Mencari Ketenangan Dalam Keimanan Teror !!!
Beriman teror artinya, memenuhi kewajiban agama untuk berjihad menegakkan
Syariah Islam. Ini dilakukan untuk mengejar ketenangan ?!
Berjihad tidak selalu mengorbankan nyawa, bisa juga memilih dengan mengorbankan
uang untuk tujuan membiayai teror yang sama. Jadi tinggal pilih, kalo takut
mati, sumbangkan harta benda untuk biaya teror jihad, tapi kalo berani mati,
jadilah pengantin yang cantik jelita yang pasangannya akan menyambut nantinya
dipintu sorga.
> Fonda <moh.ary.fo...@...> wrote:
> Hakekat Hidup....jika anda ingin
> hidup tenang ikutlah bersama kami,
> tunduklah pada Alquran.
Si Hakekat bilang kalo mau tenang ikuti dia, tapi si Fonda bilang kalo mau
hidup tenang ikuti dia. Padahal mereka berdua bersaing untuk sesuatu yang
enggak memberi makanan ataupun manfaat, tetap harus bergulat hidup cari makan,
tidak ada kerjaan, dan ekonomi negaranya mengharapkan bantuan Amerika.
Apanya bisa tenang ???
Di Florida akan diadakan "hari pembakaran Al-Quran" karena memperingati
kebiadaban Islam dalam 911 dan segala kejahatan teror2 sebelumnya diseluruh
dunia. Akibat teror2 ini hidup orang Amerika jadi enggak tenang, tapi mereka
yang menteror justru dilibas dimanapun bersembunyi diseluruh dunia ini... lebih
enggak tengang lagi hidupnya.
Waktu Obama berencana mengunjungi Indonesia, semua pemimpin Islam mendaftarkan
diri untuk ikut bertemu, tujuannya.... dapat bantuan untuk masing2 kelompoknya.
Begitukah hidup tenang???
Arab Saudia adalah negara Syariah, tetapi hidupnya tidak tenang karena diteror
oleh sesama Islam dari aliran berbeda, untuk mendapat ketenangan, negara ini
minta dipayungi oleh Amerika, dan untuk itu Amerika mendapat imbalan bayaran
yang LUAR BIASA BESARANYA, dan darimana biaya itu didapatkan oleh raja Arab
Saudia ??? Tidak susah, ongkos naik haji dinaikkan beberapa kali lipat, maka
terbayarlah biaya payung yang mahal ini.
Mungkin begitukah yang dimaksudkan hidup tenang ???
Memang dalam Islam artikata sering berlawanan dengan artian sebenarnya, yang
dimulai dari kata "bersaksi" dalam Syahada yang artinya "tidak menyaksikan".
Disini juga sama, arti "tenang" sama dengan "di-uber2 terorist". Umat Ahmadiah
juga hidup dalam ketenangan, artinya umat mereka "dijarah harta bendanya",
mesjid dibakar, nyawa umat Ahmadiah halal dibunuh.
Begitulah ketenangan dalam keimanan.
Ny. Muslim binti Muskitawati.