--- On Mon, 15/9/08, luh de suriyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: luh de suriyani <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bali-bali] penolakan masyarakat bali pada RUU pornografi menguat
To: "bali bali" <[EMAIL PROTECTED]>, "blogerbali" <[EMAIL PROTECTED]>, "milis
media-bali" <[EMAIL PROTECTED]>, "aka milis" <[EMAIL PROTECTED]>, "aji saja"
<[EMAIL PROTECTED]>, "aji denpasar" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Cc: "lbh bali" <[EMAIL PROTECTED]>, "lbh bali" <[EMAIL PROTECTED]>, "luh
anggreni-KPAI" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, 15 September, 2008, 2:30 PM
tolong disebarkan.
------------ --------- --------- --------- --------
PERNYATAAN SIKAP Komponen Rakyat Bali
”RUU PORNOGRAFI : Cermin Kegagalan Negara dalam Perlindungan Kebhinekaan Bangsa”
Setelah dua (2) tahun berlalu sejak ditolaknya RUU Anti Pornografi dan
Pornoaksi (RUU APP) oleh masyarakat Bali, masyarakat kembali dihentakkan dengan
akan disahkannya RUU Pornografi yang secara substansial sama dengan RUU APP
tahun 2006 (tidak ada perubahan).
Menyikapi RUU Pornografi yang akan segera disahkan maka Kami Bagian dari
Komponen Rakyat Bali (KRB) dengan ini menyatakan dengan tegas : MENOLAK
PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI, hal itu berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :
Dalam proses pembahasan RUU Pornografi, DPR tidak transparan dan tidak
partisipatif, sehingga secara hukum pembahasan RUU tersebut cacat hukum karena
telah melanggar prinsip-prinsip asas –asas Umum Tata Pemerintahan yang Baik
(Good Governance);
RUU Pornografi TIDAK PERLU, karena selama ini Indonesia telah memiliki
peraturan perundang-undangan yang sudah mengatur tentang kesusilaan dan
pornografi, yaitu : KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Penyiaran, UU Pers, dan
lain-lain;
Hak atas tubuh adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi oleh
siapapun, oleh karenanya siapapun juga tak terkecuali negara harus melindungi,
menghormati dan memenuhi hak asasi manusia;
RUU Pornografi sangat berbahaya, karena :
~ tidak mencerminkan kebhinekaan bangsa;
~ mengintervensi persoalan private warga negara tentang tubuh dan
moralitas, khususnya tubuh perempuan
~ memasung kebebasan berekspresi sebagai hak dasar manusia
~ Rentan terhadap disintegrasi bangsa
~ Multi tafsir sehingga dapat dijadikan alat untuk mengkriminalisasika n
setiap orang oleh orang atau kelompok tertentu
HARUS DIINGAT bahwa bangsa Indonesia ada karena adanya kehendak bersama
diantara suku, agama, ras yang ada diseluruh Indonesia untuk mengikatkan diri
sebagai sebuah negara bangsa (Nation State) yang bernama Indonesia, oleh
karenanya pengingkaran terhadap hal tersebut merupakan sebuah pengingkaran
terhadap tujuan luhur para pendiri bangsa.
(Dibacakan pada Senin, 15 september 2008. Penandatangan petisi LBH Bali, LSM
perempuan Bali Sruti dan Mitra Kasih, KPAID Bali, National Integration
Movement, dan sejumlah individu lainnya) Kontak Person: Yastini (0361-7961710)
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ---------
--------- ---------
Pernyataan sikap KRB sebelumnya pada Sabtu (13/9) lalu adalah:
Pernyataan Sikap KRB (Komponen Rakyat Bali)
1) Tetap Menolak RUU Pornografi.
2) Menyiapkan tim dan naskah judicial review dan uji formal RUU Pornografi.
3) Menyiapkan tim kecil untuk melakukan inventarisasi kekayaan budaya yang
terancam eksistensinya oleh RUU Pornografi
4) Membentuk tim kecil untuk menghadap Presiden
5) Melakukan tekanan pada DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Pornografi.
6) Melakukan aksi massa pembangkangan sipil dengan penekanan pada aksi budaya.
7) Tetap menjaga agar seluruh perjuangan berada dalam bingkai ke-Indonesia- an
dan ke-Bhineka-an.
Disepakati oleh 22 cendekiawan dan budayawan Bali di Danes Art Veranda pada 13
September 2008.
I Gusti Ngurah Harta (Koordinator KRB), Ida Pedanda Sebali Tianyar (Rohaniawan)
, Prof Dr I Wayan Dibia (Seniman Tari), Sugi Lanus (Penulis), Rudolf Dethu
(Promotor Musik), I Dewa Gede Palguna (Cendekiawan) , Tan Lioe Ie (Penyair),
Putu Wirata Dwikora (Cendekiawan) , Wayan Redika (Pelukis), Aridus
(Penulis), Iwan Darmawan (Penulis), Marlowe Bandem (DJ), Yastini (Aktivis LSM),
Jango Paramartha (Kartunis), Mas Ruscitadewi (Penyair), Warih Wisatsana
(Penyair), Made Kaek (Pelukis), Kun Adnyana (Pelukis), Luh Anggreni
(Aktivis LSM), Popo Danes (Arsitek), Prof. Dr. Dasi Astawa (Cendekiawan) , dan
I Wayan Juniarta (Penulis).
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/