http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=97675


Risiko Operasi Pada Vagina
      Tanggal :  02 Jul 2010 
      Sumber :  Harian Terbit 


JAKARTA-Saat ini semakin banyak operasi plastik yang dilakukan orang untuk 
memperbaiki anggota tubuhnya, termasuk meremajakan vagina. Tapi setiap operasi 
pasti ada risikonya, apa saja risiko dan komplikasi dari operasi vagina?

Operasi peremajaan vagina masih menjadi teknik baru dan belum banyak penelitian 
yang dilakukan untuk melihat efek jangka panjangnya. Namun seperti halnya semua 
jenis operasi pasti memiliki risiko yang patut untuk dipertimbangkan.

Risiko utama dari operasi peremajaan vagina adalah perdarahan yang berlebihan, 
infeksi, serta risiko jaringan parut yang dapat memicu komplikasi pasca operasi.

Risiko jaringan parut biasanya menjadi masalah yang lebih serius pada operasi 
ini dibandingkan dengan operasi lain, hal ini karena sifat sensitif dari 
vagina.Meskipun hanya sedikit ujung saraf vagina yang terlibat dalam operasi 
ini, tapi pemotongan ujung saraf tersebut bisa mengakibatkan perubahan yang 
semi permanen atau terkadang menimbulkan sensasi permanen.

Pada beberapa perempuan, operasi ini memberikan sensasi mati rasa dalam 
vaginanya sehingga membuat operasi tidak efektif. Kondisi ini tidak akan 
membuat kehidupan seksnya meningkat, tapi justru akan menjadi kurang 
menyenangkan karena ada sensasi yang kurang saat penetrasi. Selain itu parut 
yang berlebihan dapat menjadi bencana bagi masa depan hubungan seksualnya.

Dalam beberapa kasus, pasien operasi peremajaan vagina ini mengalami 
perdarahan, infeksi yang membutuhkan antibiotik panjang atau yang paling serius 
membutuhkan operasi kedua. Selain itu pada kasus yang langka bisa menyebabkan 
cedera pada kandung kemih, rektum atau kedua organ tersebut.

Operasi peremajaan vagina dilakukan untuk memulihkan keketatan saluran vagina 
agar tidak kendur sehingga meningkatkan kenikmatan seksual baik bagi perempuan 
maupun pasangannya. 

Pada prosedur ini saluran vagina dibuat lebih sempit dengan membuang lapisan 
dari jaringan kanal menggunakan laser atau pisau bedah.

Sampai saat ini belum diketahui efek jangka panjang dari operasi peremajaan 
vagina ini. Tapi dokter dan peneliti memiliki kekhawatiran bahwa efek dari 
prosedur ini bisa mempengaruhi jaringan dan otot vagina setelah beberapa tahun 
pasca operasi.

Operasi peremajaan vagina bisa dilakukan melalui teknik tradisional atau 
menggunakan laser dengan menggunakan anestesi lokal. Prosedur ini biasanya 
memerlukan waktu sekitar 1-2 jam.(tbt)

Kirim email ke