Tapi setahuku, elemen pernikahan itu antara lain. ijab-kabul, ada wali, ada saksi. Udah. Ngga ada tu keharusan apalagi kewajiban bikin pesta. Karena (ini sekaligus mudah2an bisa jadi penghibur hatimu..) pesta yang mewah belum tentu menjamin usia pernikahan itu akan abadi.
Yang penting kalau kamu nanti nikah, kirimlah kue black forest buat aku dan juga nenekku sekalian, ok? Hheheheheheh bercanda saja yang seandainya kamu menanggapi serius juga tak apa.
Wolvie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Temans,
Mo nanya pendapat neh. Gw kan dah mo married, tapi walopun hari H semakin mendekat, sampe saat ini masih belom juga ada dana buat pestanya. Gw dan ce gw sama2 ga punya tabungan, karena kami sama2 tulang punggung keluarga yang masih harus membiayai kuliah adek2 dan juga mensupport biaya hidup keluarga. Tapi itu ga pernah kami sesali, karena toh itu adalah hal yang bermanfaat untuk orang2 yang kami sayangi.
Nah, akhirnya terbersit ide untuk menikah hanya di KUA ajah, dan hanya dihadiri perwakilan keluarga dari kedua pihak mempelai. Ce gw sih setuju2 ajah, walopun gw tau di hatinya ada kesedihan karena pernikahannya tak bisa disaksikan teman2, apalagi tujuan menikah kami adalah sekali seumur hidup. Dalam hati kecil sebenernya gw juga sedih sih, ga bisa bikin pesta walopun kecil2an. Tapi apa boleh buat, daripada ga kawin2 hehehe. Daripada pesta meriah tapi hidup susah, mendingan ga ada pesta tapi kehidupan lancar. Tul ga ?
Walopun gitu, kata2 tersebut di atas sebenarnya cenderung cuma untuk menghibur diri, karena walo gimanapun juga siapa sih yang ga pengen pernikahannya dipestain, disaksikan temen2 dan foto2 bareng temen2, kerabat, handai tolan dll. Kan kita juga kalo pergi ke pesta pernikahan teman, pasti kita bisa liat betapa cerah dan cerianya wajah pasangan pengantin di hari yang berbahagia itu. Kedatangan teman2 tersebut bahkan menambah keceriaan sang pasangan. Tentunya pada saat seperti itu, di hati kami pun terbayang betapa senangnya jika pesta pernikahan kami dihadiri banyak orang. Tapi kan...ah sudahlah :)
Nah, karena itu ada ga di antara kalian yang pernah nikah tanpa pesta seperti ini ? dan bagaimana perasaan kalian waktu itu ? atau ada yang punya saran gimana cara menghibur diri yang lebih baik sehingga tak ada rasa sedih di kemudian hari karena ga bisa bikin pesta. Ada sih yang kasih saran untuk nikah dulu, pestanya bisa belakangan, walopun setahun dua taun mendatang. Tapi kan basi banget getoh :)
Thx in advance
Wolvie
/*****************HADIY SUTRISNU*****************
Program Studi Sistem informasi
Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]
SPONSORED LINKS
| Call indonesia | Romance relationship | Hati |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___

