Hai Ratieh,
Assalamu'alaikum..
Langsung aja ya kali ini.
Sampai saat ini aku masih belum menerima balasan imelku yang menanyakan tentang
mantanmu. Entah akan sampai kapan begini terus. Tapi terus terang saja, aku
sudah tidak butuh jawabanmu lagi atas pertanyaanku itu. Jadi sekarang Ratieh
sudah tidak perlu lagi membalas imelku itu. Aku mungkin sudah tahu jawabannya.
Dan itu sudah tidak bisa dirubah.
Boleh saja kamu beralasan ini dan itu tapi anehnya kamu masih bisa sempat
membalas imel Tinuk di milis. Jadi jika suatu hari kamu pernah mendapati aku
terkesan marah, itu karena masalah ini. Dan kamu cuma bisa minta maaf tanpa
tahu apa salahmu. Aneh kan?
Tapi ya sudahlah sekarang kamu sudah tahu apa masalahnya dan maaf aku baru
kasih tahu. Karena setelah aku pikir2, untuk apa aku mencampuri urusan hati
orang lain? Ada hal yang lebih baik dan lebih pasti di Surabaya yang harus aku
selesaikan yaitu, kuliah.
Masalah masa lalu itu, entahlah.
Aku hanya merasa dari hari ke hari semakin banyak saja rahasia2 yang coba
kamu sembunyikan dari ku dan akan baru kamu ceritakan padaku jika aku sudah
terpojok dan aku tidak punya pilihan lain. Contoh kasus nyata, masalah kamu
(maaf) sudah punya anak. Tapi beruntungnya kamu, aku bisa menerima kenyataan
itu tanpa terpaksa karena aku sendiri merasa tidak lebih baik dari masa lalumu.
Entah setelah ini rahasia2 apa lagi yang akan kamu beritahukan padaku.
mungkin kamu akan bercerita dengan bangga padaku bahwa banyak lelaki yang
mencintaimu dan kalian bercinta tapi kemudian kamu dapati aku lah yang paling
mencintai kamu. Oleh sebab itu, mungkin aku agak menuduhmu ketika Ratieh sms
aku bilang ternyata akulah bla....bla...
Aku beritahu kamu, aku bukanlah dewa juga bukan malaikat yang tak
berperasaan. Aku hanyalah manusia biasa yang bisa sakit hatinya meski aku
lelaki. Tubuhku tidak hanya terdiri dari rangka2 mati tapi juga jantung
kehidupan yang juga berdenyut layaknya jantung yang kau miliki. Aku tidak akan
berjanji bahwa aku akan seterusnya menerima kekuranganmu. Sungguh aku tidak
bisa berjanji.
Tapi meski begitu, jika aku menegurmu dan kamu mau patuh, dan berubah maka
aku akan coba menerima kamu dengan keadaan itu tadi sebagai syaratnya. Jangan
pernah berfikir itu akan memberatkan kamu karena lebih berat lagi apa yang aku
rasa jika kamu merasakannya. Sudah ku katakan dulu padamu bahwa tidak mudah
bagiku menerima masa lalu kamu jika bukan karena aku memiliki background yang
sama denganmu.
Masalah terakhir, masalah komunikasi yang katanya sempat hapir membuyarkan
lamunanmu akan aku. Kamu merasa aku tidak mencintaimu dan hubungan kita tidak
jelas, tapi ketika aku mulai membangun komunikasi denganmu by email, kamu ngga
balas lama. Sekarang pertanyaannya, siapa yang menggantung siapa? Sementara
jujur saja aku sekarang malas ngisi Pulsa kecuali kalau terpaksa untuk
koordinasi dengan teman2 untuk mengerjakan tugas2.
Oleh sebab itu, mengertilah Ratieh apa yang aku inginkan.
all of it is if only u love me, seperti yang pernah aku bilang ke kamu
sebelum pertemuan terakhir kita.
/*****************HADIY SUTRISNU*****************
Program Studi Sistem informasi
Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
********************************************************/
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.