Refleksi : Kalau polisi tidak mau bertindak terhadap serangan kekerasan yang 
dilakukan oleh FPI atau organisasi sejenisnya, maka tentu  sekali  dalam 
pengertian polisi  ialagh yang harus dilarang ialah umat kristiani di NKRI, 
bukan FPI.

Bukankah tidak ada hari ini, tanpa kemarin dan tidak ada besok tanpa hari ini, 
jadi pasifitas polisi mau pun SBY dan rezimnya tidak lain  dari pada gambaran 
tidak akan ada hari besok bagi agama Nasrani di wilayah NKRI. 

Bagaimana dengan atheis kafir mapun Hindu dan Buddhisme, tentu saja menemui 
nasib yang sama seperti apa yang  sedang dialami oleh Ahmadiah dan Nasrani.

Amin!

http://us.detiknews.com/read/2010/08/08/183758/1416009/10/setara-institute-desak-polisi-bertindak-tegas-hentikan-kekerasan?991102605

Minggu, 08/08/2010 18:37 WIB


Insiden Penyerangan Jemaat HKBP
Setara Institute Desak Polisi Bertindak Tegas Hentikan Kekerasan
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Setara Institute menyesalkan terjadinya aksi penyerangan kepada 
jemaat HKBP di Pondok Timur, Bekasi, Jawa Barat, pagi tadi. Polisi diminta 
bertindak tegas dalam menghentikan aksi kekerasan tersebut.

"Polri harus menghentikan aksi anarkis massa dan memberikan perlindungan penuh 
pada setiap kegiatan ibadah," kata Manajer Program Setara, Ismail Hasani, dalam 
rilis yang diterima detikcom, Minggu (8/8/2010).

Menurut Ismail, saat terjadi pengejaran dan pemukulan terhadap jemaat HKBP, 
polisi tidak memberikan perlindungan yang memadai. Dengan jumlah 100-an aparat 
di bawah komando Kapolresta Bekasi, semestinya polisi mampu menghalau serangan 
massa yang berjumlah sekitar 150-an orang.

"Tidak ada alasan bahwa aparat tidak mencukupi dalam peristiwa ini. Yang jelas 
pendeta dan sekitar 11 jemaat mendapati serangan dalam bentuk pemukulan dan 
pengejaran dari warga," katanya.

Ismail mengaku heran bagaimana mungkin penyelenggara negara tunduk pada 
penghakiman massa kecil yang anarkis dan membiarkan warga negara tidak bisa 
melakukan ibadah. Hukum harus bekerja dan memaksa setiap orang yang melakukan 
kekerasan ditindak sehingga menimbulkan efek jera.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memerintahkan Kapolri untuk menindak 
tegas serangan dalam kelompok massa yang telah berulang kali melakukan 
kekerasan di Bekasi," imbaunya.



Kirim email ke