Partai Demokrat: memberikan 'jempol' untuk Tohari. krn Tohari mengakui berselingkuh dengan wanita Jakarta (beritajatim.com)-Kasus moral yang menimpa kader Partai Demokrat disinyalir telah dieksploitasi sebagai amunisi untuk meruntuhkan citra Partai Demokrat.
Hal ini disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh salah satu pengurus DPP Partai Demokrat (PD), Munadi Herlambang, Kamis, (27/8/2010). "Kasus ini telah dieksploitasi secara luar biasa melalui pemberitaan di media. Kami mensinyalir bahwa ada skenario besar sekelompok orang saja untuk menjadikan kasus ini sebagai amunisi menjatuhkan pamor PD dan Presiden SBY," kata Herlambang. Herlambang menunjuk pada kasus yang menimpa Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jombang, Ahmad Tohari. Mantan anggota DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini memberikan 'jempol' untuk Tohari. Tohari mengakui berselingkuh dengan wanita bernama Nita Safitri. "Tentu mekanisme partai akan memberikan punishment kepada beliau. Tapi keterbukaan itu telah menjadi culture di PD. Itu juga harus dinilai positif sebagai pertanggungjawaban politik partai kepada masyarakat," tegasnya. Cinta terlarang Tohari, Herlambang menegaskan, tidak bisa digeneralisir. Tidak semua kader Demokrat seperti Tohari. "Yang penting bagi rakyat adalah Partai Demokrat masih berada di jalur yang putih dan tetap memegang azas demokrasi produktif," pungkasnya. [bar/gir] http://www.beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&_Pemerintahan/2010-08-26/75353/Demokrat:_Kasus_Asusila_Runtuhkan_Citra_SBY
