http://www.tribun-timur.com/read/artikel/120278/Gaya-Berkomunikasi-Ditengah-Konflik


Gaya Berkomunikasi Ditengah Konflik
Oleh Asnawin 
Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Universitas Satria Makassar
 
TRIBUN TIMUR


Selasa, 27 Juli 2010 | 07:21 WITA

Bagaimana para orang hebat itu berkomunikasi satu sama lain jika terjadi 
konflik di antara mereka? Karena mereka adalah orang-orang hebat dan bukan 
orang biasa, maka mereka biasanya memiliki gaya dan cara tersendiri 
berkomunikasi dalam situasi konflik atau perseteruan. Gaya berkomunikasi 
orang-orang hebat yang tengah terlibat dalam konflik biasanya dilakukan dengan 
menggunakan simbol atau bahasa non-verbal Banyak orang hebat di sekeliling 
kita. Ada politisi, ada pejabat birokrat, ada artis, ada pengusaha, ada 
akademisi, ada orang LSM, ada pengacara, ada tentara, ada polisi, dan 
lain-lain. Mereka hebat di bidangnya masing-masing. Ada juga yang mampu 
menunjukkan kehebatannya dalam dua bidang atau lebih sekaligus.

Jika diamati lebih jauh, ternyata orang-orang hebat tersebut punya gaya 
tersendiri dalam berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi antar-mereka sering 
dilakukan secara langsung, tetapi tidak jarang juga dilakukan secara tidak 
langsung. Ketika tidak ada masalah di antara mereka, maka komunikasi 
langsunglah yang sering digunakan, tetapi ketika terjadi masalah atau konflik, 
maka mereka lebih sering berkomunikasi secara tidak langsung.

Sebelum membahas lebih jauh tentang gaya komunikasi orang-orang hebat, ada 
baiknya kita pahami terlebih dahulu apa atau siapa yang dimaksud dengan orang 
hebat itu. Aapa yang membuat mereka disebut orang hebat, serta apa bedanya 
antara orang hebat dengan orang biasa. Orang hebat itu adalah orang yang 
memiliki kelebihan atau keistimewaan dibandingkan orang biasa, serta hidup dari 
satu pencapaian ke pencapaian berikutnya. Mereka mengejar dan mencapai apa yang 
mereka inginkan. Setelah tercapai, orang hebat mengejar keinginan lain yang 
akan dicapainya dalam kurun waktu tertentu.

Orang hebat dan orang biasa sebenarnya sama saja. Mereka punya kesamaan yaitu 
sama-sama memiliki keinginan. Orang hebat dan orang biasa sama-sama ingin lebih 
kaya, ingin lebih terkenal, ingin lebih berpengaruh, ingin lebih dihormati, 
ingin lebih berkuasa, dan sebagainya. Lalu apa yang membedakan antara orang 
hebat dengan orang biasa. Bedanya adalah orang hebat itu selalu bertindak, 
berani berbuat, berani mencoba, berani bertarung, serta berani menanggung 
risiko, sedangkan orang biasa tidak memiliki keberanian itu. Orang biasa hanya 
memiliki keinginan, tetapi tidak berani bertindak. Mereka hanya bermimpi (di 
siang bolong) dan senang berandai-andai. 

Tak jarang mereka (orang biasa) hanya membanggakan diri, membanggakan 
orangtuanya yang kaya-raya, membanggakan silsilah keluarganya, membanggakan 
masa lalunya, tetapi mereka tidak berbuat dan tidak melakukan apa-apa, sehingga 
tidak ada yang dicapainya sama sekali. Orang hebat berkomunikasi satu sama lain 
dengan gayanya masing-masing. Kadang-kadang mereka berkomunikasi secara 
langsung dalam suasana santai penuh canda dan tawa bila ada kesamaan pandang 
dan cita-cita.

Sebaliknya, mereka akan jarang berkomunikasi secara langsung dan lebih sering 
berkomunikasi secara tidak langsung bila terjadi konflik di antara mereka. 
Dalam dunia politik, ada ungkapan kuno yang tampaknya masih berlaku hingga 
kini, yaitu tidak ada kawan abadi, yang abadi itu hanyalah kepentingan. 
Ungkapan itu sepertinya juga sering berlaku dalam dunia lain (maksudnya dunia 
artis, dunia pengacara, dunia militer, dunia usaha, dan lain-lain).

               Tercipta Kemesraan
Ketika ada kesamaan pandang, cita-cita, dan kepentingan, maka orang-orang hebat 
itu biasanya saling mendekati satu sama lain. Dari kedekatan itu kemudian 
tercipta Ækemesraan, dan selanjutnya mereka bisa pacaran, berselingkuh, atau 
bahkan menikah. Seorang birokrat bisa saja menjalin kemesraan dengan seorang 
politisi atau seorang pengusaha jika ada kesamaan pandang, cita-cita, atau 
kepentingan. Seorang pengacara bahkan bisa saja menikah dan duduk di pelaminan 
dengan seorang birokrat kalau mereka terpilih sebagai pasangan bupati dan wakil 
bupati.

Tetapi ketika terjadi perselisihan, perbedaan pendapat, dan konflik di antara 
mereka, maka kemesraan bisa berubah menjadi pertengkaran dan pernikahan bisa 
berujung perceraian. Itulah yang sering terjadi dalam dunia politik. 

Dalam dunia usaha atau bisnis, konflik biasanya berujung pada pecahnya kongsi. 
Istilah kongsi pecah (dalam bahasa gaul sms kerap ditulis kong sie phe cah) 
biasa digunakan sebagai pengganti kata koalisi bubar dalam dunia politik.

Banyak bupati dan wakil bupati yang akhirnya bercerai kemudian bertarung satu 
sama lain dalam pemilihan kepala daerah periode berikutnya. Tidak sedikit 
gubernur dan wakil gubernur yang akhirnya mencari pasangan lain saat maju dalam 
pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode berikutnya. Presiden dan wapres 
pun tak jarang berpisah dan mencari pasangan lain untuk bertarung pada Pemilu 
berikutnya.

                Terjadi Konflik
Bagaimana para orang hebat itu berkomunikasi satu sama lain jika terjadi 
konflik di antara mereka? Karena mereka adalah orang-orang hebat dan bukan 
orang biasa, maka mereka biasanya memiliki gaya dan cara tersendiri 
berkomunikasi dalam situasi konflik atau perseteruan.
Gaya berkomunikasi orang-orang hebat yang tengah terlibat dalam konflik 
biasanya dilakukan dengan menggunakan simbol atau bahasa non-verbal. 

Di depan publik, mereka biasanya kelihatan mesra, berjabat-tangan, berpelukan, 
bahkan tak jarang melakukan aksi cipika-cipiki alias cium pipi kanan-cium pipi 
kiri. Setelah itu atau di balik layar, mereka kerap berkomunikasi dengan cara 
menunjukkan kehebatan masing-masing. Ada yang menunjukkan kehebatannya dengan 
mencari pacar baru lalu bermesraan di depan publik. Ada yang membentuk wadah 
baru. Ada yang meninggalkan wadah lama yang telah membesarkannya lalu pindah ke 
wadah lain. 

Selain itu, ada pula orang hebat yang memang sengaja ingin menjatuhkan atau 
merusak nama baik mantan mitranya, antara lain dengan menyebarkan isu negatif, 
mengungkapkan borok atau kesalahan masa lalu, atau menyeret mantan mitranya ke 
pengadilan. Orang hebat yang mahir bermain kata-kata lewat tulisan biasanya 
membuat artikel opini di media massa, yang berisi pembelaan diri, penjelasan 
tentang kondisi sebenarnya, dan atau keburukan mantan mitranya. Jika kebetulan 
mantan mitranya juga pandai menulis, maka terjadilah polemik lewat tulisan di 
media cetak.

Apa pun cara atau gaya komunikasi yang dilakukan, sebenarnya hanya satu hal 
yang ingin disampaikan, yaitu pesan tentang kehebatan masing-masing. Inti dari 
sebuah komunikasi adalah pesan. Tidak ada komunikasi tanpa pesan. Kadang-kadang 
 seseorang atau sebuah kelompok mengirim pesan secara langsung, tetapi tidak 
jarang juga pesan itu dikirim secara tidak langsung.

Biasanya orang lain atau kelompok lain yang dikirimi pesan akan membalas pesan 
tersebut dengan cara atau gaya tertentu. Pengiriman, penerimaan, serta umpan 
balik dan tukar-menukar pesan secara tidak langsung itulah yang sering 
digunakan oleh orang-orang hebat dalam berkomunikasi satu sama lain.***

Tribun Timur
Lebih Interaktif, Lebih Akrab 

Redaksi: 081.625.2233 (SMS), [email protected], Facebook Tribun Timur 
Berita Online Makassar, twitter.com/tribuntimur
Sirkulasi: 081.625.2266 (SMS)
Iklan: 0411 (8115555)

( Muh Izzat Nuhung)

Kirim email ke