Sedikit berbagi, Bang Farry. Untuk frekuensi telepon bergerak, baik dari 400Mhz, GSM 900/1800Mhz, 3G/UMTS 2100Mhz, panjang gelombang nya jauh lebih besar dari pada butiran air hujan, sekalipun hujan tersebut sangat rapat, kita bilang nya lebat. Dengan demikian, setahu dan sepengalaman saya, tidak ada korelasi antara turun nya hujan dengan kecepatan akses telepon bergerak, karena itu tadi, handset yang kita gunakan paling tinggi adalah 2100Mhz. Kecuali, frekuensi yang digunakan cukup tinggi, mulai dari 13Ghz dan seterus nya, dimana panjang gelombang nya sangat kecil, sehingga jika terjadi hujan, akan berpengaruh terhadap kualitas transmisi. Dan itu pun tidak significant sepengalaman saya.
Saya beranggapan: 1. Pada pemakai telepon bergerak, jika terjadi hujan dan kecepatan akses melambat, itu lebih karena banyak orang yang berdiam dirumah. Karena gak tau mau ngapain, ya nge-Net, jadi nya pada lambat. 2. Pada transmisi frekuensi tinggi, jika hujan lebat, dan terjadi intermitten (putus sambung), itu karena angin kencang yang mengakibatkan tower tersebut goyang. Semoga memberi pencerahan. 2010/12/26 Farry Erlangga <[email protected]> > Untuk operator kayaknya belum ada yang terbaik dan mantap, tetapi dari > sekian yg tak mantap kita harus memilih, pada dasarnya semua operator > menerapkan sistem FUP (fair usage policy) yaitu batas pemakaian yg wajar. > dari sekian operator yang udah aku coba yg berbasis teknologi CDMA EVDO, > cuma smart yg masih lumayan toleran untuk urusan FUP, tapi apakah berlaku > untuk pelanggan yg baru atau termasuk yg lama, ya.. gak tau juga. Tetapi > kelebihan teknologi CDMA EVDO adalah kekuatan sinyal lebih tahan dari > interfensi atau gangguan lingkungan seperti hujan deras, koneksi masih > stabil. untuk koneksi CDMA EVDO dimedan bisa pake *SMART*, *FREN* (MOBI), > *AHA* (Bakrie Telekom), untuk FREN dan AHA masih lebih ketat untuk urusan > FUP, jadi gak cocok untuk pengguna internet kelas berat alias hobby > download. apalagi yg berbasis GSM (HSDPA atau HSPA+) lebih parah lagi > peraturan FUP nya (model internet kayak gini cuma cocok untuk gaya alias > nampang, orang medan bilang internet ecek2). > > satu lagi pengalamanku di kantor aku pake koneksi SMART plus Wireless > router 3G kemudian aku hubungkan ke GATEWAY LINUX CLEAR OS versi 5.2 (Fedora > Core) lalu aku hubungkan ke dua Akses Point, hasilnya koneksi jadi lebih > stabil dan Mak Nyus. > > Salam buat kawan2 semua, selamat ber-experimen, tapi jangan kebanyakan > eksperimen nanti malah gak dapet duit. he...he...he. (ber-ilmu --> ber-amal, > sambil cari duit kan mantap). :-)) > > 2010/12/26 Muhfi Asbin <[email protected]> > >> Salam, >> >> >> Kawan-kawan Medanlinuxer, >> >> Aku ada rencana mau beli modem mobile untuk koneksi CDMA di medan. Ada >> saran dan ide gag untuk vendor modem dan provider yang mantap di >> Medan?. Aku pake sistem operasi Ubuntu GNU/Linux versi 10.04 (Lucid >> Lynx) dan tinggal (domisili) di daerah Titi Kuning. (Kayaknya domilisi >> penting untuk Mobile Internet ^_^ ). Aku udah nyoba pake Modem Haier >> CE210 dengan koneksi SMART EVDO di Jogjakarta. Koneksi dengan >> NetworkManager tidak berhasil, tapi jika menggunakan wvdial berhasil. >> >> Ada sumbangan ide kawan-kawan? >> >> -- >> http://moehfi.blogspot.com >> y! : ti_pa_tu >> gtalk : thedeadwalkin >> > > -- M.S. Lubis.
