Refleksi : Apakah tidak bisa diproduksi sendiri untuk mencukupi konsumsi dalam 
negeri ataukah karena dibuat sedemikian rupa agar selalu impor demi perusahaan 
milik pribadi penguasa membutukan bisnis demi labanya?

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/09/167146/4/2/Pemerintah-Impor-400-Ribu-Ton-Gula-


Pemerintah Impor 400 Ribu Ton Gula 
Senin, 06 September 2010 23:10 WIB      
Penulis : Bunga Pertiwi

JAKARTA--MI: Menteri Pertanian Suswono memastikan akan mengimpor gula kristal 
putih (GKP) sebanyak 400 ribu ton. â?oYang jelas sudah dihitung setelah ada 
taksasi yang baru. Kami akan mengimpor paling tidak sekitar 400 ribu ton 
gula,� ujarnya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (6/9). 

Ia menuturkan, jumlah gula impor tersebut telah disepakati pemerintah. Namun, 
dia belum bisa memastikan apakah izin impor sudah keluar dari instansi terkait 
yang mengeluarkan yakni Kementerian Perdagangan (Kemendag). "Belum tahu apa 
izin impor sudah dikeluarkan Kemendag atau belum." 

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan berencana akan mengeluarkan izin impor gula 
kristal putih pada pekan ini atau sebelum Lebaran. 

Semenara itu, beberapa waktu lalu, pengamat pergulaan dan mantan Dewan 
Komisaris PT PN IV Sri Sulastri mengatakan pada tahun 1930-an Indonesia 
merupakan negara pengekspor gula terbesar setelah Kuba. "Sekaranga kita negara 
pengimpor terbesar setelah Rusia," kata dia kepada Media Indonesia. 

Menurutnya, saat ini Indonesia mengimpor gula lantaran kadar rendemen yang 
menurun. Namun, bukan hanya GKP yang paling besar diimpor tapi gula rafinasi. 

"Kadar rendemen gula rafinasi itu kan harusnya 7%. Tapi gula rafinasi kita 
hanya 6% jadi tidak manis. Untuk industri, gula rafinasi dibebaskan impor. 
Perusahaan-perusahaan makanan dan minuman asing yang punya pabrik di Indonesia 
pasti menggunakan gula impor karena gula kita kurang manis," tandasnya. (*/OL-8

Kirim email ke