Ketika senyum si Jamal mulai merekah...(Sekelumit kehidupan penerima beasiswa LAZ PortalInfaq)
Marilah bersama-sama kita sambut senyum-senyum Jamal-Jamal lainnya...agar Jogja dapat bangkit dengan senyum penuh optimisme...
Donasi dan Informasi : Abdul Azis - 021-72786073 / 081310797114
Terima Kasih apabila diforward ke saudara kita yang lain

Kisah si Jamal, anak yatim dari Jogja

Program: Gempa Mengguncang Yogyakarta dan Sekitarnya



Siang itu tanggal 04 Juli 2006 sekitar pukul 11.30 WIB, relawan Portalinfaq Jogjakarta sampai di tenda (rumah sementara) berwarna kuning yang sangat sederhana. Disekitar tenda tersebut masih terdapat reruntuhan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur tak tersisa ketika musibah gempa 27 Mei 2006 lalu memporak-porandakan Jogja dan Jateng. Ruangan yang hanya berbentuk kubus ini, terdapat satu buah kasur yang ditempati 3 orang anggota keluarga yang selamat dari musibah gempa, satu buah meja yang sederhana yang diatasnya terdapat buku-buku pelajaran, pakaian-pakaian pun masih berserakan, juga perabot rumah tangga yang belum sempat dirapikan.



Dengan sangat ramah Ibunya Jamal, yang bernama Ponidah (38 Tahun) pemilik tenda itu mempersilahkan kami dengan begitu ramah, senyumnya begitu lepas seolah-olah tanpa beban. Padahal dibalik senyuman itu, beliau menyimpan begitu banyak beban, rumah yang tak berbentuk lagi, biaya pendidikan anak, biaya hidup sehari-hari, dan masih banyak lagi beban-beban yang harus dipikul perempuan ini. Dalam kesehariannya ibu dengan satu orang anak dan neneknya Jamal yang berusia 78 tahun ini, bekerja sebagai penjual jadah (makanan kecil berupa; tempe goreng, tahu goreng dan lain-lain) di pasar Pujokusuman Jogjakarta (pasar yang terletak di dekat Jokteng Wetan Jln. Parangtritis).
Setiap pagi dini hari pukul 02.00 wib, ibu ini harus sudah bangun dari istirahatnya mempersiapkan barang dagangannya sampai dengan adzan subuh, setelah sholat dan mempersiapkan sarapan bagi nenek dan putra kesayangannya dia langsung menuju tempat ia bekerja, yang tempatnya lebih dari 30 km. Di Pasar Pujokusuman Jogjakarta inilah dia menjajakan barang dagangannya. Sekitar pukul 13.00 wib dia harus pulang dan melakukan pekerjaan rumah yang masih tersisa. Begitulah rutinitas yang harus dijalani oleh Ibu Ponidah, walaupun dalam satu harinya beliau hanya mendapatkan keuntungan bersih dari Rp. 5000,- s/d Rp. 10.000,-. Beliau rela menjalani rutinitas ini, karena sejak berumur 1,5 tahun Jamal (putra satu-satunya), ibu ini harus berperan sebagai ibu sekaligus bapak dalam keluarga ini.
More News klik di http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=365

www.portalinfaq.org
www.portalinfaq.org.uk


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]






SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Romance relationship Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke