Semoga berguna
======================== 
"Memperkuat Rasa Syukur"
Di artikel sebelumnya telah saya jelaskan bahwa, rasa syukur yang tulus akan 
mengaktifkan Law of Attraction atau keberuntungan dalam hidup kita. Lalu 
bagaimanakah caranya memupuk dan mengembangkan rasa syukur kita ? 
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, terutama bagi Anda yang belum 
menjadikan syukur sebagai sesuatu yang otomatis. 
Cara pertama adalah dengan membuat Jurnal Rasa Syukur, yaitu sebuah buku atau 
catatan harian yang berisi semua ungkapan rasa syukur, ucapan terima kasih, 
kesenangan atau peristiwa keberuntungan yang Anda alami selama ini. Michael 
Losier menyebutnya sebagai Jurnal Bukti Kemakmuran (Journal of Abundance 
Evidence). Saya lebih senang menyebutnya sebagai Buku Harian Keberuntungan 
(Lucky Diary) sebagaimana istilah yang dikemukakan oleh Richard Wiseman dalam 
bukunya Luck Factor. 
Dengan membuat Buku Harian Keberuntungan, maka kita akan menyadari bahwa nikmat 
yang diberikan Tuhan itu sangat banyak yang sudah kita rasakan, walaupun 
sebenarnya sangat jauh lebih banyak dari yang kita mampu menghitungnya. Dengan 
membuat Buku Harian Keberuntungan, kita akan lebih menyadari betapa Tuhan 
mencintai makhlukNya. Betapa beruntungnya kita. Dengan kesadaran itu, maka kita 
akan mudah bersyukur kepadaNya. Buku Harian Keberuntungan juga akan membuat 
kita terus merasa berkelimpahan. Perasaan kita jadi enak (feel good) dan pada 
akhirnya akan mengaktifkan Hukum Ketertarikan.
Bagi orang-orang yang merasa bahwa hidupnya belum beruntung, penuh dengan 
kesialan dan penderitaan, maka cara ini cocok untuk dilakukan. Karena jika 
orang-orang semacam ini terus mengeluh dan mengeluh terus, maka mereka akan 
semakin jauh dari keberuntungan. Hukum Ketertarikan tidak akan bekerja pada 
orang-orang yang feel bad. Oleh sebab itu bersyukurlah agar bisa feel good. 
Bersyukurlah terhadap hal-hal rutin yang jarang kita syukuri, misalnya 
kesehatan kita, keluarga kita dan sebagainya.
Cara kedua adalah dengan "melihat ke bawah", yaitu memperhatikan orang-orang 
yang lebih "tidak beruntung" dibandingkan kita, antara lain orang-orang yang 
lebih miskin, lebih bodoh,  lebih susah, lebih menderita, lebih gendut, lebih 
jelek, lebih sial dan sejenisnya. 
Bersyukurlah karena Anda memiliki pekerjaan, sementara banyak orang terpaksa 
harus mengemis untuk hidup. (Lihat di jalanan, banyak anak-anak terpaksa 
mengemis agar tetap survive). Bersyukurlah Anda dapat mengenyam pendidikan yang 
layak, sementara banyak orang yang membacapun tidak bisa. (Lihat di daerah 
terpencil dimana para orang tua belum sadar dengan pentingnya pendidikan). 
Bersyukurlah Anda masih dapat makan tiga kali sehari, sementara di belahan 
dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kurang gizi (Lihat 
di beberapa negara Afrika yang rakyatnya menderita karena perang dan 
kelaparan). Dan bersyukurlah karena Anda masih dapat bernafas, sementara banyak 
orang yang untuk bernafas saja masih memerlukan bantuan. (Lihat di berbagai 
rumah sakit dimana orang memerlukan alat dan 'mesin' agar bisa tetap bernafas).
Cara ini juga bisa dipakai jika Anda mengalami suatu kesialan atau kejadian 
yang tidak menguntungkan. Pandanglah kesialan Anda dari sisi yang positif, 
perlunaklah dampak kesialan itu dan bayangkan bahwa keadaan bisa lebih buruk 
lagi. Ungkapan-ungkapan seperti, "Untung cuma kepleset, coba kalau jatuh", 
"Untung masih selamat, penumpang yang lain pada mati", "Syukurlah hanya rugi 
sedikit, belum sampai satu milyar", "Tidak naik kelas nggak apa-apa, berarti 
guru-gurumu masih menyayangimu", "Gajiku hanya naik 5%, tapi aku bersyukur 
karena di perusahaan lain banyak yang tidak naik gaji" dan sebagainya, adalah 
contoh-contoh memandang kesialan atau ketidakberuntungan secara positif agar 
Anda tidak semakin larut dalam kesedihan dan Anda akan tetap bersyukur. Saya 
kira dalam falsafah Jawa sangat dikenal prinsip ini, makanya banyak orang tua 
memberi nama anaknya "Untung" atau "Bejo".
Mungkin Anda bertanya, "Lha, kalau kita bersyukur terus, kapan majunya, apakah 
ini tidak berarti pasrah dengan keadaan dan tak mau berusaha agar lebih baik ?" 
Pertanyaan yang bagus. Tetapi harus diingat bahwa kita berbicara mengenai hal 
yang telah terjadi, bukan masa depan. Ini hanyalah masalah waktu terjadinya 
(kalau di dalam pelajaran Bahasa Inggris disebut dengan tenses, ada past tense 
ada juga future tense). Kunci jawabannya adalah "semua yang telah terjadi harus 
disyukuri", karena tidak ada gunanya disesali. Aa Gym sering membuat 
perumpamaan, "Kalau nasi sudah menjadi bubur, ya sudah. Tambahkan santan, kasih 
irisan daging ayam, kasih bawang goreng dan krupuk. Maka jadilah bubur ayam." 
Jadi, ambil sisi positif dari kejadian yang sudah terjadi. Sedangkan yang 
menyangkut masa depan, boleh disyukuri dan sangat disarankan untuk mengharapkan 
yang lebih baik. Bisa dipahami kan ?
Kembali ke cara bersyukur, cara yang ketiga adalah dengan banyak memberi, 
bersedekah, bermurah hati dan melayani orang lain. Dengan banyak memberi (bukan 
hanya uang, tetapi apapun juga), maka akan tercipta mentalitas kelimpahan 
(abundance consciousness) sehingga kita akan lebih bersyukur lagi dan akan 
mengaktivasi Hukum Ketertarikan. Akhirnya hidup kita akan lebih beruntung lagi. 
Begitu seterusnya, yang akan berulang lagi seperti sebuah siklus atau 
lingkaran, tapi lingkaran malaikat, bukan lingkaran setan. 
Dan cara keempat, mulai dan akhiri hidup Anda setiap hari dengan rasa syukur. 
Ketika mau tidur, ucapkan syukur kepada Tuhan, masukkanlah ke dalam hati, 
rasakan betapa Tuhan telah melindungi hidup Anda selama seharian penuh. 
Teruslah mengucap syukur sampai Anda terlelap dalam tidur (saat otak dalam 
gelombang alpha atau theta). Dengan demikian maka tidur Anda akan tenang dan 
damai, tidur yang berkualitas, tidur yang bisa menghadirkan ide-ide segar 
ketika Anda 'pasif' di gelombang alpha, theta dan delta. Demikian pula, lakukan 
hal yang sama ketika Anda bangun tidur di pagi hari. Bersyukurlah karena Tuhan 
(melalui para malaikatNya) telah menjaga Anda sepanjang malam. Bersyukurlah 
karena Anda bisa bangun dengan segar di pagi hari dan siap untuk melakukan 
aktivitas dengan bersemangat lagi di hari yang baru. Dengan cara itu maka hidup 
Anda akan selalu diliputi oleh rasa syukur. Wish You Luck. (SA).

=======================================


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke