Pagi ini saya mendapatkan undangan di meja kerja saya untuk mengikuti
peringatan hari buruh besok tepat 1 mei di Gelora Bung Karno,dari SPSI
kantor. buruh  adalah semua orang yang bekerja dan mempunyai upah. Populasi
buruh di Indonesia , baik informal maupun formal, sebanyak lebih dari 80
juta jiwa. Melihat dari jumlah tersebut, maka bisa dipastikan buruh adalah
elemen masyarakat yang penting untuk dibela dan diberdayakan.

Tapi saat ini sungguh sangat menyedihkan nasib kaum buruh ini, dari
tertindasnya kaum buruh dengan adanya sistem Outsourcing, yang kapan saja
bisa di pecat perusahan bila tidak suka, Adanya Pembatasan pesangon hanya di
batasi 5x gaji. Pemberlakuan kerja melebih jam kerja kantor dan banyak lagi
persoalan yang dihadapi para buruh saat ini.

Nasib Buruh seperti santan kelapa, maksudnya apa..? seperti santan kelapa
untuk mendapatkan gaji atau upah buruh harus siap di peras tenaganya hingga
maksimal dengan pendapatan  yang Sedikit lalu habis dan tidak bisa memenuhi
kebutuhan satu bulan. coba sedikit kalkulasi bodoh yang kita lakukan. UMR
sekitar +/-Rp 900.000/bulan / Rp.30.000/hari. cukupkah dengan UMR sebesar
itu buruh untuk hidup? coba bandingkan dengan gaji DPR Yang Lebih dari 20X
gaji UMR ++ Uang yang dikorupsi. Jadi benarkah Dewan Perwakilan Rakyat
mewakili rakyat yang notabene adalah Kaum buruh ini..?

Cukupkah UMR Untuk Hidup dalam satu bulan untuk kaum buru, Jawabnya ya harus
cukup, ditengah melambungnya harga Gas/Minyak tanah, Harga beras yang
tinggi,kebutuhan Sembako lalu bisakah buruh hidup sejahtera, Jawabnya dengan
jelas dan lugas adalah tidak bisa, lalu adkah solusi untuk ini, jawabnya
sekali lagi tidak ada. Jika jujur di tanya pada hati nurani tidak ada 1
orang pun yang menginginkan menjadi buruh, tapi sistem keadaan ekonomi yang
ada membuat keadan seperti ini.

Buruh adalah lambang dari Penyiksaan fisik dan nurani dipentaskan
berkali-kali, dan penonton yang tak bertepuk tangan itu tetap diam, tidak
beranjak dari kursinya. Nyaman menikmati hidangan yang tersaji untuk
menggendutkan perut-perut yang sudah membuncit itu oleh oknum pejabat,
Aparat  dan Pengusaha hitam, dan sebuah pengakalan buruh yang terjadi
sistematik dengan rencana perubahan UU 13.

Kita selalu melihat Paradoks yang sama, yang terjadi berulang-ulang, dan
pihak yang punya kewenangan jika ditanya selalu memberikan jawaban buntu.
Lalu siapalah Pejabat ini? Hanya ingat kebobrokan negeri ini di kala
kekurangan, dan sekejap saja melupakan jika sedang perut terasa kenyang.
Cuma bisa teriak-teriak saat ingat, tapi kemudian lena karena menang
sumpeknya persoalan hidup sehari-hari.

Sejarah awal May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja
untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan
kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis
ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan
Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya
upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan
dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh
pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja
pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut
bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk
menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di
Amerika Serikat.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota
New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam
kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran
penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya,
gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa,
Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres
ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam
sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National
Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum
kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi
landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada
Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk,
selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat
baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and
Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872
[1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1
Mei 1886.

Besok adalah tanggal 1 Mei saatnya buruh indonesia memperingati harinya,
saat nya kaum buruh meminta dengan damai kepada pemerintah untuk dapat
meningkatkan kesejahteraan kaum buruh, yang hampir 80 juta jiwa penduduk
indonesia adalah buruh, tetapi inilah indonesia, selalu kaum buruh  yang
banyak yang tertindas oleh kalangan sedikit pejabat yang berwenang.

Selamat Hari Buruh International... Maka Buruh Bersatulah...semoga dapat
terwujud Buruh indonesia yang sejahtera.... bukan buruh yang hanya dapat
Upah Minimum....


Depok 30 Mei 2008
Erwin Arianto


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke