Dalam Perbincangan dengan Seorang sahabat dalam Chat, beliau menanyakan
tentang makna takdir dan kehidupan yang dijalaninya. Takdir memang sesuatu
yang tak mudah untuk dipahami. Takdir merupakan salah satu dari ketentuan
Tuhan Yang Maha Agung. Karena Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu,
sumber dari segala ilmu dan intelegensi, pencipta alam semesta dan seisinya,
maka barangkali kita terlalu menggampangkan pemahaman tentang takdir jika
kita hanya menggunakan logika yang simpel   takdir adalah sesuatu yang cukup
kompleks untuk dipahami dengan logika manusia.

Sampai hari ini dari berbagai macam pendapat mengenai takdir, secara garis
besar Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara
berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas
sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh Tuhan. Golongan
yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan,
tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang
berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan
Tuhan, ada campur tangan Tuhan, tapi kita pun memiliki pilihan untuk
melakukan sesuatu. Dalam menuliskan tulisan ini jujur saya harus banyak
bertanya, membaca buku dan merenung, suatu pertanyan yang mudah ditanyakan
tetapi sangat sukar untuk dijelaskan.

Menurut saya, campur tangan Tuhan di dunia ini, "diwakili" oleh ketentuan
yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur
bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari
aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat
oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami
aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan
sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang
tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Tuhan
benar-benar mengambil alih dan "menyentil" kehidupan kita dengan caranya
yang tidak bisa kita pahami.

Kita pada dasarnya tak kuasa mengubah Takdir, tetapi Tuhan berkuasa. Kita
wajib bekerja dan berikhtiar, supaya diubah nasib kita oleh Tuhan, diubahNya
isi 'Ummul Kitab' itu menurut kehendakNya, yang tidak dapat dihalangi orang
lain sedikitpun. Mengapa kita wajib berikhtiar?Sebab, Dia tidak akan merubah
untung nasib yang menimpa kita, sebelum kita rubah lebih dahulu:

"Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu
merubah nasibnya sendiri."

Nasib bisa berubah, asal diikhtiarkan merubahnya lebih dahulu. Kehinaan
ummat yang sekarang bukan didatangkan Tuhan dengan tiba-tiba, tetapi ummat
itulah yang memilih kehinaan. Kemuliaan yang tercapai oleh pemeluk agama
lain, setelah mereka ikhtiarkan pula lebih dahulu; mendatangkan kemuliaan
kepada orang yang pemalas walaupun bagus pengajaran agamanya, atau
mendatangkan kehinaan kepada orang yang berusaha walaupun pelajaran agamanya
kurang bagus, alamat tidak ada keadilan.

Tuhan Maha Kuasa, kuasa Dia memberikan kemuliaan kepada si goblok, kuasa
pula memberikan kemiskinan kepada ummat yang giat bekerja. Tetapi kalau
Tuhan melakukan kekuasaan demikian, tandanya Dia tidak adil. Padahal di
antara Kekuasaan dengan Keadilan, tidak dapat dipisahkan.Jadi, walau tidak
secara mutlak mampu mengubah takdir, kita bisa mengubah takdir kita di bawah
Kekuasaan dan KeadilanNya.

Buya Hamka menyatakan:

… Luh Mahfuz itu adalah 'Ummul Kitab', ibu dari kitab dan nasib, yang
memegang dan mengaturnya adalah Tuhan sendiri, isinya menurut kehendak
Tuhan, bukan menurut kehendak kita. Tuhan bisa merubah, juga bisa
menghapuskan dan bisa menetapkan, bahkan juga menambah, bukan tetap begitu
saja.

Sungguhlah keliru bila seseorang mengingat takdir hanya pada saat terjadinya
malapetaka, sebaliknya kita melupakan takdir pada saat meraih kesuksesan.
Manusia hamper semuanya selalu menutupi kesalahannya dengan berdalih takdir.
Kita terkadang menempatkan takdir secara tidak semestinya. Takdir bisa
beralih fungsi menjadi sebuah kambing hitam. Alangkah enaknya jika perbuatan
yang dilakukan oleh seseorang menjadikannya tak punya tanggungan dengan cara
mengatasnamakan takdir. Contoh Ketika kegagalan datang, kita menyebut itu
takdir kita, Kala Kita berbuat salah itu pun takdir kita.

Memang, di zaman penuh persaingan sekarang, ketika manusia yang menghuni
bumi lebih dari 6 milyar orang, mereka-mereka yang duduk diam dan cuma
melafalkan doa agar rezeki datang tanpa usaha fisik, mungkin dapat saja
dituding kurang akal. Hidup itu menjemput bola bukan menunggu bola. Hal ini
seperti firman allah SWT yang kurang lebih artinya

"bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah
untuk akhiratmu seakan esok kamu akan mati".

Dengan memahami bahwa diri kita sendirilah yang menentukan jalan hidup kita,
maka kita tidak bisa hanya menyalahkan takdir jika keadaan kita saat ini
tidak sesuai dengan kehendak hati. Sedapat mungkin berusahalah agar keluar
dari kesulitan. Karena takdir adalah seperti sebuah sistem, nasib kita
bukanlah suatu hal yang sudah terpatok mati, melainkan bisa berubah jika
kita benar-benar punya kemauan untuk merubahnya.

Bagi yang mungkin telah Paham, takdir itu tentunya selalu akan mendatangkan
dua hal: syukur (ketika mendapat berkah) dan sabar (ketika yang diperoleh
tidak seperti yang diharapkan). Dalam makna yang paling luas, takdir akan
sangat jauh dari sekedar sebuah keniscayaan. Jelas bukan sesuatu yang
sifatnya taken for granted.

Sesuatu baru masuk dalam koridor takdir, apabila kita telah berupaya keras
sedaya upaya, telah melakukan semua yang mungkin tanpa terkecuali, baru
setelah itulah takdir tertetapkan. Bahwa hasil pekerjaan dapat menjadi
sangat ranum dan penuh berkah. Namun, juga, dapat saja tak bernas, hanya
kering dan hampa. Menurut saya Takdir hanya ada pasca usaha.

Tulisan ini hanya sebuah pemikiran Kecil dari saya yang saya dapat dari
berbagai sumber untuk mencoba memahami takdir menurut saya.. jika ada rekan
yang berniat untuk sumbang saran saya persilahkan. Saya hanya mahluk yang
kurang dalam pengetahuan tentang takdir, bila ada pihak yang tidak berkenan
dengan tulisan ini bisa langsung menghubungi saya pada
[EMAIL PROTECTED]

Depok 14 May 2008
Erwin Arianto


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke