Betul, saya setuju sekali, semoga kita semua diberikan penerangan dan bimbingan
kejalan yang lurus, saya juga mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2008
bagi semua saudara saya yang menjalani sebangsa dan setanah air Indonesia
tercinta ini.
----- Original Message ----
From: Mustafa Dandenong <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, December 23, 2007 12:52:33 PM
Subject: [CuRhAt] Kami Sekeluarga Mengucapkan Selamat Natal 2007 dan Tahun Baru
2008, Tuhan Memberkati.
Kami adalah Keluarga Islam-Kristen- Katolik, mengucapkan Selamat Natal 2007
bagi yang merayakan dan Selamat Tahun Baru 2008 bagi semua, Tuhan Memberkati..
......
Kami saudara sekandung serta sanak famili, semua agamanya macam-macam berbeda
antara satu dengan lainnya, ada yang Islam, ada yang Katholik ada yang Kristen.
Jadi kalau kebetulan saudara kami yang Islam dinikahkan di masjid maka kamipun
berdujun-dujun ikut menghadiri dan menyaksikan dengan perasaan bahagia dan
sukacita, karena juga bisa ketemu saudara-saudara sebelum dilanjutkan ke acara
resepsi.
Demikian juga sebaliknya kalau saudara kami yang Kristen atau Katolik kawin
digereja kamipun ikut rame-rame kegereja menyaksikan dengan hati gembira dan
penuh cinta kasih. Suasananya kok gembira, gelaktawa,bercanda- ria sambil
berhaha-hihi penuh persaudaraan dan keakraban, tidak pernah terpikirkan apakah
ada larangan-larangan tertentu, apalagi memikirkan sanksi2 agama masing2
perbedaab agama ini. Kami tidak ingin dibatasi oleh larangan dan hukum agama
atas perbuatan baik yg kami lakukan dengan saudara, serta sanak famili kami.
Demikian juga kalau Lebaran kami biasanya berkumpul dirumah saudara tertua yang
kebetulan beragama Islam dan kalau Natal kita ngumpulnya dirumah saudara yang
Kristen atau Katholik untuk ikut mengobati kangen, makan-minum bersama dan
sekaligus mengucapkan selamat Lebaran ataupun Natal, yang pada hari2 tersebut
adalah hari libur jadi ada kesempatan ngumpul. Semua penuh bahagia, damai
sejahtera serta penuh sukacita.
Apakah tradisi ini harus kami korbankan demi agama, dimanna didalamnya terdapat
hukum yg dirasakan sangat menyakitkan seperti memberi julukan kepada mereka dgn
sebutan, "Haram, kafir atau sesat, tidak selamat, masuk neraka" serta macam2
istilah dan definisi yang penuh kebencian karena hanya dibatasi oleh sebuah
dogma agama.
Kami sekeluarga besar )saudara dan sanak famili mempunyai komitmen, bahwa
segala pikiran, ucapan dan perbuatan harus baik dan benar, saling mengasihi dan
menolong satu dengan lainnya, bukan mencari perbedaan sehingga saling membenci
dan bermusuhan.
Tidak...tidak. ..tidak.. ....., Sebab kebaikan adalah untuk kita semua, untuk
sesama, saling mengasihi sehingga hidup ini benar2 bahagia, damai sejahtera
dan penuh sukacita !!!
Apakah Allah begitu kejamnya terhadap manusia, sehingga membenci kita, kalau
kita membuat kekeliruan, bukankah lebih kalau kami dibimbing dan dibina,
apalagi kita sungguh sangat merasakan kasih diantara saudara dan sanak famili.
Matahari saja akan selalu menyinari setiap insan manusia baik yg jahat maupun
yg baik tanpa membedakan, kenapa agama yg diajarkan Allah harus membedakan
diantara manusia sendiri, hanya karena perbedaan pandangan dan iman, benarkah
itu ???
Oh, begitu kejamkah ajaran agama itu, kalau ada manusia yang tidak se-iman akan
menyebabkan mereka yang beriman rugi dan menderita, sehingga harus dimusuhi...?
??
Selamat tinggal dan Selamat Jalan wahai sang kejam, sang keji dan sang
biadab...... .!!!
SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2007 BAGI YANG MERAYAKAN
DAN
SELAMAT TAHUN BARU 2008
Shalom,
Mustafa Dandenong dan Sekel. Besar
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ