Pembakaran Quran Hanyalah Expressi Symbolic !!!
                                  
Adalah salah kalo menuduh pembakaran Quran oleh Gereja di Florida dianggap 
kekerasan.  Artinya tidak bisa dibenarkan kalo pembakaran Quran di Florida 
dibalas dengan pemboman gereja2 atau pembakaran gereja2 di Indonesia.

Pembakaran Quran itu hanyalah expressi dari umat yang memprotes tindakan 
muslimin yang melakukan kekerasan.

Jadi, bisa disamakan dengan demonstran yang juga merupakan expressi 
menyampaikan protest.  Tapi kalo demonstrasi itu berkembang jadi penjarahan 
toko2 Cina, maka sudah merupakan kriminal bukan lagi expressi protest tapi 
kriminal.

Demikianlah, bakar boneka Bush, bakar bendera Amerika, kesemuanya ini adalah 
expressi protest dalam menyampaikan ketidak puasan.  Termasuk dalam hal ini 
pembakaran Quran.

Oleh karena itu, meskipun pemerintah Amerika berusaha membujuk agar jangan 
melakukan hal2 yang tidak berguna seperti itu, tetap saja UU negara di Amerika 
menjamin tidakan protes dengan cara2 seperti ini dalam menyalurkan expressi 
damai tanpa kekerasan dan bersifat simbolis.

Jadi menurut saya tidak usah tindakan pembakaran Quran ini harus diprotes, 
dicegah, apalagi dibalas. Malah, sebagai muslimin dengan adanya pembakaran 
Quran ini, kita harus lebih merenungkan, memeriksa kepercayaan kita yang 
ternyata telah merugikan banyak umat lainnya.  Andaikan mau dibalas sekalipun, 
bisa saja dilakukan hari pembakaran Bible, susahnya, justru bible mana yang mau 
dibakar mengingat aliran gereja yang di Florida itu adalah aliran kecil yang 
sedikit pengikutnya.  Apalagi, Bible di Amerika ini macem2 banyak sekali 
variasi aliranhya, bahkan Microsoft sendiripun mengeluarkan banyak Bible2 
seperti C++ Bible dlsb.

Tapi di Indonesia, kalo mau bales biasanya tidak hanya Bible yang dibakar, tapi 
toko2 Cina juga diikut sertakan, dijarah dulu baru dibakar.

Aku pikir, pembakaran Quran ini sangat baik untuk pembelajaran dengan menohok 
orang2 di Indonesia yang selama ini cuma mau menang sendiri saja.  Termasuk 
pembelajaran mengenal arti demokrasi, mengenal arti kebebasan berpendapat, 
mengenal arti kebebasan berekspressi.

Sebenarnya cara pembakaran Quran ini sangat bagus untuk mengenal bagaimana 
caranya berekspressi dalam memprotes hal2 yang tidak adil.  Lain dengan di 
Indonesia, mereka langsug membakar gerejanya, langsung memenggal dayak2nya, 
langsung menjarah sesama Islam seperti Islam Ahmadiah.

Semoga, hari pembakaran Quran memberi banyak inspirasi kepada ulama dan bangsa 
Indonesia.  Mungkin memang cara Allah untuk mendidik umat Islam dengan 
pembakaran Quran ini karena Islam dengan Qurannya telah banyak merugikan dan 
mengorbankan jiwa manusia2 yang tidak berdosa seperti melalui teror2 jihadnya.

CNN antara lain mewawancarai pendeta pelaksana pembakaran Quran ini yang 
dibujuk untuk membatalkan upacara ini karena akan membahayakan kedudukan 
pasukan Amerika di-negara2 Islam, maupun orang2 Amerika diluar negeri.  Tapi si 
pendeta menjawab, bahwa dibatalkan atau tidak dibatalkan, bahaya teror jihad 
Islam terhadap orang2 Amerika tidak akan berkurang.  Si Pendeta bilang bahwa 
tindakan ini perlu untuk menyampaikan pesan kedunia Islam, bahwa tindakan 
mereka dan kepercayaan mereka itu salah karena merugikan umat lainnya.  Sang 
pendeta juga menyatakan bahwa tindakannya didukung oleh umat agama lainnya 
seperti Hindu, Buddha, Katolik, dan berbagai kepercayaan2 yang banyak terdapat 
di Amerika ini.  Jadi menurut sang pendeta, tindakan pembakaran Quran ini 
sangat perlu untuk menyampaikan pesan seluruh umat manusia bukan cuma umat 
Kristen saja, memprotes kejahatan2 ajaran Islam.

Apalagi, situasi ini dipicu lagi dengan tertangkapnya belasan terorist yang 
gagal meledakkan pesawat diAmerika ini.  Diperkuat lagi dengan kejadian di Iran 
dimana sebagai perayaan idulfitri mereka merajam seorang janda wanita muslim 
atau muslimah karena difitnah melakukan zinah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke