oh ya.. menyinggung masalah merried nih...
saya dan pasangan saya berbeda keyakinan... tapi kita udah mantap banget
untuk membina hubungan yang lebih serius... berumah tangga...
saya berasal dari nasrani sedangkan pacar muslim... kita udah jalan 3
tahun... udah serius banget...
karena hukum di indonesia melarang pernikahan beda iman, kita mau menikah di
luar negeri.. tapi lagi2 karena biaya, kita harus berpikir seribu kali... yah,
itu karena baik saya maupun dia sama2 ingin mempertahankan keyakinan masing2..
apakah dosa dan aneh jika saya mengajak pasangan saya untuk menikah dengan
saya secara nasrani dan kemudian dia kembali ke imannya semula... aneh tidak?..
jadi nikahnya aja secara nasrani, tapi setelah itu kita ambil keyakinan
masing2..
gimana ya?.... mohon masukannya..
Trims,
Mariah
dimas_blawonx <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pacaran after merid? why not?
okey kalo pendapat kamu itu..? tapi bukankah utk menuju ke pernikahan pasti ada
tahap pre-nikah kan?
apa mungkin kamu ketemu orang trus kamu bilang "merid yuk?" atau sebaliknya...
padahal kamu belum tau siapa dia... apakah ber-keyakinan yang sama?
nggak kan....? tapi smua itu bisa saja terjadi...
semua misteri Illahi... only god knwos why...?
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.