri???
Bahkan dengan mengkaitkan berdirinya negara Palestina dengan ajaran Islam,
hukum Islam, dan ukhuwah Islamiah sekalipun ternyata sia2 karena Islam sendiri
memang ber-beda2 dan Islam yang satu memusuhi Islam yang lainnya dan permusuhan
antar sesama Islam sama sekali tidak bisa menjadi alasan untuk berdirinya
negara Palestina yang memerlukan justru persatuan nasionalisme-nya yang sama
sekali belum pernah ada.
Ny. Muslim binti Muskitawati.