Jika kita mau sejenak bersabar atas kebosanan dan kejenuhan yang menerpa, maka insyaAllah kita akan mendapatkan kesenangan atau pertolonganNya tanpa terduga. Waktu itu, Sabtu siang, 6 Desember 2008 aku perjalanan mudik Yogya-tegal. Mudik menjelang Idul Qurban, 8 Desember 2008. Siang di Terminal Jombor jalan magelang, ternyata Bus Nusantara jam 11.30 WIB sudah penuh, yang ada 12.30 WIB. Memang enak naik Nusantara, busnya cepat dan nyaman, Mercy kali yaa. Tapi aku malah memilih Ramayana yang datang 15 menit kemudian, walau kadang agak lambat, tapi tidak terlalu lama. Akunya malah bisa makan siang dulu. Dan ternyata Ramayana kali ini jalan 3 jam sampai Semarang, sesuai dengan jadwal pada umumnya. Karena ingin mengejar Bus Nusantara semarang-tegal, maka perjalanan Sukun (Banyumanik) ke Kalibanteng naik taxi Satria. Tiket pas Rp 35.000. Sesampai di sana : ”Semua tiket Nusantara hari ini sudah penuh, Mas!” jelas petugas. Aku sempat ragu mau naik apa. Namun cepat kuputuskan jalan kaki 500 meter menuju Pool Bus Coyo. Hwarakadah!, udah jalan ngos-ngosan, ternyata di sini juga antrian berkelok-kelok kayak ular. Bismillah, mau gak mau, ikut antri ah. Sambil antri, kutengok orang-orang yang lalu lalang. Ada yang cemas nyari tiket. Ada juga yang telmi ketinggalan Bus. Ada cewek-cewek yang antri dengan Bodyguardnya. Semua lamunan aku habiskan agar capek berdiri dan menunggu tak terasa. Mungkin karena libur panjang plus Lebaran Haji maka banyak orang mudik. Nah, tanpa kuduga sama sekali, saat antrian masih 10an orang lagi. Dari dalam kaca, mbaknya yang jualan tiket berteriak. ”Tegal? Tegal?” teriaknya sambil melihat antrian. Langsung saja aku tunjuk jari. Ups, 2 meter di antrian depanku juga tunjuk jari. Jadilah kami berdua menuju loket. Huh, susahnya badan besar plus bawa tas, aku berdosa senggol sana-sini agar bisa lewat jalur antrian yang super sempit untuk ukuran badanku. ”Busnya mana mbak?” tanyaku ”Itu yang 1448, mau berangkat” jelasnya menunjukkan nomor polisis Bus Coyo. Sontak aku bersyukur. Lebih gembira lagi, ternyata interior Bus Coyonya baru. Tapi yaaaaa, lama-lama aku menyadari bahwa kayaknya hanya ganti casing doank, alias masih Bus lama. Terbukti waktu nanjak di Alas Roban (Kabupaten Batang) sangat kewalahan. Terbukti juga casing kelas murahan. Masak busa joknya tipis sekali, sampai sakit pinggangku. Atau....., aku yang terlalu berat yaaa..... hehhehe.

