Nafsu manusia kadang seperti air. Tak pernah henti untuk selalu mengalir. Selama masih ada celah, di situlah air mengalir. Bedanya dengan air yang mengalir ke tempat lebih rendah, nafsu terus mengalir ke arah sebaliknya.
Pola hidup mewah yang dipertontonkan kepada rakyat oleh pejabat atau aparatur negara & Selebritis jelas sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan cita-cita perjuangan bangsa sebagaimana yang terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945, khususnya nilai-nilai kemanusiaan ditengah sengsarany rakyat menghadapi harga-harga yang melambung tinggi, ditengah busung lapar. wajarkah mereka seperti itu. siapa yang dimaksud dengan pejabat atau aparatur negara? Dalam Tap MPR No. II/MR/1998 disebutkan bahwa aparatur negara adalah keseluruhan lembaga dan pejabat negara serta pemerintahan negara yang meliputi aparatur kenegaraan dan pemerintahan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat; bertugas dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan negara dan pembangunan; serta senantiasa mengabdi dan setia kepada kepentingan, nilai-nilai dan cita-cita perjuangan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Saat ini banyak rakyat indonesia kurang memahami toleransi, saat ini kita juga dipacu untuk berlomba memamerkan kekayaan yang kita punya, dari mobil mewah, rumah mewah, berlian, emas, dan lainya, tidak kah kita memiliki kepekaan terhadap sesama? Manusia bisa dibilang makhluk yang jarang cepat puas. Selalu saja ujung dari sebuah pencarian lagi-lagi bertemu pada satu titik: kurang. Keadaan itu persis seperti orang yang selalu mendongak ke atas. Dan lengah menatap ke bawah. Ketidakpekaan itu akhirnya menggiring diri untuk tampil tak peduli. Kesederhanaan menjadi barang langka. Ada semangat tampil serba wah. Ada bahasa yang sedang diungkapkan, "Saya memang beda dengan kalian!" Karena, pada dasarnya, timbulnya korupsi di negara kita salah satu penyebab utamanya adalah karena kebiasaan hidup mewah padahal gaji pas-pasan. Saya yakin banyak contoh kejadian yang membuat kita harus trenyuh mengelus dada. Tapi semua orang merasa tidak ada yang bisa dilakukan. Begitulah kehidupan menurut kita. Sehingga semakin lama orang semakin terjebak kepada untuk bertahan harus punya uang, yang banyak, bagaimana pun caranya. Ada yang korupsi, ada yang menjual diri, ada yang memakan teman sendiri, bahkan saudara sendiri. Banyak orang yang berteriak-teriak bahwa uang bukanlah segalanya. Tapi semakin lama semakin terasa bahwa teriakan-teriakan ini seperti sebuah teriakan di tengah keriuhan. Tak ada yang peduli, dan kalau pun ada yang mendengar, dianggap hanya sebuah nasihat klise untuk berbasa-basi mengungkap sebuah kata bijak. Dan akhirnya,.. sebagian dari kita menganggap bahwa banyak uang itu enak. Kata 'kaya', yang kemudian dikonotasikan sebagai 'banyak uang' dianggap sebagai sesuatu yang indah dan membahagiakan. Membuat segalanya menjadi mudah. Untuk mengubah itu semua, bagaimana kalau kita mereformasi istilah kaya. Saya akan teriakan kepada Anda, bahwa kaya itu berarti hidup sederhana, bahwa kaya itu bermakna menginginkan sesuatu tidak lebih atas apa yang kita butuhkan. Karena di dalam kehidupan kita yang hanya sebentar ini, kaya wawasan, kaya pemikiran, kaya kebijaksanaan, kaya hati, jauh lebih memberikan makna dari pada hanya sekedar kaya uang. Lalu apa kerugian hidup bermewah-mewah? Di zaman sekarang kemewahan bisa membawa bencana. Minimal dicurigai orang lain. Siksaan pertama dari kemewahan adalah ingin pamer, ingin diketahui orang lain. Siksaan kedua dari kemewahan adalah takut ada saingan. Pemuja kemewahan akan mudah dengkinya kepada yang punya lebih. Penyakit ketiga cemas, takut rusak, takut dicuri. Makin mahal barang yang dimiliki, kita akan semakin takut kehilangan. Tampaknya, pola hidup sederhana harus dibudayakan kembali di masyarakat. Tak terkecuali di keluarga kita. diri kita harus lebih dari orang lain, tidak senang dengan kemewahan, dan mampu mengendalikan diri dari hidup bermewah-mewah. Sederhana adalah suatu keindahan. Mengapa? Karena seseorang yang sederhana akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah meraba penderitaan orang lain. Jadi bagi orang yang merasa penampilannya kurang indah, perindahlah dengan kesederhanaan. Sederhana adalah buah dari kekuatan mengendalikan keinginan. Banyak hal yang membuat kita kehilangan sifat sederhana Ketika terjadi proses melengkapi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan mungkin hal-hal lain seperti alat komunikasi; ada pergeseran yang nyaris tanpa terasa. Sebuah pergerserandari nilai fungsi kepada nilai gengsi. sederhana adalah suatu keindahan. Mengapa? Karena seseorang yang sederhana akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah meraba penderitaan orang lain. Jadi bagi orang yang merasa penampilannya kurang indah, perindahlah dengan kesederhanaan. Sederhana adalah buah dari kekuatan mengendalikan keinginan. ternyata di negara manapun orang yang bersahaja itu lebih disegani, lebih dihormati daripada orang yang bergelimang kemewahan. Apalagi mewahnya tidak jelas asal-usulnya. Meraih segala kemampuan materi memang sulit. Tapi lebih sulit lagi mengendalikannya menjadi tampilan sederhana. Karena nafsu memang tidak pernah berhenti mengalir ke segala arah. mari wujudkan kehidupan sederhana, dan mari kita mulai dari diri kita sendiri. sudah kah anda sederhana hari ini. -- Best Regard Erwin Arianto,SE エルイン アリアント (内部監査事務局) ------------------------------------- SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY

