Refleksi : Apa komentar Anda terhadap pernyataan Sheik Aedh al-Garni?
http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=99325
Al-Garni, Bolehkan Wanita Tidak Bercadar DI Negara Yang Melarang
Tanggal : 25 Jul 2010
Sumber : Harian Terbit
JAKARTA-Seorang ulama populer di Arab Saudi menyatakan sah-sah saja bila
Muslimah tak harus menutup wajah bila berada di negara-negara yang melarang
pemakaian cadar di tempat umum. Ini bisa dilakukan agar mereka tidak dilecehkan
publik setempat.
Pernyataan itu dilontarkan Sheik Aedh al-Garni. "Kita jangan mempertentangkan
masyarakat di negara mereka atau tempat lain," kata al-Garni, di harian Saudi,
al-Hayat, pada Sabtu (24/7)
"Akan lebih baik bagi kaum Muslimah untuk memperlihatkan wajah mereka bila ada
larangan memakai cadar di tempat mereka tinggal sehingga terhindar dari reaksi
atau dampak negatif atau pelecehan dan lain-lain," lanjut al-Garni.
Anjuran itu dilontarkan al-Garni terkait kontroversi pemakaian cadar dan jubah
- yang populer disebut burka atau niqab - di sejumlah negara di Eropa.
Pemerintah dan para politisi di Prancis, Belgia, dan Spanyol tengah berencana
untuk melarang perempuan memakai kostum yang menutup semua tubuh mereka -
hingga di bagian wajah - di tempat-tempat umum.
Parlemen Majelis Rendah di Prancis bahkan telah menyetujui pelarangan burka.
Larangan akan berlaku secara sah bila disetujui oleh Senat pada September
mendatang.
Alasannya, pemakaian jubah seperti itu melanggar estetika dan dianggap sebagai
simbol pengekangan atas perempuan. Namun, bagi sebagian umat Muslim, pemakaian
burka atau niqab patut dilakukan para muslimah untuk menutup aurat agar tidak
mengundang pelecehan dari orang lain.
Al-Garni menyayangkan bahwa gaya berpakaian ini sampai menjadi masalah yang
serius bagi pemerintah dan parlemen Prancis. "Itu sikap yang tidak logis dan
tidak masuk akal bagi pemerintah Prancis untuk menerapkan [larangan] demikian,"
kata al-Garni.
"Kaum non-Muslim yang obyektif pun telah melontarkan kritik atas kebijakan itu.
Pasalnya, Prancis kan negara sekuler, yang seharusnya juga menghormati
kebebasan menjalankan ajaran agama. Pemerintah seharusnya menghormati ritual
dan praktik relijius," kata al-Garni.
Sementara itu, seorang cendekiawan Saudi, Mohammed al-Nujemi, menyarankan kaum
Muslimah yang senang mengenakan cadar untuk tidak bepergian ke negara-negara
yang melarang gaya berbusana itu.
"Perempuan Saudi jangan berwisata ke negara-negara Non-Muslim," kata al-Nujemi
kepada stasiun televisi al-Arabiya. "Pergi ke negara non Muslim tanpa alasan
yang kuat tidak dibenarkan oleh syariah," lanjut dia.(tbt/a