Dalam Minggu Kemarin ada beberapa kejadian yang membuat saya berfikir apa
yang saya sudah lakukan dalam mengisi hidup ini sudah benar atau tidak ,
yang pertama Kematian Orang tua (Ayah) sahabat saya seorang Motivator Bapak
Eko jalu santoso, Yang kedua Kematian Sahabat saya seorang driver di Kantor
Karena Terkena kanker Prostat, Yang ketiga Kematian Sahabat Karib saya
sewaktu SD, Bapak Sumartono.

Kematian Sumar/ Sumartono, saya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan
beliau, perjumpaan saya diawali, Pak Sumar, sering mendapat email dari saya
dari milist, dan sebulan lalu, beliau mencoba mengirim email kepada saya,
setelah bercerita panjang lebar, ternyata beliau adalah sahabat satu bangku
saya pada saat saya SD. saya sangat bergembira karena telah berjumpa dengan
beliau, sudah 3 kali kami melakukan pertemuan di daerah Depok.

Yang sangat memukul perasaan saya adalah, perjumpaan denganya terakhir
adalah Kemarin hari selasa, dan saya sempat di traktir di sebuah tempat
makan masakan padang, sesuatu yang terjadi saat saya di traktir adalah
ketika seorang pengemis sepasang manula tua datang sahabat saya tersebut
memberi uang RP 200.000, sungguh saya terkejut, jujur saja saya tidak pernah
memberi pengemis itu sebanyak itu. ketika saya tanyakan untuk apa kamu
memberi uang sebanyak itu kepada pengemis itu, jawabnya saya ingin sedekah
kebetulan saya habis dapat rejeki ujarnya kala itu, Disambung lagi dengan
tawanya dia berkata, lagian ngapain sih mesti pelit, rejekikan dari Allah,
saya tidak tahu kapan saya mati, bisa saja saya mati sekarang atau habis
makan ini. dan kamipun hanya tertawa bersama.

Saya tidak menyadari perkataanya itu sebagai tanda perpisahanya, kemarin
sore hari rabu pulang bekerja ketika di bus jemputan HP saya berbunyi,
ternyata SMS datang dari Sahabat lainya memberitahukan bahwa sahabat saya
itu meninggal tertabrak Mobil "inalilahi wa' inaillaihi rojiun " sahabat
saya berpulang ke Sang pencipta, dan saya sempatkan pagi ini untuk
Megebumikan Jenazah Beliau. Sungguh tidak saya sangka baru 1 hari bertemu
dan berbincang besoknya sahabat saya telah berpulang ke Rahmatullah.

Semalaman saya  terjaga  menangis sejadinya mendoakan sahabat dan
Memikirkan  kekhilafan dan memohonkan ampun kepada-Nya atas semua yang saya
lakukan. saya  sadar kematian ternyata bisa datang kapan kun, kepada
siapapun, dan Dimanapun. Saya terlalu sering lupa berlutut dan bermunajat
kepada Allah di hadapan-Nya, padahal saya sadar Allah senantiasa
menghulurkan tangan-Nya untuk hamba yang banyak salah dan dosa ini.

Telah banyak kematian yang bisa dijadikan pelajaran tapi saya sering khilaf
dan melakukan banyak dosa, dalam munajat itu terbayang banyaknya dosa yang
saya lakukan, dan terpikir apa yang telah saya persiapkan untuk mati.
sedangkan dosa saya selalu bertumbuh setiap harinya, mungkin saya pernah
menyinggung perasaan sahabat satu kantor,Sahabat milist,mungkin saya juga
pernah lupa terhadap janji yang saya buat, atau mungkin ada hutang-hutang
yang belum terbayar, Atau atas kesombong-kesombongan yang ada pada diri
saya.

Dalam munajat ini hati ini saya terus bertanya kapan waktu saya akan tiba
untuk menghadap kepadanya, Apakah besok pagi, atau Lusa, Walau saya tidak
tahu kapan waktunya, tapi saya akan segera menghadap untuk mempertanggung
jawabkan kehidupan yang telah saya jalani, Menjawab itu seakan saya tidak
pernah siap untuk mempertanggung jawabkan semua yang saya lakukan, masih
sedikit amal yang saya perbuat ya tuhan, bila waktunya tiba mungkin sebentar
lagi kematian akan menjemput saya, maka celakalah saya.

Allah Yang Maha Ahung, Sungguh, malam ini saya masih ingin menhirup Udara
esok pagi, saya masih ingin bertemu dengan Sahabat-sahabat semua, Saya masih
ingin terus mengapdi kepadamu denngan keikhlasan, Ya Allah teruslah beri
petunjuk hamba mu yang sering lalai ini.
Ya Allah, Saya yakin dan Pasti engkaulah maha tahu, tahu yang tersirat dan
tersurat, tahu yang tersembunyi atau yang tampak, Malam ini biarkan Saya
terus menangis menyesali kehidupanku yang belum banyak berbuat di jalanmu,
Duhai Allah jadikan Saya kekasihmu yang selalu merasakan cinta mu yang tak
pernah bertepi, dan aku Ucapkan Syukur yang tak terbatas atas yang kau
berikan, walau kadang diri merasa terus kurang. Ya Allah Di Penghujung Malam
mu ini Saya berserah diri dan ikhlas atas Qodo dan Qodhar yang kau berikan.
karena aku tak bisa tahu sampai kapan nafas ini masih berhembus.
Alhamdulillah Atas semua karunia mu ya Allah. karena saya tidak akan pernah
tahu kapan aku mati. Mungkin saja saya akan mati hari ini. Terimakasih Allah
telah Menyadarkan Saya dengan kepergian Sahabat saya Bapak Sumartono.

,Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya wa'alaa
waalidayya wa an a'mala shaalihan tardlohu wa adkhilnii bi rohmatika fi
'ibaadikash-sholihin. Irhamna Ya arhamarrohimiin.
"Ya Tuhanku, berilah aku kekuatan untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang
telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, serta memasukkan aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. Kasihilah kami wahai
Yang Maha Penyayang. Amin.

Erwin Arianto


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke