http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=19092

      Selasa, 3 Agustus 2010 
     

      DAERAH 
     
     
     

Korban Kualakambas Dilanda Kelaparan


      SUKADANA (LampostOnline): Setelah terkatung-katung selama 16 hari, korban 
Kualakambas dan Kualasekapuk, Kabupaten Lampung Timur, kini dilanda kelaparan. 
DPRD setempat menilai eksekutif tidak bertanggung jawab.

      Anggota Komisi C DPRD Lampung Timur yang dihubungi, Selasa (3-8), sangat 
prihatin dengan kondisi korban pengusiran oleh pihak Taman Nasional Way Kambas 
(TNWK).

      Setelah setengah bulan terkatung-katung tanpa kejelasan akan direlokasi, 
kini warga dari dua kuala tersebut mengalami kelaparan karena kehabisan bahan 
makanan.

      Kini, ratusan korban pengusiran yang berada di tiga posko, yakni di Desa 
Sukorahayu, Margasari, dan Muaragadingmas, Kecamatan Labuhanmaringgai, mulai 
didera kelaparan.

      "Seharusnya pihak terkait selalu siaga, jangan sampai mereka 
berduyun-duyun mendatangi Pemkab dan mengadu telah kehabisan makanan. Dengan 
kedatangan korban menemui Sekkab dan mengadu kehabisan bahan makanan, ini 
memperlihatkan pihak terkait tidak bertanggung jawab terhadap warganya yang 
sedang mengalami musibah," kata Adi Saprimarta.

      Menurut Adi Saprimarta, Komisi C telah menanyakan hal itu kepada Dinas 
Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans).

      Namun, jawaban yang diterima, Dinsosnakertrans akan secepatnya 
mengirimkan bahan makanan terhadap korban pengusiran. Sedangkan soal relokasi 
atau tempat hunian mereka yang baru, pihak dinas menyatakan tidak bertanggung 
jawab.

      Komisi C khawatir jika korban penggusuran tersebut tidak secepatnya 
ditanggulangi, kondisi korban Kuala Kambas dan Kuala Sekapuk akan bertambah 
parah.

      Secara terpisah, Adi, koordinator korban pengusiran TNWK mengungkapkan 
sejak korban kehabisan stok makanan, sebagian dari mereka ada yang terpaksa 
harus meminta-minta kepada warga untuk sekadar mempertahankan hidup.

      Menurut Adi, jika kesengsaraan mereka tidak segera ditanggulangi, bukan 
mustahil mereka akan beramai- ramai mendirikan tenda di halaman kantor Pemkab 
Lampung Timur.

      "Cepat atau lambat, korban TNWK akan merangsek ke Pemkab Lamtim dan akan 
mendirikan tenda di sana", kata Adi dan rekan-rekannya.

      Sebelumnya dilaporkan, para korban pengusiran pihak TNWK di Kualakambas 
dan Kualasekapuk tidak tahan lagi tinggal di posko penampungan. (MG6
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke