Bung Muhti Asbin Sagala,

Saya baru komentar di Blog nya soal buku-buku Open source import dari luar
yang tampak nya kurang di minati di Indonesia.

Itu dari sisi yang saya amati di beberapa toko buku Import di Jakarta,
Seperti Click and Drag (www.clickbookshop.com) di Mal Mangga dua lantai 4
yang saya pelanggan buku Impoer Open source disini sekitar 10 tahun. Juga
tokobuku Kinokuniya merupakan toko buku Internasional yang mempunya cabang
tiap negara seperti Singapura. Toko buku Kinokuniya di Jakarta  ada  di
Grand Indonesia Lantai dasar sebelakang dekat Food court, juga di Pondok
Indah Mall (masuknya dari Sogo terus turun satu lantai kebawah)  dan yang
terbesar juga Plaza Senayan (juga di area Sogo  lantai paling atas).

Toko buku Click and Drag (www.clickbookshop.com) dan saya kenak pemiliknya
Bung Chandra Husnan karena saya sudah lama jadi pelanggan disini, Sekarang
mereka menghentikan penjualan buku open source setelah beberapa bulan yng
lalu mereka menghabiskan seluruh stok buku opensource (mereka hanya menjual
buku Import) dengan mengobralnya hingga Rp 50.000. (Bayangin buku Import
yang harganya 300 US dollar dijual cuma Rp 50.000).  Hal yang sama juga
terjadi di Toko Buku Kiinokuniya  buku-buku Import tersebut mereka jual
dengan diskon hingga 75 % .  (Intu 6 bulan yang lalu).  Minggu lalu saya
mengunjungi semua toko buku yang saya sebutkan diatas,  mereka tidak
menjual buku open source lagi. Sebut saja toko buku Click and Drag (
www.clickbookshop.com) ysng sekarang tokonya jauh lebih kecil dari 3 bulan
yang lalu tapi masih terletak di lantai 4 mall mangga dua yang
berkonsentrasi menjual buku fotografi import. Juga saya mengunjungi semua
outlet toko buku Kinokuniya di  Jakarta. mereka tidak menjual buku open
source lagi.

Sudah sulit dicari buku Linux dari luar di Jakarta. Dan saya masih memiliki
buku-buku Import terutama yang kerkenaan denga system adiminsistrator dan
jaringa. Seperi Buku Cisco. ORACLE (kalau ini saya juga punya sistemnya --
under Linux tentunya)

Apalagi buku MikroTik yang memang tidak ada menjual dan menerbitkan,
syukurnya ada komunitas seperti Jasakom berusaha membuatnya walau
kualitasnya tidak cukup untuk standart sertifikasi seperti MTCNA apalagi
MTCWE, MTCTCE atau MTCUME. Walaupun demikian saya sangan menghargai kerja
keras mereka dan tetap membeli buku-buku mereka sehingga saya menyimpan
semua buku MikroTik yang pernah beredar di Indonesia sejak dulu (versi 2).
Seperti halmya saya mengkoleksi buku Linux yang beredar di Indonesia..

Salam dari Medan

Zulkarman Syafrin
masih belajar dan terus belajar.


Pada 20 Desember 2012 11:22, Zulkarman Syafrin <[email protected]>menulis:

> Kalau yang gampangnya  coba saja dengan aplikasi realtime seperti video
> streaming seperti TV online (bukan youtube lhoo) ada buffering nggak ?.
> Kalau nggak ada itu baru mantap tap tap.
>
>
> Salam dari Medan
>
> Zulkarman Syafrin
>
>
>
> Pada 20 Desember 2012 10:53, Muhfi Asbin Sagala 
> <[email protected]>menulis:
>
> On 12/20/2012 10:42 AM, Zulkarman Syafrin wrote:
>>
>>> Betulll ... apa lagi percaya sama Ping
>>>
>>> Bisa Pingsan kita
>>>
>>> Kalau salah satu ISP  yang berasal dari salah satu perusahaan
>>> Telekomunikasi besar di Indonesia, kalau di Komplin dia selalu bilang
>>> '  Pak kalau di Ping  nggak RTO dan dan  reply nya juga kecil ". Padahal
>>> sudah tak bisa browsing lagi  dsb.  Internetnya hanya bisa Ping ....
>>> Dan setiap kali saya ikutan uji nyali (ambil sertifikasi MinroTik) saya
>>> bertemu dengan staff nya yang ikut juga uji nyali disitu.
>>> Ini contoh permainan traffik Control di ISP. Ini juga diakui oleh NOC
>>> staff
>>> salah satu ISP berinisial P kepada saya waktu sama-sama ujian MTCTCE di
>>> Jakarta tahun lalu.
>>>
>>>
>> Jika ping saja enggak cukup, apa kira-kira tolok ukur SLA yang baik untuk
>> ISP pak?
>>
>>
>> --
>> y! : ti_pa_tu
>> gtalk : muhfi.asbin
>> FB | Twitter | Identica : muhfiasbin
>> http://muhfiasbin.blogspot.com
>>
>
>

Kirim email ke