Friends, berikut percakapan ngalor ngidul antara seorang rekan (W) dan saya (L):



+



W = Ini aku tulis apa yg kumengerti atas peta konflik bangsa sejauh
ini, kemungkinan salah yah besar sekali, tapi setidaknya aku berusaha
paham.



Agama: ini mitos Allah, Yesus, God, jin, hantu, kuntilanak, Neraka, Surga, dlsb.



L = That's true, agama isinya mitos-mitos belaka. Kalau anda tidak
sholat 5 waktu, maka bersiaplah untuk masuk neraka. Perlu beli baju
tahan api untuk dibawa ke alam qubur sehingga anda tetap bisa merasa
nyaman walaupun dibakar api neraka.



Kalau anda sholat 5 waktu, maka so pasti anda akan diterima di sisi
Allah SWT, complete with 72 bidadari surga yg bisa anda ajak buat ML
anytime. In this case, anda perlu bawa bekal qubur berupa kondom-kondom
anti bocor. 



W = Nasionalis: ini mitos Pancasila, jati diri, budaya asli, Nusantara,
Majapahit, Sriwijaya, dlsb, nasionalis ini juga kompromistis.



L = Well, begitulah. Sebagai seorang nasionalis saya juga sudah cukup
empet dengan mitos jati diri bangsa blah blah blah. What is jati diri,
anyway? As far as I know, diri saya tidak berjati. Kalaupun ada yg
sekeras jati, itu cuma bagian tertentu saja, itupun kalo lagi
terangsang with somebody yg gimana gituh.



W = Komunis: ini mau menghancurkan mitos-mitos tsb, tapi membawa
doktrin baru ketika itu, termasuk Musso dengan menawarkan "jalan baru"
dituduh mau bawa Indonesia kedalam satellite USSR. Ideologi landasan
dasar USSR itu dialektika materialis, ini cara berpikir, kalau sistem
ekonomi baru namanya komunis, jadi kemungkinan otaknya kena virus mitos
kecil, karena ideologi itu memang dibuat untuk memerangi mitos.



L = Komunis itu masyarakat tanpa kelas, dan merupakan tahap akhir
ketika segala macam setan gundul berupa para ulama yg sholat 5 waktu
telah bertobat dan menerima ajaran komunis. So, sampai saat ini
masyarakat komunis belum pernah tercipta. Masih banyak ulama setan
gundul dari segala agama yg berkeliaran, termasuk di Indonesia.



Ulama setan gundul kerjanya untuk menggoda umat manusia sehingga
akhirnya bisa menerima syariat dan hidup sebagai budak-budak agama yg
so pasti tidak akan menggunakan otaknya. Otak akan digunakan untuk
mengumpulkan pahala as well as menundukkan para wanita dengan membujuk
wanita baik-baik mengenakan jilbab supaya masuk sorga, pedahal sorga
itu isinya bidadari yg melayani pria.



Akhirnya wanita-wanita pasrah menjadi warganegara kelas dua karena
takut masuk neraka, pedahal neraka itu indah, isinya bidadara. Setiap
wanita beragama yg masuk neraka akan memperoleh 72 bidadara surga yg
siap dengan kondomnnya masing-masing.



Yg juga tidak kalah penting, mereka yg biseksual akan menerima
perlakuan yg sama rata alias seimbang karena neraka tidak mengenal
diskriminasi. So, kalau anda biseks, maka anda akan dilayani oleh 36
bidadari dan 36 bidadara surga. Acik gak?



W = Ketiga kekuatan dan kepercayaan ini ngotot mana yg paling benar.



L = Iyalah, namanya juga jualan. Orang beragama ngotot jualan agama dan
Allah-nya. Orang nasionalis dengan kecap jati diri nya. Dan orang
komunis dengan teori ulama-ulama sebagai setan gundul yg, in my
opinion, biasanya juga berjenggot dan berkopiah, bila pria. Dan
tertutup rapat dengan jilbab dan mukenah, kalau wanita, without
necessarily referring to any kelompok agama karena jilbab dan mukenah
juga ada di semua agama itu; istilahnya bisa berbeda tapi fungsinya
sama, walaupun cuma kelompok agama tertentu saja yg mempertontonkan
jilbab dan mukenah di tempat umum, dengan maksud supaya dianggap orang
suci, pedahal biasa-biasa saja.



W = Karl Marx itu ya pinter, meruntuhkan mitos dengan menciptakan mitos
baru, namun ada perbedaan dasar pemikiran dari nasionalis dan komunis,
Soekarno dan Hatta itu bukan didikan Moscow langsung, jadi juga nggak
sadar dirinya kecokot mitos lain. Ada yg gak disadari oleh the founding
fathers dan pelanjutnya bahwa selain Das Kapital, itu perlu "how to
think" yg dinamakan dialektika materialis. Kalo mau les Das Kapital,
biar gak kecokot mitos pelajaran pertamanya dialektika materialis.



L = Menurut pendapat saya, Sukarno dan Hatta cukup mengerti tentang
cara berpikir dialektis materialisme historis, yg tidak lain dan tidak
bukan cuma cara berpikir rasional dan logis bahwa segalanya itu proses.
Agama-agama itu kalau dikasih kebebasan akan merajalela membodohi
rakyat, itu benar. Sukarno dan Hatta tahu itu. Tapi mereka juga tahu
bahwa segalanya adalah proses. Ada proses pembelajaran ketika para
wanita benar-benar merasakan bahwa ternyata ulama-ulama setan gundul
itu benar-benar mau menjadikan wanita sebagai WNI kelas dua, dengan
iming-iming masuk Sorga.



+



Seorang rekan lainnya menulis, sbb:



"Di tengah trend peraturan daerah (perda) syariat saat ini yang terjadi
di pelbagai daerah, tema perempuan kaitannya dengan syariat Islam
seakan tak bisa dipisahkan. Berbicara tentang syariat Islam maka
sebenarnya berbicara tentang pengaturan perempuan. Coba kita
perhatikan, tak ada satu pun aturan dalam perda-perda tersebut yang tak
mengatur tentang perempuan: bagaimana perempuan berpakaian, bersikap
dan berperan. Karenanya saya sepakat dengan Muslim Abdurrahman dalam
wawancaranya beberapa tahun lalu di website islamlib.com bahwa yang
menjadi korban pertama penerapan syariat Islam adalah perempuan...."



+



Dan saya mengomentari, sbb:



PERDA Syariat itu SARA yg asli. SARA artinya diskriminasi, membedakan
perlakuan terhadap sesama manusia berdasarkan Suku, Agama, Ras,
Golongan, Usia, Jenis Kelamin, dan Orientasi Seksual. Apapun namanya,
kalau ada perundangan yg membedakan perlakuan terhadap warganegara
berdasarkan kategori itu, maka namanya SARA.



Demokrasi liberal seperti diterapkan di Indonesia sekarang ini
di-dasarkan kepada prinsip Liberty dan Equality. Kebebasan individual
(Liberty) dan kesetaraan di depan hukum (Equality). 



Kalau perbedaan terhadap wanita di-lembagakan melalui PERDA Syariat,
maka dimana kebebasannya? Dimana kesetaraannya di depan hukum?



Ada salah kaprah di Indonesia yg bilang bahwa wanita-wanita harus
tunduk kepada segala macam diskriminasi berdasarkan syariat karena
agama dibawa-bawa. Pedahal, kebebasan individual dan kesetaraan di
depan hukum sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama-agama.



Semua agama itu buatan manusia, dan kalau sudah tidak sesuai dengan jamannya, 
mengapa harus dipaksakan?



Menurut saya, segala macam PERDA bernuansa syariat yg jelas sangat SARA
itu harus dilawan. SARA artinya membedakan perlakuan terhadap sesama
WNI atau mempraktekkan diskriminasi. 



Wanita-wanita harus menuntut untuk diperlakukan dengan setara di depan
hukum. Segala macam kenajisan seperti mengatur cara wanita berpakaian
harus dienyahkan karena itulah SARA yg asli, walaupun namanya PERDA
Syariat dan membawa-bawa agama as well as Allah.



Tapi inilah yg namanya proses, segalanya itu berubah, maka wanita harus bicara!



PERDA yg mengatur agama-agama juga harus dienyahkan karena agama
merupakan domain pribadi dan bukan domain publik. Semua agama itu
mengatur dirinya sendiri, dan negara tidak berhak untuk mencampuri
urusan agama orang.



Cara wanita berpakaian merupakan domain pribadi, dan sama sekali bukan
merupakan urusan negara untuk mencampurinya, apalagi dengan menyebut
agama Islam sebagai dasar untuk ikut menentukan cara wanita berpakaian.
Ini kenajisan yg keterlaluan, karena baik wanita mau pakai jilbab
ataupun tank top, itu merupakan HAM yg ada di diri si wanita itu
sendiri, dan bukan urusan negara.



Ada pula PERDA yg, konon, mensyaratkan bisa Bahasa Arab dan mengaji
sebagai syarat menjadi pegawai PEMDA atau perusahaan daerah.
Diskriminasi lagi bukan? Dan diskriminasi jelas bertentangan dengan UUD
yg bilang bahwa semua WNI memiliki hak dan kewajiban yg sama di depan
hukum.



Dengan kata lain, UUD 45 menjamin perlakuan yg sama tanpa membedakan
Suku, Agama, Ras, Golongan, Usia, Jenis Kelamin, dan Orientasi Seksual.



Kalau masih ada perbedaan perlakuan, apalagi dibakukan dalam bentuk PERDA, maka 
seharusnya otomatis batal demi hukum. 



Kita ini anti SARA bukan? PERDA Syariat itu SARA yg asli.



+



Leo

@ Komunitas Spiritual Indonesia 
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.






      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke