>Cuma Dia wanita yang ku puja karena cantiknya . . .
>  Cuma Dia wanita yang ku manja karena imutnya . . .
>  Cuma Dia wanita yang membuat ku gemas karena genitnya . . .
>  Cuma Dia wanita yang membawa spirit karena cintanya . . .
>  Cuma Dia wanita yang mengencangkan urat nadi dan mengalirderaskan darah ku 
> ini karena gairahnya . . .
>  Cuma Dia wanita yang membawa semangat hidup dan bekerja karena motifasinya . 
> . .
>   
>  T.. A .. P .. I .. .. .. ..
>   
>       Aku merasa bersalah telah mencacimaki habis2an di SMS, karena dia pergi 
> dari jam 10.00 pagi sampai jam 23.00 malam ga bilang2 sama aku sekalipun 
> kakak atau ortunya. Aku mencarinya kesana kemari tidak ketemu. aku hubungi 
> HPnya dimatiin. Dia juga ga telpon atau SMS untuk memberitahukan 
> keberadaannya. Dengan penuh perasaan kesal dan penuh emosi aku ngomel dan 
> mencacimakinya habis2an di SMS yang menggantung semua (Pending). Akhirnya Jam 
> 23.00 SMS yang dari sian tadi status pending telah terkirim semua berarti 
> HPnya telah diaktifkan. Masih dengan perasaan emosi aku telpon dia dan tetap 
> tidak diangkat/tersambung. Berulangkali dengan perasaan makin bertambah emosi 
> dan kesal bahkan dendam tetap terus kucoba dan akhirnya dia mau mengangkat 
> telpon (tersambung). Namun sebelum dia mulai bicara aku langsung melontarkan 
> sumpah serapah dan cacimakian yang serendah2nya dan sekotor2nya hingga 
> akhirnya hubungan telpon terputus karena dia mematikannya. Terasa sedikit 
> lega beban emosi
> yg meluap didada dan diOtak Besar, lalu tiba2 nada SMS berbunyi, sms dari 
> siDia yang mengatakan :
>  SMS-Sidia: "Gw pergi sama Nila (temannya) ke LIDO puncak, klo gw bilang sama 
> lo pasti gak boleh ikut. Dan sekarang baru sampe dirumah nila di cikini, trus 
> gw mo nginep karena udah malem ga ada kendaraan".
>  SMS-Aku: "Dasar jablay murahan lo !! emang lo udah niat pengen ngompreng 
> aja. Dasar Pe'cun tengik berhati busuk, egois, sok kecakepan lo. Sekalian aja 
> lo ga usah pulang atau kembali lagi kerumah. Lebih baik lo jadi pelacur aja 
> ikut sama temen lo tu si nila badak yang dari dulu juga gw udah tau klo temen 
> lo itu perempuan ga bener. Mulai hari ini kita Putus, dan jangan datang atau 
> telpon gw. Gw ga butuh wanita murahan kaya lo. Lebih baik gw cari wanita lain 
> lagi yang lebih baik dan orang bener, Ga sperti lo perempuan ga bener". NAJIS 
> LOH !!!".
>   
>  Selanjutnya . . .
>       Detik berganti menit, menit berganti waktu, waktu berganti hari, hari 
> berganti minggu, aku larut dalam kesedihan dan dendam serta kegalauan dan 
> kekecewaan. Jiwa ini benart2 Labil dan rentan. Sebotol MIRAS dan sebatang 
> GELE (Cimenk) yang setiap malam menjadi teman untuk curhat dan mengadu atau 
> menumpahkan air mata kesedihan. Berfoya2 Dugem bahkan Main-main dengan Jablay 
> Discotiq atau Tepi Jalan. Hura2 Mabuk bersama teman2. semua itu kulakukan 
> demi melupakan Dia, dan melupakan kesedihan yg teramat dalam ini.
>  Dan semua itu menjadi keharusan setiap malam. Jika tidak demikian aku tak 
> dapat tidur dan semakin memikirkan hingga semakin larut dalam kesedihan. 
>       Sebulan telah berlalu, namun badan ini terasa kaku, lelah, dan luka 
> kesedihan belum sembuh. Uang tabungan telah habis semua, Keyboard dan Guitar 
> kesayanganku sudah kujual butuh, Cincin dijari manisku 10gram sudah pula 
> kujual. Akhirnya Kesedihan pun bertambah penyesalan. Aku menyesal dan akupun 
> semakin sedih, setiap malam aku menangisi diri yang merana ini. Aku SMS 
> dirinya dan aku meminta maaf padanya;
>  SMS-Aku: "Sayang .. gw minta maaf ya atas segala kehilafan gw yang telah 
> menghina dan melecehkan lo. Sekarang gw sedang menderita dan merindukan lo. 
> lo mau kan memaafkan gw ?".
>  SMS-SiDia: "Oke gw maafkan elo ! Tapi bukan berarti gw mau balik lagi ama 
> lo, terima kasih gw udah cukup sakit atas segala penghinaan lo. dan gw yakin 
> lo pasti bisa dapetin cewek yang lebih cantik dan lebih baik dari gw. Lagian 
> gw kan cewe ga bener untuk apa lo harapkan lagi. Dan Asal lo tau gw ga akan 
> mencari pengganti lo, gw udah males sama laki2, silahkan lo cari aja wanita 
> yang lain utk pendamping lo. Tks".
>   
>       Aku menangis. dan setiap kuceritakan pada siapapun selalu kuiringi 
> tangisan sedih yang tak dapat terbendung. Sampai akhirnya aku berwudu dan 
> sholat lalu aku berdoa menangis dan mengadukan nasibku kepada Allah SWT. Aku 
> mohon ampun dan mohon maaf atas segala dosa2 yang telah pernah kuperbuat, dan 
> aku meminta agar cinta dan sayangku dikembalikan lagi. Alhamdulillah 
> kesedihan yang meremas dadaku ini agak sedikit berkurang dan mulai mereda. 
> namun keinginanku ingin kembali padanya tetap kuharapkan. sudah kucoba 
> menghubunginya telp atau SMS, tetap saja dia bersikukuh pada pendiriannya 
> untuk pergi dariku dan melepaskan cintaku. 
>       Sungguh aku semakin pilu dan merana, serta bingung tak menentu. Kenapa 
> Dia Bisa Seperti Itu ? Begitu mudahnya dia bisa melupakan semua kenangan2 
> indah dengan sekejap, padahal aku tau dulu begitu besar cintanya padaku. 
> Entah apa yang membuat dia demikian ... ?. Dan sampai hari ini aku masih 
> menantinya, aku belum bisa melupakannya atau mencari pengganti dirinya. Tuhan 
> kembalikanlah dia kepelukanku, aku rindu . . .
>   
>       Teman-Teman yang terhormat, yang mungkin merasa kasihan atau iba sama 
> gw tolong bantuin carikan jalannya ya. Tks.

Kirim email ke