Dalam satu hari tepat tanggal 2-3 agustus 2008 saya mengalami banyak hal. proses 4 bulan istri saya, menjenguk kelahiran putra seorang sahabat, Menghadiri pernikahan sahabat, Seharusnya menghadiri Kopdar suatu milis (Tapi saya cancel), menghadiri pengajian PKS (Tapi Saya cancel) karena harus menyelenggarakan kematian Almarhum Kakek dari istri saya. Pada 2 hari itu saya mengalami semua proses kehidupan secara bersamaan, sungguh membuat mata hati saya terketuk.
Pada hari itu saya sadar, saya ini hanya manusia lemah yang tidak bisa mengikuti semua acara tersebut karena keterbatasan waktu, saya sadar saya lahir dari fisik yang lemah dan akan kembali berakhir kepada sesuatu yang tiada (Kematian), dan dalam hidup ini juga saya sering terjerembab dalam dosa, Sering terlibat kemunafikan dunia, dan saya terus berfikir apa tujuan dari nyawa yang diberikan tuhan kepada saya. Setalah waktu itu berlalu membuat saya sadar, apa arti hidup ini, apa arti pujian yang diberikan orang lain, apa arti harta yang diberikan oleh tuhan karena semua akan berakhir kepada ketiadaan, mungkin hal itu membuat saya berani untuk jujur kepada diri sendiri, mengakui keterbatasan kemampuan diri sendiri, dan untuk berani berkata jujur walau jujur itu menyakitkan, bahkan bisa membuat citra diri rusak, tapi toh jujur itu membawa ketentaraman diri. Dalam kehidupan sehari-hari,kita sering tidak sadar diri tentang kesalahan yang kita buat, kita selalu bisa melihat kesalahan yang dibuat orang lain, secara tidak sadar kita pun sering melakukan perbuatan salah, tapi terkadang kita merasa apa yang kita perbuat sudah benar walau ternyata yang kita lakukan membuat orang lain sakit hati, atau melukai orang lain, atau cara pandang atau konsep diri yang kita buat ternyata memiliki kekurangan atau kekeliruan. Untuk menyadari kesalahan diri sendiri itu sangat susah, kita harus bisa jujur pada diri sendiri, Jujur saja saya mungkin tanpa disadari sering melakukan kesalahan, tapi tanpa tahu mana yg namanya Kesalahan and mana yang tidak,sering kita secara tidak sadar sudah berbuat Kesalahan, baik yg Kesalahan kecil maupun Kesalahan besar. Coba deh merenung sedikit tentang pola atau tingkah laku yang kita lakukan, apakah semua yang kita lakukan sudah benar, apakah yang kita perbuat tidak menyakiti orang lain?, saat ini orang banyak terlena pada egonya "emang gue pikirin yang penting gue Heppy" kalau kita bersikap seperti ini yang terjadi kita akan mendapat musuh yang banyak, karena kita harus sadar kita hidup di masyarakat, kita selalu bersinggungan dengan orang lain, terkadang kita membutuhkan orang lain. Dalam berintropeksi diri kita harus berani merubah pola pikir kita yang memang kita anggap salah, Yang di maksud merubah pola pikir adalah merubah cara pandang. Sering Cara pandang yang salah itulah yang harus kita rubah mulai dari sekarang. Sekarang ini,jarang sekali orang bisa melakukan perubahan pola pikir, kita cenderung mengikuti kebiasaan perilaku yang telah terbentuk dari dalam diri kita, coba kita belajar untuk bisa berubah dan instropeksi diri kita Dengan belajar seperti itu,kemungkinan besar kita akan lebih maju dan bisa memahami permasalahan atau problem,dan bahkan bisa menyelesaikan permasalahan atau problem yang sedang di hadapinya. Intropeksi diri juga bukan media untuk menyalahkan diri kita, apa yang memang sudah sesuai dengan norma, atau sesuatu yang sudah baik, harus kita tingkatkan, jangan sesuatu yang sudah baik dan sesuai dengan norma atau aturan yang ada kita balik menjadi kurang baik, mungkin saat ini menjelang PUasa Romadhan yang kurang dari 1 bulan lagi kita jadikan momentum untuk instropeksi diri kita. Sebagai manusia kita merasanya lebih enak mengomentari orang ya , secara sekarang banyak banget pencari bakat yang tayang di tv membutuhkan banyak komentator , belum lagi banyak pemerhati yang menanggapi tentang negeri ini tanpa ada perubahan cuma ngomong doang, coba sebelum mengomentari orang lain, kita intropeksi diri dan komentari diri sendiri, sudah baik kah kita saat ini? kalau belum jangan ragu untuk kita bisa berubah, ke arah yang lebih baik. Terkdang saya juga banyak berfikir pada pujian dari rekan sahabat yang mampir atau memberi koment pada blog atau tulisan saya, dalam waktu sebulan ini saya mencoba berintropeksi diri mempertanyakan apakah saya pantas menerima pujian itu , apakah memang saya sudah jadi manusia yang lebih baik dari lainnya? mungkin lebih baik kita menyadari betapa lemah kita dan kurangnya kita, sehingga kita bisa menjadi orang yang lebih baik. Jadi jangan takut untuk berintropeksi diri sendiri, jangan ragu mengakui kelemahan diri sendiri, jika dengan berintropeksi untuk diri sendiri kita bisa menjadi manusia yang lebih baik di hadapan tuhan dan dihadapan sesama manusia, memang untuk jujur itu sangat berat, tapi itu lebih baik dari pada kita membohongi diri sendiri bukan, mari kita mulai jujur pada diri sendiri, mulai saat ini, untuk kebaikan diri kita sendiri. dan saya meminta bantuan doa kepada sahabat, agar saya tetap ISTIQOMAH intropeksi diri dan lebih menyadari siapa saya yang sebenarnya dan tak harus memakai topeng kemunafikan, dan menjadi diri sendiri. "Mari menjadi pribadi lebih baik dengan Instropeksi diri sendiri" -- Best Regard Erwin Arianto,SE エルイン アリアント (内部監査事務局) ------------------------------------- SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY

