jika gitu kisahnya maka bukan kamu tak bisa mencintai perempuan cuma belum ada yang sepaham ajalah sehingga sejadian begitu. kamu mesti menyadari, tak ada ce yang tercipta untuk kita sesuai dengan selera, type kita. pasti setiap orang ada plus minusnya. cari lah ce lain, ato minta bantu sama bidadarimu itu. bukan tidak ada yang cocok tapi belum ketemu aja.
ok selamat berjuang, jangan takut salah, dalam islam ada jalan keluarnya, jika betul ternyata besok tak bisa dicocokkan, maka ambil jalan terakhir berpisah. dan itu sah kok ada, solusi tawaran qur,an itu aja, selamat berjuang In [email protected], "Eko" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- the forwarded message follows --- > > Dear All! > > > Gw Cowok 23 Th krja di Jakarta! > Aku butuh pendapat kalian tentang kisahku! > > selama ini aku ngalamin pacaran 4 kali. semua dah berpisah! tp baru kali ini yang ke ( 4 ) aku bingung tentang hubunganku sendiri! sebelumnya atau tepatnya stlah putus ama cewekku yang ke 3 aku berniat untuk konsen kerja.karena aku brpikir pacaran hanya buang2x waktu saja, akhiranya cm rasa sakit! he...he...! > hingga 3 thun aku menjomblo! sampai akhirnya aku bertemu wanita yang ke-4 ini. > selama aku menjomblo aku merasa karirku cukup baik. statusku berubah, bisa dibilang aku baru naik daunlah! > sampai akhirnya aku mncoba untuk berwiraswasta/membuka usaha kecil sendiri krn ada pihak yang ingin membantu mendanainya! > dalam menjalani usaha ini awalnya baik-baik saja meski jatuh bangun aku mengelolanya bahkan terbilang berkembang sedikit. namun ditengah perjalanan, aku mengalami kebuntuan dalam mengelola usaha ini! bahkan hampir dibilang bangkrut! saat itu aku mngkin cukup putus asa, menyerah dan pasrah! Dan........ > akhirnya aku bertemu denganya "sebut saja dia Bidadariku." > memang aku sudah cukup lama mengenalnya, tp pd awal mengenal dia aku msh angkuh dengan yg namanya wanita. walaupun dalam hati aku memujinya! sampai pada masa kerapuhanku itu, takdir mempersempatkan aku tuk lebih dekat dgnya.ada sesuatu yang lain dgn dirinya saat aku bersamanya. padahal aku ga pernah curhat ama dia! tp dia seolah bisa memberi semangat ke aku! yach.... aku akhirnya bisa bangkit lagi karena dia! yach..... saat itu aku memutuskan bahwa aku jatuh cinta dnganya! namun dari rasa itu aku mnjadi bingung karena status dia adalah tunangan orang lain yang ga aku kenal. tapi disisi lain aku ga bisa ngeliat dia menderita dgn keadaanya. karena hubunganya dengan tunanganya ini sangat tidak harmonis!yach... sampe akhirnya aku mengutarakan isi hatiku! paling tidak aku cukup lega bisa mengutarakanya meski aku tau ia ga bakal bisa menjawabnya!karena aku juga yakin sekali bahwa ia jg ada rasa sama aku! ternyata memang benar ia ga bisa menjawabnya. bahkan > saat aku mendesaknya hatinya ia bahkan menyakiti aku dengan kebohongan hatinya!justru saat ia mencaci maki aku,saat ia bilang bahwa aku hanya menjadi permainanya ia menangis! jujur ngeliat dia menangis aku jg jadi menangis ("cengeng yah aku" Biarrriiiiinnnn.....} "Dari hatiku yg paling dalam bahwa ia adalah orang yg selama ini aku cari, aku merasa ia adalah belahan hatiku dan mungkin 75% ia memiliki rasa yang sama" yach..... aku jg ga bisa memaksa keadaan ini. akhirnya aku coba menerima keadaan. aku harus mampu bertahan dalam kerapuhan dan ketidak mampuan! aku serahkan semuanya ke Tuhan (Allah). aku pasrah, menyerah, tak berdaya! sampai akhirnya kami sepakat untuk menjalin ikatan persaudaraan saja! > > Suatu malam ia curhat sama aku!sebelum ia bertunangan ia mendapat tekanan dari desa bahwa ia akan dilamar oleh orang yang belum ia kenal dengan baik. itu adalah lamaran orang ke-3, sampai akhirnya orantuanya memutuskan untuk segera menikah karena warga didesa sudah berbicara tentang dirinya yang tak karuan! tapi orang tuanya jg menyerahkan pilihan kepadanya untuk mencari pilihan sendiri atau pilihan orang tuanya! saat itu ia merasa tertekan! meski saat itu ia telah punya pacar (yang sekarang mnjadi suaminya) tp ia ragu dengan kepribadian pacarnya itu! mungkin dari pada ia hrs menikah dengan orang yang ga jelas akhirnya ia berbicara pada pacarnya ini bahwa ia akan ditunang kalo dia ga lebih dulu menunangnya (dengan harapan setelah ia bertunangan pacarnya dapat berubah). akhirnya ia dan pacarnya ini bertunangan! namun yang terjadi hubungan dengan tunanganya ini sangat jauh dari harapanya! (bagiku tunanganya ini ga menghargai keberadaanya!) contohnya: > 1. Ia dan tunanganya ini bertatap muka 1 minggu sekali aja belum tentu terkadang 3 minggu baru ketemu. bahkan setiap malam minggu ia lebih mementingkan hobinya daripada menemuinya (meski ia mau menerimanya}. > 2. setiap hpnya dihubungi jarang diangkat!, sms ga pernah dibalas! terkadang sekalinya di angkat tunanganya ini malah marah! > 3. ini mungkin yang sangat menyakitkan baginya.suatu saat tunanganya meminta ia untuk dtng kerumahnya, ia sudah cukup berdandan, tinggal menunggu ia di jemput. ia tunggu dari pagi sampai sore ternyata yang ditunggu ga juga datang tanpa kabar. malah malamnya dapat sms dari tunanganya berkata "KAMU DISURUH DATANG SUSAH AMAT" ia pun menjelaskan bahwa ia sudah menunggunya dari pagi sampai sore. tapi dasar cowo ga tau diri kali ya ?! malah tunanganganya ini berbicara "KAMU DIKIT2x MINTA JEMPUT" padahal ia berkata ke aku dengan tetes air mata, "Bahwa 1 kalipun ia belum pernah meminta sesuatu atau diberi sesuatu darinya!" > Huh.......! rasanya aku ingin menghajar tunanganya ini! > lalu aku sarankan ia mempertanyakan dengan baik2x hubungan keseriusanya tunanganya ini! itupun sudah ia lakukan, tapi jawaban dari tunanganya hanya diam dan maaf! dan banyak masalah lain sebelum ini bila dipertanyakan tunanganya selalu diam! seolah ia berbicara dengan batu! > Setelah tahu sperti itu aku sebagai orang yang sangat menyayanginya tidak dpt menerima perlakuan tunanganya itu! lalu aku berniat untuk menolongnya tp disatu sisi aku harus bisa menikahinya dalam waktu sedekat ini! yach...... ia cerita sama aku 2 minggu sebelum hari pernikahanya! dan 1 minggu ini ia dan tunanganya ga pernah berkomunikasi sedetikpun meski lewat HP. seolah tunanganya ini lenyap ditelan bumi! (aku harap sich gitu). masalahnya persiapanku dari segi keuangan ga mencukupi untuk menikahinya! karena hampir semua tabunganku ( dari 20 jt skrng tinggal 3 jt) telah aku investasikan pada usaha yg aku kelola! sedang sekarang usaha yang aku kelola sedang mengalami kemunduran! ingin aku cerita sama ortu tp ortuku sudah lama ga krja karena fisiknya lemah dan mungkin ia jg tdk dpt membantuku karena selama ini aku termasuk tulang punggung mereka (krna aku anak cowok satu2xnya) malangnya lagi aku punya bapak yang terasa malah aku punya anak He.....he... > (karena bapakku dulu ga bertanggung jawab dan sekarang kembali dngan kami setelah ia tak dapat berbuat apa2x) "pokoknya keluargaku morat-marit!". kakakku sdh punya keluarga dan mereka sepertinya jg ga bisa bantu karena kehidupanya pas-passan. lbh baik aku simpan saja daripada nambah beban ortuku! > kembali lagi yach.....! > ia sendiri tidak dapat mengambil keputusan karena tunangan ini terjadi karena ia yang meminta! di satu sisi bila ia yang memutuskan ia harus mau untuk dijodohkan! > Sampai aku bilang sama dia kalo mau menunggu 6 bulan lagi aku akan dpt menikahinya! tp rasanya itu waktu yg lama dengan keadaan seperti ini! > 1 kali lagi aku pasrah, menyerah, tak berdaya. > dan aku hanya dapat meyakinkan dia untuk berani menceritakan tentang tunanganya pada orangtuanya agar dapat memahami keadaanya ini! (Harapanku agar ortunya paling tidak menunda pernikahanya!) Tp kalo dia cerita pasti ia harus mau dijodohkan?! > apalagi semua persiapan didesa sudah begitu sangat siap, undangan beberapa jg sudah disebar! ahhh...... Tuhan...... cobaan macam apalgi ini! > yg pasti ia jg sangat berat meninggalkan aku begitu juga aku! > akhirnya ia pulang kedesa, anehnya ia pulang sendirian bukan dengan tunanganya, kata tunanganya ia akan menyusul!. > saat pulang kedesa akulah yang mengantarnya!, akulah yang mencarikan tiketnya, sedang tunanganya 2 jam sebelum berangkat diberi kabar lewat sms ia hanya membalas "Hati-hati!" > sesampainya ia didesa ia tak kuasa mengutarakan isi hatinya setelah melihat semua persiapan yang ada! > ia pun pasrah, ia menyerah, ia........???????? > dan malam sebelum hari pernikahanya ia bilang sama aku bahwa sampai saat itu namakulah yg selalu ada dihatinya! > bahwa ia ga akan bisa ngelupain aku! begitu juga aku! dan di malam itu aku berjanji, aku berkata denganya"Adikku kalo memang yang kamu jalani ini adalah pengorbanan tuk keluarga yang masih butuh perjuangan!, Izinkan aku untuk berjuang dengamu & berkorban bersamamu!" Meski ia menjawab jangan, tp aku bersikeras untuk menunggunya sampai aku yakin bahwa ia telah bahagia! > Sekarang telah 2 bulan berjalan! aku jg msh dpt melihatnya (karena kantornya dan kantorku bersebelahan) krna ia memutuskan untuk melanjutkan bekerja! tp aku membatasi diri untuk bertemu denganya, karena melihat ia bahagia aku sakit melihat ia sedih tambah sakit!. itulah yang kurasakan! kalaupun nantinya ia berpisah aku harap bukan karena aku! dan aku hanya akan menunggu makanya aku menjauh darinya! > Apa aku dosa berkata seperti apa yang kukatakan pada malam sblum ia menikah? > Sebaiknya menurut kalian aku harus bagaimana? > Apa cukup baik keputusanku itu meski sampai sekarang aku terbelenggu dengan sesuatu yang aku tak tahu? > AKU BINGUNG > > Ditunggu saranya ya....................!!!!!!!!!!!!!!!!! > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com >

