Minggu lalu aku bertengkar dengan temanku gara-gara ngomongin cinta. 
Mungkin menurut versi dia itu belum bertengkar, tapi bagiku itu 
sudah bertengkar.

Gara-garanya itu dia bilang cinta itu seharusnya membawa 
kebahagiaan. Jika tidak, cinta itu tidak patut lagi dipertahankan. 
Kurang lebih begitulah, kata dia. Aku tentang mati-matian.

Kalau mau mencintai seseorang dengan hasil bahagia forever after, 
jatuh cintalah pada dewa atau dewi yang mahasempurna. Mudah2-an aja 
nggak ditolak sama dewa atau dewi-nya, hahaha.

Dalam menjalin hubungan dengan siapa pun juga, aku pikir sih pasti 
akan ada aja hal yang tidak menyenangkan. Eh, jadi inget film 
Artificial Intelligence. Hubungan sama robot aja bisa bikin 
frustrasi tuh. Kita nggak perlu tutup mata apalagi tutup hati bahwa 
hal itu "it's okay, I'm happy". Menyakitkan, bisa jadi. Tapi 
sekarang sejauh mana kita mau mengusahakan (baca: memperjuangkan) 
hubungan itu? Itu butuh komitmen dan jawabannya cuma cinta. Mimpi? 
wasting time? Itu kembali kepada tiap kita yang menjalankan.

Pada temanku itu aku beri contoh kisahnya Forrest Gump yang 
kebetulan adalah kisah nyata. Aku kasih juga contoh film When a Man 
Loves a Woman. Apakah cinta yang dilimpahkan mereka pada pasangannya 
membawa kebahagiaan? Ini sama sekali bukan kisah "they live happily 
ever after". Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa Forrest Gump 
menyia-nyiakan hidupnya dengan mencintai seorang pelacur. Udah gitu 
mati lagi pelacurnya. Eh, masih juga ditinggali anak yang mesti dia 
urus. Kalau di film yang satu lagi, memangnya bahagia punya istri 
pemabuk, bahkan jadi penduduk rumah rehabilitasi? Pasti nggaklah. 
Namun, apakah cinta harus berhenti sampai di situ? Pasti nggak juga.

Jadi, sweet yout...
Tetaplah berjuang, kawan! Perjuangkanlah cintamu dengan segenap 
hatimu! Jangan sampai kamu menyesal bukan karena hubunganmu gagal, 
tetapi karena kamu tidak pernah merelakan diri untuk memberikan 
semua cinta yang kamu miliki untuk your beloved hubby.

--- In [email protected], sweet yout <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Thanks to all for your your advise.. I just believe that my hubby 
love me much, but he has different way to say it..so, malah kesannya 
cuek gitu yah...yang gw bs ambil dr semua advise ini adalah "cinta 
bukanlah menuntut dan mengaharapkan pasangan berbuat seperti yang 
kita inginkan tapi cinta itu adalah mencoba memahami satu sama 
lain....
>  
> Love is......
> try to understand, try to believe and try to not hurt...
>  
> Regards
> 
> 
> seegit_isme <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> salam kenal mbak.
> 
> ini mungkin hanya pendapat anak ingusan yang belajar jadi seorang
> laki-laki dewasa aja.
> 
>     @untuk menghilangkan kecurigaan mbak, mbak harus cari 
pembuktian
> dengan langsung dateng ketempat masnya kerja/tinggal sementara, 
coba
> tinggal disana beberapa hari.
> 
>     @coba cari informasi kegiatan dia selama disana, waktu luangnya
> buat apa aja? kebiasaan dia yang berubah? ato apalah mbak pasti 
tau!
> pokoknya mbak harus tau, apa aja tentang dia disana. dari makan 
ampe
> mandi, dari bangun tidur ampe mo tidur lagi.
> 
>     @selama 5tahun mbak pacaran, intensitas ketemu/komunikasi 
sebanyak
> apa? kualitas hubungan bukan kuantitas hubungan?
> 
>     @coba mbak serahkan semua ini sama yang diatas, mbak 
pasrahkan, mo
> dibawa kemana kehidupan rumah tangga mbak olehNYA.
> 
>     @tetap berpikir positif tentang suami mbak, itu juga bagus. dan
> pelihara suasana lingkungan yang kondusif waktu dia ada disamping
> mbak.
>     @perasaan mbak saat ini sangat "..." saya bukan bisa 
merasakannya,
> tapi karena saya pernah punya kasus yang hampir sama (perasaan 
wanita
> disaat sendiri,dateng bulan,kesepian/apalagi saat-saat seperti mbak
> ini)saya hanya bisa berdo'a agar mbak dapat menemukan jalan keluar
> yang tepat.
> 
>    semoga kalimat-kaliamat diatas tidak membuat mbak menjadi tidak
> mendapat gambaran, saya berharap mbak mendapatkannya, Amien.
> tetap jaga semangatnya ya mbak, karena dari sekian banyak 
permasalahan
> hidup yang kita alami, kita akan mendapatkan banyak pelajaran yang
> membuat kita menjadi manusia yang lebih baik,Amien.
> 
> kita hidup mencari bahagia, harta dunia kendaraannya.
> keinginan adalah sumber penderitaan.
> -iwan fals-
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Milis Curhat The Friendliest Way ...
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/curhat/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
>  Yahoo! Messenger
> - Log on with your mobile phone!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]








Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/curhat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke