Dear para sahabat penggiat Linux,

Mau sharing beberapa hal tentang ketimpangan pemanfaatan ICT di
pemerintahan.

*Warning : Saya tulis ini untuk tujuan pendidikan dan koreksi kita bersama,
tidak bermaksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik pihak-pihak
terkait.*

Sebelumnya bersyukur juga dipercaya untuk tangani kerjaan di instansi X di
kota Medan untuk implementasi CCTV IP Cam. Tapi, menurut saya yang jadi
masalah adalah biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang
ada. Pertama, saya baru tahu kalau alat yang disebut NVR (IP Cam Recorded)
ini harganya ampun-ampun, dalam hal ini NVR yang dipesan harganya sekitar
20 jutaan. Saya jadi penasaran apa yang bisa dilakukan alat semahal ini.
Sekitar 3-4 hari barang yang indent langsung dari Taiwan ini datang. Saya
dan tim test sistem yang ada. Betapa terkejutnya alat ini ternyata
ditenagai Windows Operating System. Ok, kita mulai analisis.* Pertama*,
distributornya bilang alat canggih ini punya fitur yang powerful dan space
yg tersedia cukup besar sktr 2TB. Setelah kita tes, ternyata alat ini hanya
punya space 32GB yang hanya untuk menjalankan OS saja. Kita harus colokin
HDD tambahan agar bisa booting normal. Syukurnya, setelah kita diskusi,
distributornya mau menambahkan HDD eksternal 2TB tanpa biaya lagi. *Kedua*,
sempat sharing dengan teknisi toko yang masih mahasiswa di Mi***Sk**l yang
cobain alat ini pertama kali, dia juga terkejut ternyata alat ini hanya
ditenagai motherbood biasa, DDR3 4 GB, selebihnya standar. Kalau
dihitung-hitung, kita rakit sendiri, paling kuat habis 4jutaan. Setelah cek
lebih jauh dengan alat ini, aplikasi CCTV yang di-bundling di OS ini *
sangat-sangat* lambat saat konfigurasi camera. Dan parahnya, alat ini hanya
mendukung camera yang se-merk dengannya, luar biasa parah. *Ketiga*, alat
ini sepertinya diprogram hanya dengan OS Windows yang embedded itu saja.
Terbukti ketika kita masukkan HDD tambahan yang menggunakan OS Linux dengan
aplikasi CCTV opensource tidak bisa detect - alat yang pintar. Kesimpulan
yang didapat, yang membuat alat ini mahal bukan hardwarenya tapi
OS+aplikasi CCTV. Bayangkan jika kita bisa men-transformasi dan merakit
hardware dengan OS/apps [embedded] yang ada dengan Linux dan apps
opensource?


Salam,
Franheit Sangapta M
maestrofx

Kirim email ke