Yg tadi format-nya hancur, so saya kirim ulang, let's see if it shall work this time. If it works that's fine, kalau tidak, then it's fine too, so what gitu lho !
+++ Dua hari lalu saya menulis: "Kalau mengikuti cerita-cerita legenda atau mitos, maka Lemuria itu isinya manusia yg terlalu pasif, Atlantis itu manusia yg terlalu aktif, so dari ekstrim ke ekstrim. Yg jelas, di setiap era peradaban kita memiliki peluang atau kesempatan untuk berkiprah sebebas-bebasnya melalui berbagai macam eksperimen." Lalu seorang teman bertanya: "Maksud postingan (notes) ini... would u mind explaining in d way u like most ^^ ? it's fine with me." Yg akan saya jawab sbb: + Menurut sebagian kalangan, Lemuria adalah peradaban pertama yg ada di atas bumi ini, para manusianya adalah mereka yg sifatnya terlalu pasif dan selalu berusaha untuk menghindari konflik dengan para makhluk yg ada di atas bumi pada saat itu. Jadi, penduduk Lemuria sering diibaratkan sebagai peri yg tidak tampak di permukaan bumi, melainkan hidup di dalam bumi, di lorong-lorong yg dibuat sambung menyambung, dengan pos-pos pengintai di tempat-tempat strategis untuk mengamati kegiatan di atas bumi. Di atas bumi hidup makhluk-makhluk purba seperti Dinosaurus dan sebagainya yg so jelas seram sekaleh... Lemuria lalu musnah, tenggelam ke dasar laut. Sebagian pengungsi dari Lemuria kemudian mendirikan peradaban kedua yg dikenal sebagai Atlantis. Atlantis ini memiliki manusia yg bersifat kebalikan dari Lemuria. Kalau Lemuria sifatnya pasif, maka Atlantis berisikan manusia yg hyperactive, mengandalkan kekuatan supranatural as well as natural untuk menguasai alam sekitar. Lalu ego meraja-lela dan terjadi perebutan kekuasaan untuk menguasai alat pemusnah massal yg konon berupa suatu kristal raksasa pembangkit energi yg gimana gituh. Dalam perebutan kekuasaan ini sang kristal meledak dan menghancurkan benua Atlantis yg lalu tenggelam ke dasar lautan. Peradaban kita yg sekarang adalah yg ketiga kalau menurut mitos ini. For your information, yg namanya "mitos" sebenarnya cuma hikayat half truths, ada kebenarannya walaupun banyak juga isapan jempolnya. So, Lemuria mungkin pernah existed, dan manusianya mungkin masih berupa setengah hewan, yg jelas lebih hewani (or lebih manusiawi even ?) daripada sebagian manusia yg memiliki ego dan teknologi seperti mereka yg hidup di peradaban berikutnya, yaitu Atlantis. Atlantis memiliki ego dan teknologi as well as agama. Agama orang Atlantis adalah penyembahan energi yg gimana gituh. Nama Tuhan disana bukan Allah which is oke-oke saja karena Allah itu baru muncul belakangan, jauh setelah bumi ini tercipta. Allah juga merupakan mitos yg bahkan lebih extravagan daripada mitos Lemuria dan Atlantis karena Allah meng-klaim menciptakan langit dan bumi yg umurnya sudah entah berapa ribu juta tahun ini. Pedahal, kita semua tahu bahwa paling tua Allah itu usianya 5,000 tahun, yaitu tidak lebih tua dari Nabi Musa yg "menganyam" segala macam kisah penciptaan manusia di Taman Firdaus dan lain sebagainya, termasuk kisah perjalanan Nabi Ibrahim blah blah blah... yg semuanya ditulis oleh Musa, seorang yg sangat terpelajar dan terdidik di istana Firaun Mesir. Musa adalah seorang manusia yg menciptakan suatu sintesa yg akhirnya melahirkan agama-agama Timur Tengah (Yahudi, Kristen, Islam, dan segala macam derivative-nya, termasuk Ahmadiyah blah blah blah...). Di India ada juga para brahmana yg menciptakan agama-agama Hindu yg akhirnya melahirkan agama Buddha juga dan segala macam derivative-nya seperti Zen, blah blah blah... Di Amerika Pre-Columbus juga ada agama-agama asli. Di Cina agama aslinya adalah Tao dan Konghucu. Di Jepang agama aslinya disebut Shinto. Di Indonesia agama aslinya adalah yg sekarang dikenal sebagai Kejawen dan segala macam alirannya, plus berbagai macam agama-agama kafir lainnnya di luar Pulau Jawa. So, kisah tentang peradaban manusia adalah kisah sambung menyambung bersifat half truths tentang bagaimana manusia tercipta, tentang bagaimana ada sang pencipta, tentang segala macam perbuatan halal dan haram blah blah blah... yg semuanya merupakan IDE belaka. Karena ide akhirnya kita mengenal istilah "ideologi". Ideologi is none other than ideas yg disembah maybe sepuluh kali sehari, lengkap dengan segala macam ritual berupa hari raya, dsb... Agama-agama itu semuanya ideologi karena manusianya biasanya akan lupa daratan dan tidak menggunakan akal pikirannya karena akan tertutup oleh segala macam "roh" yg dikirimkan oleh Allah atau siapapun yg dianggap sebagai Dewa or Dewi di ideologi itu. Nah, kita sebagai suatu peradaban sudah bergerak dari ekstrim ke ekstrim. Lemuria dengan agamanya yg ekstrim pasif. Atlantis dengan agamanya yg ekstrim aktif. Dan era kontemporer sekarang yg mungkin bermula sejak 10,000 tahun yang lalu dengan peradabannya yg terkadang pasif, terkadang aktif, dan terkadang fanatik juga, dan terkadang bahkan bisa belajar juga dari kesalahan sendiri di masa lalu. Kalau kita mau, maka kita semua bisa menggabungkan apa yg terbaik dari ide-ide yg kita miliki. Kita tahu bahwa segalanya merupakan buatan saja, bahkan ide tentang Allah, bahkan ide tentang agama yg terakhir dan sempurna, bahkan segala macam puja puj terhadap nabi ini dan itu. Kita mengerti bahwa segalanya itu buatan saja yg mungkin telah pernah berjasa bagi masyarakat banyak ketika peradaban kita masih primitif. Dibandingkan dengan saat ini, maka 1,500 tahun yg lalu itu termasuk masa primitif walaupun kita juga tahu bahwa telah ada perdagangan bebas menggunakan kafilah onta, dlsb... Tetapi, segala macam ide-ide yg berasal dari 1,500 tahun yang lalu jelas sudah tidak relevan lagi di masa sekarang. Dulu manusia masih takjub mendengar kisah petualangan Allah yg menciptakan Adam dan Hawa di Taman Firdaus. Kita sekarang tidak takjub lagi karena kita tahu bahwa semuanya itu cuma isapan jempol saja yg dikarang oleh Musa, yg juga kemungkinan besar seorang plagiator. Kisah itu sudah ada ribuan tahun sebelumnya lagi bahkan sebelum Musa menconteknya; contekan mana sayangnya akhirnya menjadi bagian dari "kitab suci" di sebagian agama. Dan itu semuanya terjadi dalam peradaban kontemporer, di era kita saat ini, dan bukan di Lemuria ataupun Atlantis. Hikmahnya itu cuma satu sebenarnya. Kalau Lemuria dan Atlantis akhirnya hilang lenyap tenggelam ke dalam lautan karena manusianya itu bersifat ekstrim, maka kita yg hidup di peradaban terakhir ini memiliki kesempatan yg sama untuk berbuat sesuatu yg berbeda. Kita bisa belajar dari kesalahan peradaban masa lalu. Ekstrim selalu menyakitkan, baik bagi diri sendiri maupun bagi kita sebagai suatu komunitas. So, akhirnya kita akan menjadi moderat saja. Kita akan biasa-biasa saja tanpa menyembah ini dan itu, tetapi menjalani saja apa yg bisa dan harus dijalani, tanpa ngotot bahwa harus ada Allah blah blah blah... yg juga tidak akan protes ketika kita akhirnya menciptakan ide-ide baru yg akan memberikan kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh dunia. Peace for all, without discrimination based on anything. Leo Milis Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Image dari benua legendaris Lemuria. Terlihat di peta itu bahwa sebagian dari present-day Indonesia pernah menjadi bagian dari Lemuria, termasuk Pulau Jawa bagian Barat dan Jakarta. New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

