Kalau begitu nenek (ups...sebut "merk") termasuk yang mana? Harus hati2 kayaknya nich...

Aku kurang sependapat nich... boleh ja kalu?

Ngga sependapatku, yang pertama ; Kita manusia bukan robot yang hidup ditentukan berdasarkan lingkungannya (reaktif). Sebagai contoh, komputer milik seorang programmer lebih cerdas bila dibandingkan dengan komputer milik pegawai kantor biasa yang hanya menggunakan ms-dos. Karena komputer milik programmer diisi dan diutak-atik oleh programmer yang kebanyakan pintar ilkom. Sedangkan komputer milik pegawai kantor biasa yang tidak mengerti informatika, apalah artinya... Sebisa mungkin kita hidup bukan berdasarkan lingkungan tapi kitalah yang mempengaruhi lingkungan (pro-aktif). Seandainya Nabi saw dahulu bersikap reaktif (hidup di tengah kaum yang menyembah berhala) takkan pernah ada yang namanya agama Islam di dunia ini.. kalau pun ada karena di bawa oleh nabi2 terdahulu tentulah sudah "habis" disesat-jalankan.

Ngga sependapatkku yang kedua ; tentang point ke-empat yang "melarang" cowok bergaul dengan kaum wanita. Bagaimana dengan kaum wanitanya sendiri, adakah mereka masih boleh bergaul dengan banyak teman lelaki? Solusinya sebaiknya jika itu memang berlaku dua arah ya.. diganti saja dengan "Bergaul dengan banyak lawan jenis". Kecuali jika nenek "menghalalkan" cewek bergaul dengan banyak cowok. Baik lelaki maupun perempuan telah diciptakan dengan segala kelengkapan hawa nafsunya oleh Sang Khalik, begitu pula dengan perasaan keduanya.

Ngga sependapatku yang ketiga ; jika tidak berhubungan dengan para penguasa yang dzalim dan sewenang-wenang, lalu siapakah yang akan mengingatkan mereka kalau mereka salah? Jika tidak bergaul dengan pelacur2 itu lalu siapakah yang akan bertanggung-jawab terhadap mereka jika bukan calon suaminya? Jika tidak berteman dengan anak-anak, lalu siapakah yang akan mendewasakan pemikiran mereka? Jika tidak bergaul dengan orang-orang yang bejat moralnya, lalu siapakah yang akan mendidik moral mereka? Atau kita sudah merasa benar? Ataukah pusat rehabilitasi sudah mencukupi? Betapa kejam kita sebagai manusia jika memang begitu. Untuk apa kita hidup di satu tempat yang namanya "bumi"? Kenapa kita tidak hidup satu orang masing2 di planet yang berbeda dan jauh? Kiranya pertanyaan2 tadi bisa terjawab dengan benar....

Maka kita akan tahu, sejak pertama kali manusia diciptakan ditujukan untuk dijadikan "KHALIFAH" (pemimpin) di muka bumi.
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'"
Jadi kita memang sudah dilahirkan sebagai seorang pemimpin, minimal menjadi pemimpin terhadap diri-sendiri. Dan sayangnya kita dilahirkan BUKAN untuk dipengaruhi oleh lingkungan.

Akhir kata ; sebaik2 kita bergaul adalah sebaik2 bagaimana kita mampu membawa (memimpin) diri agar tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk dan bukan berarti dengan menjauhinya karena kita diminta untuk membawa kemaslahatan bukan memperoleh kemudharatan.

Maaf ya nek..kalau pemikiranku agak berseberangan dengan nenek. Aku hanya anak kecil yang tidak mengerti apa2 tentang kerasnya hidup karena semua itu bergantung pada bagaimana cara kita memandang hidup itu sendiri. Maaf juga kalau aku jadi agak/sangat menggurui. Ini hanya pendapat anak kecil yang bisa diabaikan begitu saja. Terima kasih.

ratna_kns <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seorang bijak mengataka bahwa jika kamu bergaul dengan 8 macam
tingkat atau derajat manusia,maka kamu kan dipengaruhi oleg delapan
macam sikap dan karakter yaitu :

1. Bergaul dengan orang-orang kaya, maka kecintaan kamu
terhadap kemewahan dunia akan semakin bertambah.
2. Bergaul dengan orang – orang miskin, kan menambah perasaan
sykur dan ridla kamu atas nikmat yang di karuniakan Allah.
3. Berhubungan dengan para penguasa yang dzalim dan sewenang-
wenang,akan membentuk sikap kamu semakin sombong dan hati kamu
semakin sesat.
4. Bergaul dengan kaum wanita,akan merangsang hawa nafsu kamu
dan membuat emosi dan perasaan kamu semakin mudah tersentuh.
5. Berteman dengan anak-anak ,akan membuat sikap kamu suka
bermain-main,kekanak-kanakan,dan kehilangan sikap bersungguh-sungguh
dan serius.
6. Bergaul dengan orang-orang yang bejat moralnya akan membuat
dosa kamu semakin banyak dan semakin lupa sama sekali pada taubat.
7. Bergauk dengan orang – orang yang saleh ,akan menambah
ketaatan kamu kepada Tuhan dan menghindari dari pelanggaran-
pelanggaran ajaran agama.
8. Bergaul dengan ulama, akan menyebabkan kamu semakin
bertambah ilmunya dan pengabdianmu kepada Allah semakin meningkat
.