Anda ini ggk pnya otak ya?Ini kan forum bersama!Kl anda nulis kaya ginian,anda
mau memecah belah persatuan n rasa saling hormat antar umat beragama.Klau anda
berpikir seperti itu kenapa tidak anda saja yang yg telanjang bugil di tempat
umum!Kenapa?Kayaknya anda benci dgn islam ya?Dasar ggk punya otak!!Orang kayak
kamu baiknya tinggal di hutan rimba,jadi tarzan aja pake kolor ato pake koteka!
-- pesan orisinal --
Subyek: {curhat} SAY NO TO SYARIAT ISLAM !
Dari: leonardo rimba <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: 06/06/2008 12:21
SAY NO TO SYARIAT ISLAM !
Terimakasih atas komentar rekan-rekan atas tulisan
saya sebelumnya. Tulisan saya banyak, tapi kebanyakan
berupa tanya-jawab dengan berbagai MANUSIA INDONESIA
dari berbagai macam backgrounds: Suku, Agama, Ras,
Asal, Usia, Gender, dan Orientasi Seksual. Kalau
tertarik, bisa download dari bagian FILES di milis SI
(http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Judulnya ada dua: 1] Pelangiku Warna Ungu; 2] Mata
Ketiga, Simbol dan Interpretasinya.
Ngomong-ngomong soal Dewi Kuan Im, saya pernah tuh
lihat de'e tiba2 muncul waktu saya meditasi. Lumayan
kaget juga waktu itu karena tidak diharapkan. Saya ini
kan benernya gimana dengan makhluk yang zenis
kelaminnya itu wanita, dan as far as I know, the
Buddha yang namanya Kuan Im itu seorang wanita.
Kuan Im muncul DI ATAS kepala saya, jubahnya serba
putih, dan duduk di atas bunga teratai yang juga
berwarna putih. Eh, ternyata Kuan Im itu pakai
kerudung dan BUKAN jilbab. Rambutnya itu panjang, dan
disanggul. Di atas sanggul itu ada kerudung yang
transparan dan warnanya putih juga.
As far as I know, Buddha yang perempuan semuanya itu
TIDAK pakai jilbab. Malah, ada Buddha perempuan yang
toketnya itu terbuka alias gondal gandil dipazang
sazzah kepada yang berniat dan berminat untuk
mengamatinya, hmmm hmmm hmmm...
Kita amati saja segala perangkat SEKS yang ada di
Buddha perempuan itu dan, walaupun kita bukan
muhrimnya, hukumnya itu HALAL. Very halal because yang
namanya HARAM itu cuma ada di Arab. Haram zadah itu
kesukaan Allah yang diciptakan oleh manusia2 di Timur
Tengah. Kalo bagi Allah yang muncul di KESADARAN
manusia2 non Arab, segalanya itu LEBIH BERADAB. Tidak
ada itu yang namanya FRONT PEMBELA KUAN IM.
Kuan Im itu tidak perlu dibela karena bisa membela
dirinya sendiri. Buddha tidak perlu dibela karena
Buddha bisa membela dirinya sendiri which means DOING
NOTHING. Kita bisa diam saja, dan kita juga akan
sampai pada KESADARAN BUDDHA yang adanya di dalam
kesadaran kita sendiri. Kita diam saja, dan kita akan
sampai pada kesadaran Shiva, Yesus, Avatar... yang
semuanya ada di dalam kesadaran kita sendiri.
Dan semuanya itu TIDAK perlu dibela. Yang perlu dibela
itu adalah Islam, makanya ada yang namanya FPI. Kenapa
perlu dibela ? Karena Islam itu agama, dan agama itu
adalah BUATAN MANUSIA. Karena buatan manusia, maka
haruslah ada PEMAKSAAN. Kalau tidak dipaksa, maka
segala ajaran2 jahilliyah yang dimuat dalam SYARIAT
ISLAM itu akan ditinggalkan manusia seperti SUDAH
TERBUKTI saat ini.
Indonesia itu NEGARA SEKULER (menganut pemisahan
antara negara dan agama), tetapi mereka yang ingin
memaksakan Syariat Islam itu ingin agar Indonesia ini
menjadi NEGARA ISLAM. Yeeee... cappe dehh !!!!
Makanya perlu ada Front Pembela Islam DAN partai2
politik yang berniat MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM di
Indonesia. Dan kenapa Syariat Islam perlu ditegakkan,
by the way ?
Karena memang tidak tegak alias BENGKOK. Kenapa
bengkok ? Karena tidak sesuai dengan HAM alias Hak
Azasi Manusia. Syariat Islam itu kalau diterapkan akan
bertentangan dengan HAM. Makanya orang2 yang sadar
akan bilang NO. SAY NO TO SYARIAT ISLAM !
Dan ketika kita bilang NO TO SYARIAT ISLAM, maka
kesadaran di diri kita akan memberikan rasa DAMAI
SEJAHTERA. Ada damai sejahtera di hati kita ketika
kita bilang TIDAK terhadap kekerasan atas nama Islam
atau atas nama apapun. Ada damai di hati kita ketika
kita bilang NO TO SYARIAT ISLAM !
Kekerasan untuk membela Islam atau membela apapun is
CRIME. Kriminal asli. Pemaksaan kehendak oleh mereka
yang ingin menegakkan Syariat Islam di Indonesia
adalah BERTENTANGAN DENGAN HAM. Bahkan banyak hal di
dalam Syariat Islam itu sendiri bertentangan dengan
HAK AZASI MANUSIA. Prove it yourself !
+++
Kita memang bisa KONEK dan KONAK dengan segalanya yang
ada di alam semesta ini. Dengan hewan peliharaan kita
bisa konek, dengan gunung, hutan, sungai, kita bisa
konek, dengan manusia lain kita bisa konek as well as
konak. Tetapi KENAPA segala koneksi itu bisa ERROR ?
Karena ada segala macam ideologi2 itu yang bilang
bahwa manusia adalah makhluk yang PALING SEMPURNA. Ini
ideologi yang PALING NARSIS, dan itu asalnya dari
Tanah Arab, dan disana dikenal sebagai agama, walaupun
ada juga yang menyebutnya sebagai DIEN.
In my opinion, tidak perlulah segala khotbah bahwa
manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Tidak ada
gunanya itu karena kita lihat FPI itu, yang terdiri
dari manusia2, ternyata kelakuannya LEBIH NAJIS
daripada kelakuan hewan yang kita bilang haram zadah
which is binatang yang kita kenal sebagai hewan
bernama babi di Indonesia.
Yang penting adalah BUKTI bahwa mereka itu membela
kemanusiaan. Kalau benar Islam itu menegakkan HAM,
semua orang akan melihat. Kalau benar Islam itu agama
yang paling sempurna seperti sering diklaim oleh
mereka yang merasa membela Islam, semua orang akan
melihat. Tetapi buktinya itu NOL BESAR. Memangnya kita
semua anak kecil yang bisa dikibulin oleh mereka yang
tereak2 membela "Agama Allah" ???
Ya, kita memang bisa KONEK dengan segalanya karena
kita TAHU bahwa kita ini manusia hidup, dan manusia
hidup itu semuanya SAMA. Apapun latar belakangnya,
semua manusia hidup itu memiliki KESADARAN. Dan
kesadaran itu ABADI. Dan kesadaran itu BISA konek
dengan Alam Semesta ini.
Tetapi, kesadaran itu juga bisa DIBENGKOKKAN. Mereka
yang ada di FPI itu JUGA memiliki kesadaran. Tetapi
kesadaran yang menganut sistem pemikiran tertentu
sehingga akhirnya menjadi bengkok. Dan semua orang
melihat itu. Dan kelakuan mereka MENCORENG CITRA ISLAM
sebagai agama yang menghormati Hak Azasi Manusia.
Saya sendiri sampai saat ini masih mempertanyakan
apakah Islam itu menghormati DAN mempraktekkan HAM.
Dari bukti-bukti yang saya dan anda bisa lihat
sendiri, jawabannya cenderung ke arah positif bahwa
Islam itu TIDAK menghormati dan mempraktekkan HAM.
OMDO alias Omong Doang. Bawa-bawa nama Allah,
tereak-tereak Allahuakbar. Ternyata kelakuan
Syaitonhuakbar. Cappe dehh !!
+++
Saya ini kemana-mana cuma bisa cuap2 bahwa kita ini
semuanya MANUSIA BIASA. Apapun latar belakang
Suku, Agama, Ras, Asal,... kita itu manusia biasa
saja, yang memiliki KESADARAN (Consciousness) yang
sama. Lalu saya juga cuap2 bahwa segala agama2 itu
cuma TEMPELAN saja karena diciptakan oleh manusia juga
sehingga, kalau waktunya sudah kedaluwarsa, bisa juga
dimodifikasi. Karena agama2 itu DIBUAT oleh manusia,
maka agama2 itu bisa dirubah pula. Dirubah oleh siapa?
Ya, oleh manusia juga dunk, oleh siapa lagi ???
Memang merupakan HAM untuk berpendapat dan
mengemukakannya. Kalau si Kyai berpendapat bahwa Islam
adalah Agama Allah (Allah BISA beragama, note it!), it
is HIS (his and NOT her, note it too!) own opinion.
Boleh saja berpendapat seperti itu. Tetapi, kalau
orang sudah memiliki SISTEM KEPERCAYAAN yang isinya
PELANGGARAN HAM, maka orang2 lain juga BERHAK untuk
bilang tidak. Makanya saya bilang SAY NO TO SYARIAT
ISLAM karena di dalam Syariat Islam itu banyak hal
yang bertentangan dengan Hak Azasi Manusia.
Masa wanita dianggap MILIK kaum pria ??? Itu baru satu
contoh saja, dan MASIH banyak contoh pelecehan HAM di
dalam Belief System yang disebut Syariat Islam itu.
Nah, karena kita itu merupakan insan politik juga (ada
masyarakat yang disusun berdasarkan batas negara,
propinsi, kabupaten, kecamatan, dsb...), maka kita itu
BERHAK untuk bilang TIDAK kepada mereka yang
mengagulkan kekerasan dan tidak mau menghormati HAM
orang lain.
Kita itu masyarakat beradab, dan kita BERHAK untuk
bilang NO untuk mereka yang ingin SYIAR segala hal2
yang jahilliyah, walaupun mereka bilang itu asalnya
dari "Agama Allah" yang "tidak terbantahkan lagi".
+++
On the other hand, saya ini TIDAK membedakan orang
dari berbagai latar belakang itu, bagi saya semua
manusia itu SAMA SAJA. Kalau mau pakai Islam, Kristen,
Hindu, Buddha, Atheisme, Kejawen, dsb... it will NOT
make any difference for me.
Saya melihat bahwa KESADARAN (Consciousness) yang ada
di diri kita semua itu SAMA. Semua agama2 itu cuma
BIKINAN MANUSIA belaka, yang bisa dipakai juga, kalau
mau. Tetapi bisa juga dimodifikasi, juga kalau mau.
Segala atribut yang kita pakai itu (agama, bangsa,
bahasa, tradisi, pendidikan, jenis kelamin, orientasi
seksual, dsb...) cuma LABEL belaka.
Diri kita yang sebenar-benarnya itu SAMA PERSIS. Saya
melihat dari "diri saya". Anda melihat dari "diri
anda". Rekan yang lain melihat dari "dirinya", tetapi
siapakah DIRI itu yang melihat dari dalam anda, dari
dalam saya, dan dari dalam rekan yang lain itu ?
DIRI bisa disebut sebagai KESADARAN (Consciousness),
dan itu ada di anda, di saya, dan di siapapun. Di
semua nabi2 ada KESADARAN itu, di para ulama, pendeta,
pedanda, bhikku dan bhikkuni, pastor dan suster,
anggota FPI, partai GOLKAR, PKS,...
Kita biasa melihat segala ATRIBUT atau LABEL di diri
orang2 yang berbeda itu, tetapi saya melihat bahwa
diri kita yang sebenar-benarnya itu SAMA SAJA.
Kesadaran yang sama melihat dari DALAM diri anda, dari
DALAM diri saya, dan dari DALAM diri semua manusia.
Dan kesadaran yang itu SAMA PERSIS dengan Kesadaran
yang ada di sesuatu yang kita namakan Allah, Buddha,
Yesus, Shiva, Avatar, Roh Kudus, Nur Muhammad.
Apa bedanya ???
+++
[Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi
Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku
"Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan
Leo bisa dilakukan di Milis SI; to join just click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Anybody is welcomed to join.]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com