Pertama :
Baru bilang nauzubillah yang artinya "semoga aku terhindar dari sifat tercela
seperti itu" saja sudah dibilang "teroris". Trus, aku mo bilang apa ya terhadap
orang yang telah membunuh ratusan bahkan ribuan penduduk sipil di Afganistan,
Irak dan yang paling parah di Palestina? Wanita2 yang sangat menjaga
kehormatannya dirampas keperawanannya secara paksa hanya karena konspirasi
(11/09) yang mereka (laknatullah itu) rekayasa sendiri?
Kalau orang banyak salah ya... kayak gitu itu. Jangankan orang bilang
nauzubillah, orang mengubur jenazah pun dikira memendam BOM.
Maka benarlah firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu
(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka
menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka,
dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh
telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya" QS. Ali
'Imran : 118
Subhanallah....Maha Suci Allah....
Kedua :
Ku akui aku memang sok tahu, sok pintar, kosong dan kasarannya BODOH. Oleh
sebab itulah aku sekolah, kuliah dan belajar. Kalau emang aku udah pinter,
ngapain aku sekolah dan kul, buang2 uang aja. Dan aku sangat berterima kasih
pada kedua orang tuaku (my best ever had). Dan sedikitpun aku ngga patut tinggi
hati hanya karena aku sudah bisa berucap sepatah2 sedangkan orang tuaku mungkin
masih "tuna wicara".
Ketiga :
Whtevr u say, whatever lah... aku yang bertindak sebagai kafilah ini berlalu
saja. Layaknya teko, maka hanya teko yang berisi air susulah yang akan
mengalirkan susu manis. Dan hanya teko yang berisi kopi pahitlah yang akan
mengalirkan kopi pahit.
Baybay sapi.... (eh! aku melambaikan tangan sambil tersenyum loh...)
"Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.if (!document.layers)
document.write('" QS. Ali 'Imran : 119
Note :
1. Thanks banget buat anggota milis yang lain yang udah kasih support ke aku
via japri dan telpon langsung. Thanks banget, terima kasih.
2. To Riri, eh maaf ya Riri, aku ngga bermaksud memperpanjang "sampah
masyarakat" ini. Aku hanya ngga terima ada orang yang mencela agama Islamku.
Dan aku merasa berkewajiban untuk membelanya. Kalaupun nanti dia ngamuk, ya
biar sajalah kita sebagai kafilah dan orang yang masih waras ini berlalu saja
(ngga usah nanggepin dia [EMAIL PROTECTED] lagi). Okay?
[EMAIL PROTECTED] wrote:
ehhh bangsat....
loe jangan sok tahu deh dengan kehidupan orang.... berani2nya loe ngatain
gue... emangnya loe siapa... orang tuh mau curhat........terserah apa
isinya.....
dan loe nggak berhak menghakimi orang itu salah dengan membaca curhatnya....
dasar sok tahu, sok pinter.... tapi loe KOSONG....
gue baca komentar loe mengenai curhat orang... loe kasih komentarnya sok
tahu....
dasar bajingan loe....
ambil doa Islam loe.... gue najis loe sebutin kalimat islam loe yang bikin
gue gatel2...
nauzubillah...nauzubillih.... dasar teroris....
/*****************HADIY SUTRISNU*****************
Program Studi Sistem informasi
Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
********************************************************/
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question
on Yahoo! Answers.