Refleksi : Apakah masalah TKI tidak terkait politik penempatan tenaga kerja 
rezim SBY  untuk mereka  dikirim ke Malaysia?

http://www.antaranews.com/berita/1282994118/menakertrans-jangan-kaitkan-tki-dengan-polemik-negara

Menakertrans: Jangan Kaitkan TKI dengan Polemik Negara
Sabtu, 28 Agustus 2010 18:15 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
     
     



Pontianak (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) 
Muhaimin Iskandar mengimbau Pemerintah Malaysia tidak mengaitkan konfrontasi 
antara Malaysia dan Indonesia dengan keberadaan TKI di negara itu.

Menurut Muhaimin, beberapa kasus ketegangan antara RI dan Malaysia, baik antara 
petugas KKP dengan Polisi Diraja Malaysia, maupun kasus demonstrasi Kedubes 
Malaysia di Jakarta merupakan persoalan terpisah.

"Jangan dikait-kaitkan dengan keberadaan TKI di sana. Ini kita tekankan baik 
kepada pemerintah Indonesia maupun Malaysia," katanya di Pontianak, Sabtu.

Jika sampai hal itu dikait-kaitkan, maka akan banyak TKI yang berada di 
Malaysia terkena imbas dari permasalahan yang seharusnya bukan menjadi domain 
mereka. 

"Permasalahan ini sedang diselesaikan oleh Kementerian Luar Negeri. Jadi, untuk 
sementara ini, biarkan dulu proses ini berlanjut. Karena kalau kita langsung 
mengambil tindakan, jelas bisa mempengaruhi banyak hal," tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Cristiandy Sanjaya menuturkan pemerintah 
daerah akan mengikuti semua kebijakan luar negeri yang diambil oleh pemerintah 
pusat.

"Meski Kalimantan Barat menjadi provinsi terdekat dengan Malaysia, tapi untuk 
ketegangan yang terjadi antarnegara, maka Pemprov Kalbar masih belum bisa 
mengambil kebijakan apapun," katanya.

Hal ini karena Gubernur dan wakilnya merupakan kepanjangan tangan dari 
pemerintah pusat, sehingga apapun keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat 
akan dilaksanakan Pemprov Kalbar. 

Mengenai aksi demo yang dilakukan masyarakat terhadap Kedubes Malaysia di 
Jakarta, Cristiandy menilai hal tersebut masih dalam batas yang wajar.

"Itu merupakan salah satu ekspresi dari masyarakat yang merasa harga diri 
bangsanya dilecehkan oleh negara lain. Saya yakin, masyarakat Malaysia pasti 
juga melakukan hal serupa jika posisinya sama seperti kita," katanya.

Dia tidak menampik permasalahan ini akan memberikan imbas dan dirasakan 
langsung para TKI yang berada di Malaysia atau pemerintah Malaysia mengambil 
kebijakan untuk menyarankan warga negaranya tidak ke Indonesia, namun 
pemerintah Indonesia bisa menarik para TKI dan staf kedutaan yang bekerja di 
sana.

"Jika sampai hal ini terjadi, memang para TKI akan kehilangan pekerjaan, namun 
bukan berarti pemerintah Malaysia bisa tenang kalau sampai TKI ini ditarik. 
Bisa dipastikan, berbagai sektor pekerjaan di Malaysia akan terhambat karena 
ketiadaan tenaga kerja," katanya. 

Ia menambahkan banyaknya TKI yang bekerja di Malaysia juga karena kebutuhan 
negara tersebut.

"Kalau mereka tidak butuh TKI kita, tentu tidak mungkin banyak warga kita yang 
bekerja di sana. Ini juga yang harus dipikirkan oleh pemerintah Malaysia," kata 
Cristiandy.






Kirim email ke