Mengapa si Guto Membenci Yahudi ??? Dilema Dua Agama !!!
                                        
Guto dan Gito keduanya anak kembar laki2, sama gantengnya, sama cerdasnya, dan 
sama besar tubuhnya.  Bahkan wajahnya susah dibedakan.

Zaman itu adalah zaman Nasakom wajib disembah sehingga orang tua Guto Gito 
memilih menyekolahkan kedua anaknya keluar negeri ke negeri tetangga yang 
berbeda agamanya yaitu Pakistan dan Jepang.  Keduanya sama2 mengambil jurusan 
budaya dari negara yang jadi tempat studynya hingga mendapat gelar master 
setelah pulang ketanah airnya.

Di Pakistant, Guto memperdalam agama Islam, sedangkan di Jepang, Gito 
mempelajari Shinto dan agama2 kuno yang ada di Jepang.  Orang tua Guto dan Gito 
merasa perpaduan Nasakom menyatu kedalam jiwa kedua anak kembarnya.

> "sebuah.kenyataan" <sebuah.kenyat...@...> wrote:
> Kebencian seperti apapun bila dibalas
> dengan kebencian tidak akan ada habisnya.
> Coba lihat ajaran Tawangalun, bisakah
> menumbuhkan cinta kasih pada kaum Yahudi???

Benar, disinilah kelemahan atau cacatnya dalam ajaran Islam.  Agama Islam tidak 
mengajarkan umatnya tentang hukum karma bahkan menolak hukum karma, memusuhi 
hukum karma sehingga ajaran Buddha tentang hukum karma yang begitu indahnya 
telah diabaikan bahkan dilecehkan.

Bahkan "human right declaration" disusun dari jiwa ajaran Buddha ini yang 
menyatakan "jangan mencubit kalo tidak mau dicubit".  Islam menolak jiwa ajaran 
Buddha yang indah ini.  Hanya satu kalimat sudah bisa menyempurnakan moral 
seseorang.  Sebaliknya, Islam meskipun banyak kata2 ber-buku2 pun tidak bisa 
menyerap jiwa dari moral ajaran ini yang begitu tingginya.

Itulah sebabnya, muslimin tidak bersalah dalam membakar gereja, tapi yang lain 
disalahkan kalo membakar mesjidnya.

Muslimin membunuh mereka yang menghina Islam, tapi mereka sendiri menghina 
agama lain dengan bebasnya tidak boleh dianggap bersalah.

Muslimin berhak mengusir yang bukan muslim keluar dari tanah airnya, sebaliknya 
muslimin yang datang dari Arab malah tidak boleh diusir.

Demikianlah, akibat ketidak seimbangan ajaran Islam ini, maka diwariskanlah 
kebencian2 nabi Muhammad dimasa lalu hingga sekarang ini.

Tetangga saya di Jawa, punya dua anak kembar laki2, Gito dan Guto. Dizaman Bung 
Karno adalah zaman memuja Nasakom, maka oleh kedua orang tuanya, kedua anaknya 
ini disekolahkan dinegara yang berbeda.  Yang satu Gito disekolahkan ke Jepang 
yang bermoral Shinto, sedangkan saudara kembarnya Guto disekolahkan ke 
Pakistant.

Setelah 10 tahun keduanya pulang kembali kumpul bersama orang tuanya.  Ternyata 
si Guto yang sekolah di Pakistant sangat membenci orang Yahudi, sebaliknya si 
Gito malah enggak tahu ada bangsa Yahudi didunia ini.

Pertanyaannya sangat sederhana, darimana datangnya kebencian si Guto kepada 
Yahudi padahal belum pernah bertemu, berteman, atau melihat orang Yahudi kayak 
apa ????

Pertanyaan kedua juga sederhana, kenapa si Gito tidak membenci Yahudi seperti 
si Guto ????

Saya yakin anda yang bisa berpikir bisa menjawabnya, si Guto diajarkan isi 
Quran tentang memusuhi orang Yahudi.

Sebaliknya si Guto diajari ajaran Shinto tentang bagaimana sesama manusia harus 
saling mengasihi tanpa membedakan agamanya.

Terakhir si Gito dikabarkan menduduki jabatan sebagai staff di lembaga hak 
azasi manusia di Switzerland.  Sebaliknya, kabar jelek diberitakan koran2, 
ternyata si Guto mati tertembak di Mesir sebagai teroris yang dicari pemerintah 
Mesir.

Demikianlah, ini merupakan BUKTI bahwa ajaran Islam mengajarkan dan mewariskan 
kebencian turun temurun.  Satu Yahudi yang tidak bersalah harus dibenci turun 
temurun meskipun tidak mengerti kenapa dia dibenci oleh muslimin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke