Refleksi :  
Barangkali baru pertama kali dalam sejarah dunia, yaitu di NKRI, lagu ciptaan 
presiden dinyakikan pada upacara perayaan hari nasional. Tetapi sayang seribu 
sayang, lagunya bukan membawa kegembiran nan hiruk pikuk melainkan membuat 
banyak orang semaput. Itu baru lagunya, belum lagi politiknya. 

Menyanyikan lagu ciptaan presiden  mirip dengan kebiasaan alm presiden 
kleptokratik bernama Seseko Mobutu. Tiap apel pagi pada upacara penaikan 
bendera pegawai negeri diharuskan menyanyi lagu dalam mana antara lain 
mengandung pujaan kepada sang presiden. 

Agaknya upacara demikian akan menjadi ritual resmi dan langkah pertama di mulai 
sekarang di Jakarta. 

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/17/brk,20100817-271799,id.html

Lagu Ciptaan SBY Dinyanyikan Dalam Upacara Kenegaraan 
Selasa, 17 Agustus 2010 | 12:07 WIB
Besar Kecil Normal 
  
Upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-65 di Istana Negara, Jakarta. 
TEMPO/Subekti


TEMPO Interaktif, Jakarta - Lagu Mentari bersinar, ciptaan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono dinyanyikan orkestra dalam Upacara Peringatan Detik-Detik 
Proklamasi di Istana Negara, Selasa 17 Agustus 2010.  

Lagu ini dinyanyikan dalam alunan nyanyian ketiga. Selain lagu ini juga 
dinyanyikan hari merdeka, tanah tumpah darahku, tembang Indonesia dan syukur.

Peringatan Kemerdekaan  di Istana sendiri dipimpin langsung oleh Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono di   panggung 
kehormatan. Ikut bersama pula, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati 
Boediono.

Upacara pengibaran bendera dipimpin komandan upacara komandan upacara Kolonel 
Iwan Isnurwanto. Upacara peringatan diawali  dengan peringatan detik-detik 
proklamasi tepat pukul 10.00 WIB ditandai dengan tembakan meriam sebanyak 17 
kali, sirene, bunyi beduk-beduk di masjid serta lonceng di gereja-gereja selama 
satu menit.

Dilanjutkan dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua Dewan Perwakilan 
Daerah (DPD) Irman Gusman dan upacara penaikan bendera merah putih.

Sejumlah tamu undangan yang hadir antara lain anak-anak dari mantan presiden 
Soekarno, seperti Sukmawati dan Guruh, mantan wakil presiden Try Soetrisno, 
sejumlah duta besar negara sahabat dan negara-negara ASEAN. 

Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II juga tampak telah hadir dengan 
didampingi oleh pasangan masing-masing, termasuk Kapolri Jenderal Polisi 
Bambang Hendarso Danuri yang beberapa hari keberadaannya sempat dipertanyakan 
publik.

++++

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/08/17/brk,20100817-271817,id.html

Puluhan Peserta Upacara Kemerdekaan Pingsan 
Selasa, 17 Agustus 2010 | 13:05 WIB


TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi di 
Lapangan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, diwarnai banyaknya peserta yang 
pingsan. 

Hingga upacara berakhir sekitar jam 12.00 WIB, ada 24 peserta pingsan. Mereka 
kebanyakan pelajar dan tiga di antaranya adalah pegawai negeri sipil.

Peserta yang pingsan diboyong ke tempat yang teduh di belakang barisan peserta 
upacara. Mereka langsung mendapat bantuan dari puluhan petugas medis yang 
dikerahkan Dinas Kesehatan setempat.

Banyaknya peserta yang pingsan diperkirakan karena cuaca panas yang mulai 
terasa sejak Selasa pagi. Apalagi mereka sudah harus berada di lapangan 
Blambangan sejak pukul 08.00 WIB. Sementara upacara baru berlangsung pukul 
10.00 WIB. Saat ini juga bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa. 

Bahkan puluhan peserta upacara terpaksa harus menepi di bawah pepohonan karena 
tidak kuat menahan teriknya matahari. Mereka merasakan pusing-pusing dan nyaris 
juga pingsan.

Koordinator Pelayanan Penderita Gawat Darurat Dinas Kesehatan, Juwana Sujuswa, 
menjelaskan, peserta yang pingsan karena porsi makan atau minumnya pada sahur 
kurang. Ada juga karena kondisi fisiknya sedang sakit. "Mereka kurang 
persiapan," kata Juwana di sela-sela memeriksa kondisi peserta.

Menurut dia, Dinas Kesehatan sebelumnya sudah memprediksi bakal banyak peserta 
yang pingsan karena bersamaan dengan ibadah puasa. Oleh karena itu, tim medis 
yang dikerahkan tahun ini lebih banyak, yakni 25 orang. Tahun lalu, katanya, 
hanya 15 orang. Tim medis itu berasal dari puskesmas dan Palang Merah 
Indonesia. 

IKA NINGTYAS




Kirim email ke