Refleksi :  Setalah  meredeka-merdeka 65 tahun terdapat 30 juta penduduk 
menderita hepatitis? Apakah ada kemungkinan  bisa diatasi dengan politik 
kesehatan rakyat dan sistem pengobatan yang berlaku?

http://www.suarakarya-online.com/news.html?category_name=Nusantara


KESEHATAN
30 Juta Penduduk Indonesia Menderita Hepatitis 


Jumat, 30 Juli 2010

YOGYAKARTA (Suara Karya): Waspadai penyebaran virus hepatitis (A, B, dan C) di 
sekitar lingkungan hidup Anda. Sebab, saat ini ada sekitar 2 miliar penduduk 
dunia terinfeksi hepatitis (A, B, dan C) dan 360 juta penduduk di antaranya 
berakhir kronis.

"Angka kematian penduduk akibat komplikasi hepatitis masih cukup tinggi 
mencapai 350 ribu per tahun," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu 
Sedyaningsih dalam peringatan hari hepatitis sedunia di Rumah Sakit dr 
Sardjito, DI Yogyakarta, Rabu (28/7).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 28 Juli sebagai hari hepatitis sedunia 
mulai tahun ini dengan pertimbangan masyarakat semakin sadar akan bahaya virus 
hepatitis.

Di Indonesia, menurut Menkes, penderita hepatitis B dan C diperkirakan mencapai 
30 juta orang. Sekitar 15 juta orang berpotensi menjadi kronis.

"Indonesia sendiri tergolong negara dengan prevalensi hepatitis tingkat 
menengah sampai tinggi di dunia," ujarnya.

Namun disayangkan, Menkes menambahkan, penderita hepatitis C justru dialami 
penduduk usia produktif (30-39 tahun) sebesar 29,6 persen dan kelompok usia 
20-29 tahun sebesar 27 persen.

Masih tingginya prevalensi hepatitis di Indonesia, menurut Endang Rahayu, 
akibat masih rendahnya cakupan imunisasi bayi di bawah 7 hari. Begitu juga 
masih ada anggapan yang salah dari masyarat di daerah yang tidak mengizinkan 
anaknya diimunisasi sebelum usia 40 hari.

Kekurangan lainnya fasilitas diagnosis belum merata dan keberhasilan pengobatan 
masih kurang karena pasien datang terlambat, resistensi virus, dan harga obat 
yang relatif mahal. "Sementara, operasi dan transplantasi hati masih terbatas 
dan biaya tinggi," katanya.

Biaya pengobatan hepatitis B dan C selama ini masih menjadi beban yang besar 
bagi masyarakat di negara berkembang. Sebagai gambaran, biaya pengobatan 
hepatitis B untuk obat oral sekitar 800 ribu per bulan dan dibutuhkan waktu 
minimal 6 bulan.

"Pengobatan dengan injeksi bahkan memerlukan biaya tiga kali lipat. Padahal, 
peluang sembuh hepatitis B hanya sekitar 55 persen. Sedangkan hepatitis C 
sekitar 70 persen," ucap Menkes.

Disinggung soal rencana pemerintah meminimalisasi kasus hepatitis di Tanah Air, 
Menkes mengatakan, pihaknya akan semakin menggiatkan pemberian imunisasi untuk 
bayi di bawah 7 hari di seluruh rumah sakit.

"Pemberian imunisasi hepatitis B untuk memutus rantai penularan dari ibu 
pengidap kepada bayinya dan memberikan perlindungan hepatitis B di masa 
datang," katanya. (Tri Wahyuni) 

Kirim email ke