Sungguh Kagum terhadap seorang "guru" yang sangat bijaksana memberi saya
petuah tentang hidup dan permasalahan yang saya hadapi. Guru saya
menjelaskan bahwa sebenarnya untuk bisa dinilai sebagai seorang bijak
bukanlah pengetahuan ataupun pengalaman yang penting, tetapi bersedia untuk
lebih
mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri.  orang mulai
dinilai bijak apabila ia sudah dapat menyadari kekosongan atau menghilangkan
rasa egonya.

Bijaksana tidak bisa dilihat dari umur seseorang. Bijaksana adalah suatu
pola pikir yang santun dan bertanggung jawab dalam melihat suatu masalah
yang ada. Bijaksana hanya biasa terwujud jika kita dapat mengendalikan emosi
kita, dan melihat masalah dari berbagai kaca mata. Sehingga keputusan yang
diambil adalah keputusan yang santun dan bertanggungjawab.

Kebijaksanaan seseorang juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan, masa lalu,
pendidikan, dan iman.Tetapi menjadi bijaksana dapat dilatih, dapat
dipelajari, dan akhirnya dapat diamalkan. lalu bagaimana cara kita menjadi
bijaksana.

1.selalu mengevaluasi diri apa adanya (kekuatan dan kelemahan) sebelum
mengevaluasi orang lain,sekaligus  mau mengakui kelemahan diri kita
2.selalu memprioritaskan pengunaan sumberdaya secara optimum (tidak boros)
tanpa merugikan pihak lain;
3.berempati terhadap orang lain yang sedang mengalami duka atau sukacita;
4.menahan emosi (bersabar dan menahan amarah) atas kritik orang lain tentang
diri kita;
5.menjadi pendengar dan pembicara yang baik (ucapan,bahasa tubuh,kadar
emosi);
6.merespon pendapat orang lain tanpa harus menyakiti orang tersebut; dan
hendaknya memberi jalan keluarnya;
7.berpenampilan murah senyum dan tidak kikir menghargai orang lain;sekaligus
menihilkan sifat menyakiti orang lain;
8. menunjukkan kerendahan hati namun tidak rendah diri kecuali di hadapan
Allah;
9.selalu menambah ilmu pengetahuan utamanya agama dan memanfaatkannya demi
rahmatan lil alamin;
10.Mensyukuri apapun yang diberikan Allah kepada kita;11. mengurangi rasa
kesedihan atas kehidupan yang keras; bersabar dan siap-siaplah menerima
pertolongan yang segera datang dari Allah;

Bijaksana bukan tuntutan, tetapi seharusnya sudah inheren bagi diri kita.
Makhluk tuhan yang hidup dalam banyak ragam kehidupan. Karena kehidupan yang
normal adalah adanya keseimbangan

hidup. Orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan
orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya
adalah menghancurkan orang lain.Dengan bisa bersikap bijaksana, kehidupan
yang kita jalani akan lebih baik dan bermanfaat bagi kita. mari kita mencoba
menjadi lebih bijak dalam hidup dan kehidupan ini.

"Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Bijaksana itu…?"
Depok 15 January 2008

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke