Dear Leo,,
Apapun agama atau aliran anda,,
bukan maksud saya untuk menentang argumntasi yang anda ajukan...
tapi saya percaya bahwasanya "Allah tidak mungkin berubah pikiran"... semua
ketentuannya telah ditetapkan dalam kitab. dan dalam agama saya adalah
Al-Quran...
Manusia dengan segala keterbatasannya,, bahkan dengan segala kondisi
kejiwaan bisa saja mengaku tuhan & mendapat wahyu dari-Nya untuk merubah suatu
ketentuan... dalam ilmu psikologi dikenal dengan pnyakit schizophren dimana
individu sering mengalami waham ataupun delusi yang seakan2 nyata...
Untuk kasus Musa...hmm...Nabi juga manusia, memiliki pemikiran atau
persepsinya masing2...untuk itulah Allah selalu menyempurnakan para Nabinya dan
ketetapan Allah bahwa Muhammad SAW sebagai nabi penutup dan Quran sebagai
penyempurna dari segala kitab yang pernah ada...(menurut kepercayaan saya
"islam")..
Ketetapan dari Tuhan merupakan yang terbaik untuk umat manusia karena dia yg
Maha Mengetahui segala akibat dari segala perbuatan kita...
Jika anda tidak mempercayai tuhan, lalu siapa yang menciptakan anda?? dan
siapa yang membuat segala mekanisme kehidupan di diri anda?? lahir, jodoh,
nasib baik, buruk & kematian...
Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti, semua adalah rahasia
illahi dan tugas kita hanyalah berlakon sebaik mungkin sebagai rasa syukur kita
telah diciptakan di muka bumi ini...
Intinya... buat saya pribadi...Tuhan itu Maha Sempurna tidak bisa
dibandingkan dngan manusia (based on ur opinion :Kalau kita berubah pikiran
maka Allah berubah pikiran). Kita tidak bisa membandingkan Tuhan atas kasus
korupsi yang dilakukan manusia...
Last but not least... semua itu balik k diri kita masing2 bagaimana
menanggapi sgala permasalahan kehidupan...hanya ingin mngingatkan bahwa manusia
adalah gudang segala kesalahan.. coba tanyakan ke hati kecil kita, mintalah ke
tuhan kita jawaban atas segala kerisauan hati...
Pliz correct if i'm wrong..
Thx
sHa
----- Original Message -----
From: leonardo rimba
To: undisclosed recipients:
Sent: Saturday, August 22, 2009 8:08 AM
Subject: {curhat} Allah Berubah Pikiran
PERCAKAPAN 1: ALLAH BERUBAH PIKIRAN
T = Dear Mas Leo,
Lately, saya selalu menunggu notes anda muncul. Bila sehari tidak ada
saya kangen berat gitu. Rasanya something happens in my mind after reading your
notes. Mirip racun yg menetralkan keracunan saya akan konsep-konsep ketuhanan.
Btw, beberapa notes anda sepertinya hanya menghajar mereka yg
terperangkap kuasa gurun pasir. Ok sih, tetapi bagaimana dengan mereka yg
tercengkeram kuasa gelap lainnya semisal kuasa sungai Gangga, kuasa Roma, kuasa
Barat dll ? Berikan mereka pukulan yg sama kerasnya biar ego mereka tidak
tumbuh karena senang lawan mereka (kuasa gurun pasir) ditelanjangi
habis-habisan oleh notes anda.
J = Kuasa gurun pasir sedikit banyak mencengkeram kita semua, termasuk
saya juga.
Can you believe it, masa saya sampai pernah percaya bahwa berpuasa itu
ibadah ? Pedahal ibadah kepada siapa ? Kepada Allah? While, as a matter of
fact, puasa berkala memang baik bagi kesehatan kita. Dan sama sekali tidak ada
hubungannya dengan agama kecuali bagi mereka yg masih mau pikirannya tergantung
kepada perkataan para ulama.
Ulama bilang pahala kita bertambah kalau kita puasa di bulan Ramadhan.
Pahala kita bertambah kalau kita sembahyang. Pahala kita bertambah kalau kita
berderma. In the end, kita seperti ngumpulin pahala buat masuk Surga. Pahala is
tabungan buat beli tiket masuk Surga.
Tapi akhirnya saya sadar bahwa ternyata saya dibohongi. Ternyata itu
semua akal-akalan dari institusi agama dan perangkatnya berupa belief systems.
Gurun pasir is agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Dan bukan cuma Islam saja.
Agama-agama Timur Tengah boleh bilang semuanya agama gurun pasir. Semuanya
aslinya mengharamkan babi dan mewajibkan sunat. Yahudi, Nasrani awal dan Islam
sama-sama mengharamkan babi dan mewajibkan sunat bagi pria dengan alasan Allah
yg suruh. Pedahal Allah bisa berubah pikiran juga.
Kalau kita berubah pikiran maka Allah berubah pikiran.
Contoh: Daging babi yg aslinya haram buat orang Yahudi akhirnya menjadi
halal buat pengikut Nasrani. Pedahal ayat yg bilang babi itu haram jadah masih
ada di kitab suci yg digunakan oleh orang Nasrani juga. Adanya di dalam
hukum-hukum yg dikenal sebagai Taurat Musa. Musa ini seorang tokoh mitologis yg
dipercaya memberikan hukum-hukum dari Allah untuk bangsa Yahudi.
Tetapi ribuan tahun setelah Musa menutup mata, seorang murid Yesus yg
bernama Petrus tiba-tiba tertidur setelah sembahyang lohor. Tertidurnya di atap
rumah di Palestina. Dalam mimpinya dia melihat ada berbagai macam hewan yg
diharamkan oleh Allah dibawa turun ke hadapannya di atas selembar kain yg
dibentangkan. Presumably ada juga hewan babi yg status up to date-nya haram
jadah saat itu. Lalu Petrus mendengar suara yg bilang something like:
"Apa yg telah diciptakan Allah halal untuk dimakan."
Dan itulah asal-usulnya sehingga babi menjadi salah satu menu santapan
orang Nasrani sampai sekarang. Jadi, Allah bisa berubah pikiran juga. Apa yg
Allah bilang kepada Musa kemudian dicabut lagi oleh sang Allah. Allah muncul
kepada Musa dalam penglihatan atau pemikiran, dan Allah muncul di Petrus berupa
suara: Makanlah !
Sunat yg diwajibkan oleh Allah juga akhirnya dianulir sendiri. Oleh
Allah juga. In this case Allah berbicara melalui sekumpulan orang yg berembuk
di Yerusalem tentang status titit orang-orang yg percaya kepada Yesus dan tidak
disunat. Tidak disunat karena mereka bukan orang Yahudi. Pedahal Yesus itu
Yahudi dan his titit disunat. Akhirnya dirembukkanlah issue sunat or not, dan
ternyata berhasil dicapai kesepakatan bahwa hukum potong ujung penis tidak
berlaku bagi pengikut Yesus yg bukan orang Yahudi. Dua contoh di atas
memperlihatkan bahwa apa yg kita bilang Allah suruh ini atau suruh itu
merupakan sesuatu yg munculnya di dalam pikiran kita saja. Konsep saja.
Penglihatan yg dialami oleh Musa akhirnya ditulis. Ditulisnya ratusan
tahun setelah Musa hidup. Kita sendiri tidak bisa membuktikan secara pasti
bahwa Musa benar ada. Kemungkinan Musa cuma seorang tokoh mitologis saja yg
dipercaya oleh suku-suku Ibrani sebagai orang yg membawa hukum-hukum dari
Allah. Dan kepercayaan semacam itu sah saja.
Agama selalu bekerja seperti itu; bermula dari adanya orang-orang
tertentu yg menciptakan mitos. Mitos bisa berupa datangnya malaikat Jibril
membawa pesan dari Allah Remotullah. Bisa berupa Yesus yg mengaku sebagai anak
dari Allah. Semuanya mitos belaka dan tidak ada salahnya.
Yg salah kalau kita tercengkeram oleh "kuasa gurun pasir" (dalam tanda
kutip). Kuasa gurun pasir adalah sikap yg percaya mutlak bahwa kita tidak boleh
menggunakan otak kita karena segalanya telah diberikan oleh Allah melalui para
nabinya. Pedahal kisah para nabi itu juga mostly mitos saja. Terjadinya ribuan
tahun lalu, dan isinya bermacam-macam yg belum tentu relevan dengan kehidupan
kita masa kini.
Daud membantai orang atas nama Allah, misalnya. Dan Allah di situ
tertawa ha ha ha... Malah menjanjikan bahwa Dinasti Daud akan bertahan
selama-lamanya.
Tetapi yg dituliskan itu adalah pemikiran dari si manusia sendiri.
Pemikiran dari Daud yg berdialog dengan Allah yg ada di dalam pikirannya
sendiri. Allah itu cuma konsep yg ada di kepala Daud. Tetapi Daud tidak
mengerti itu, dia pikir bahwa benar ada Allah, ternyata cuma konsep saja.
So,... kita sekarang sudah mengerti bahwa apa yg kita sebut sebagai Allah
ternyata cuma suatu konsep yg berada di dalam pikiran kita. Kita ajak Allah
berdialog. Kita sembahyang, mengumpulkan pahala, etc... Pedahal kita cuma
berdialog dengan kesadaran di diri kita sendiri saja.
Pengertian di atas sangat basic bagi perjalanan spiritual seorang
manusia. Kalau manusianya masih bertahan mati-matian bahwa benar ada Allah yg
datang ke nabi-nabi itu, maka berarti manusianya masih berada di level rendah.
Level syariat. Ini tingkat terbawah dalam spiritualitas manusia. Dan tidak
salah juga karena itu hidup dia sendiri. Sayangnya, manusia yg spiritualitasnya
di level bawah ini merasa bahwa dia sudah memegang rahasia alam semesta karena
mengikuti "petunjuk" (dalam tanda kutip) yg diberikan oleh Allah.
Petunjuk itupun, kalau mau diteliti, merupakan hasil pemikiran dari
manusia juga. Berbagai macam orang memiliki vested interests di dalam agama.
Demi kekuasaan, demi uang, demi penggalangan tenaga manusia. Dan pemikiran
manusia-manusia yg memiliki vested interests itu dibakukan dalam ajaran agama.
Kita yg spiritualitasnya sudah jauh lebih dewasa tentu saja tahu itu.
Kita tahu bahwa puasa di bulan Ramadhan dan sholat lima waktu merupakan
metode ampuh untuk mengontrol populasi. Kalau masyarakat bisa diyakinkan bahwa
apa yg kita ajarkan berasal dari Allah dan mempraktekkannya dengan bukti puasa
di bulan Ramadhan dan sholat lima waktu, maka berbagai kemungkinan lainnya akan
terbuka bagi kita. Kita bisa minta untuk dipilih menjadi pemimpin. Kita bisa
menggerakkan massa untuk mencaci-maki Amerika dan Israel, misalnya. Kita bisa
membuat Bank Syariah. Bisa menikahi empat wanita sekaligus. Bisa saja.
Kuasa gurun pasir adalah yg ngotot mempertahankan bahwa segalanya
berasal dari Allah, pedahal semuanya berasal dari manusia biasa-biasa saja, yg
tidak ada bedanya dengan anda dan saya. Saya tidak bilang bahwa kuasa gurun
pasir adalah kuasa "gelap" (dalam tanda kutip). Tidaklah. Kalau dilihatnya
siang hari seperti sekarang, tentu tidak gelap bukan ?
Yg jelas, sebagai manusia yg berniat menapaki spiritualitas yg asli,
kita sudah mengerti bahwa Allah bisa berubah pikiran. Allah yg berbicara kepada
Musa tidak sama dengan Allah yg berbicara kepada Petrus. Alalh yg berbicara
kepada anda tidak sama dengan Allah yg berbicara kepada saya. As a matter of
fact, Allah berbicara berbeda-beda, unik. Allah berbicara kepada tiap orang
sesuai dengan kebutuhannya.
Allah cuma konsep saja yg kita gunakan untuk dialog dengan diri kita
sendiri. Itu pengertian yg paling asli dan bebas merdeka.
Aliran-aliran keagamaan lainnya seperti Hindu dan Buddha lebih mengerti
apa yg saya tuliskan. Mereka tahu bahwa ada kesadaran lebih tinggi yg bisa
berbicara langsung kepada manusia. Tidak ada pemaksaan untuk "beriman" (dalam
tanda kutip) seperti dipraktekkan oleh agama-agama Semit yg berasal dari gurun
pasir. Yahudi, Nasrani dan Islam termasuk agama-agama gurun pasir karena
mengharuskan syahadat dan syariat. Untungnya sebagian besar dunia Nasrani dan
Yahudi sudah tercerahkan. Dan sekarang boleh bilang kita satu dunia bersatu
membantu Islam untuk keluar dari bawah tempurung.
Cara saya cuma bilang bahwa kitab suci itu buatan manusia, syariat itu
buatan manusia, segala macam syariat tentang ibadah, puasa, zakat, qurban,
haram halal, sunat, jilbab, etc... merupakan buatan manusia. Karena buatan
manusia maka bisa kita ubah. Ketika kita ubah maka kita bilang bahwa Allah
berubah pikiran.
+
PERCAKAPAN 2: MASIH KETINGGALAN JAUH
T = Kalu aku bisa menyimpulkan bahwa argumen yang Mas Leo tawarkan itu
adalah soal agama Islam lebih tinggi derajatnya daripada agama lain, but yang
aku concernkan adalah bahwa menurut fakta di lapangan bahwa agama itu bukanlah
OBAT AMPUH untuk MEMBAIKKAN MORALITAS MANUSIA.
J = Saya terkadang menulis dengan gaya sarkastik. Dibandingkan dengan
agama lain maka Islam derajatnya lebih "tinggi" (dalam tanda kutip). Yg bilang
seperti itu adalah mereka yg fanatik Islam dan menjunjung tinggi agama di atas
kepala mereka. Benar lebih tinggi bukan ? Lebih tinggi karena selalu dijunjung
di atas kepala.
T = Kalu menurut dakoe nie kita harus lebih honest melihat kenyataan.
Kita harus berani ngomong kalu penerapan agama itu tidak bisa membaikkan
moralitas manusia. Setuju Gak ?
J = Setuju.
Indonesia ini bukan kekurangan agama melainkan kelebihan. Agama di
Indonesia sudah overdosis sehingga manusia menjadi keracunan. Kita terbelenggu
oleh cara berpikir mereka yg hidup sebelum kita dan sumpah mati bahwa benar ada
Allah yg memberikan kitab suci melalui Jibril, bahwa ada syariat yg harus
diikuti kalau mau masuk ke dalam Surga. Ini semuanya pembodohan massal dan
tidak membawa perbaikan moral. Yg ada justru pembusukan moral. Di mulut bilang
demi Allah, tetapi tetap korupsi juga. Allah is semacam jajanan di Indonesia.
Setiap orang bisa beli di warung dan menggunakannya. Just say it: demi Allah.
Very easy.
T = Yang baik itu kalu orang sudah berkesadaran. Apapun kendaraan agama
mereka kalu orangnya pingsan terhadap maksud dari dilahirkannya agama itu
sendiri... yaa sama juga bo’ong.
J = That's what I have been saying until now. Kesadaran,... itu yg
penting. Kita semua memiliki kesadaran yg bisa dipakai untuk berpikir. Agama
itu buatan manusia, bisa kita ubah. Alalh saja bisa kita bikin, kenapa tidak
bisa kita ubah ?
Yg membikin dan mengubah Allah adalah kita sendiri. You, me, and
everybody else. The problem is, ada yg sudah sadar bahwa kita sendirilah yg
membuat Allah, dan ada yg bilang bahwa Allah yg membuat dirinya. Pedahal
sebenarnya kitalah yg membuat Allah. Kita konsepsikan ada Allah yg menciptakan
alam semesta dan segala isinya. Konsep itu dari kita, kita yg buat. Lalu kita
bilang bahwa the Allah menurunkan syariat untuk dijalankan dengan susah payah
oleh manusia supaya masuk Surga. Pedahal the syariat itu juga kita sendiri yg
buat. Kita yg bilang seperti itu.
T = Topografi agama di Indonesia itu harus dilihat jelas ya khan. Meby
kalu dikatakan gagal 100%, musti banyak yang ga terima. Tetapi meby kalu kita
bisa liat indikator dari moralitasnya... yaah we can see ourselves-lah,
Indonesia urutan ke berapa soal korupsi dari negara-negara di dunia ?
J = Indonesia termasuk ranking teratas sebagai negara terkorup di
dunia. Mungkin urutan ketiga atau keempat, I'm not sure. Dan itu atas ridho
Allah.
T = Departemen Agama urutan ke berapa soal korupsi di Indonesia
tercinta kita ini… nah itulah indikatornya.
J = Departemen Agama sangat tersohor sebagai salah satu departemen
terkorup di Indonesia, kalau bukan yg terkorup. Dan itu atas ridho Allah juga.
T = So, meby penerapan agama itu gagal 85-90% , yang 10 % itu buat
orang-orang yang bermoral baik setelah beragama. Bagaimanapun, mau tidak mau,
tidak bisa lepas dari Islam yang menjadi sorotan, karena mayoritasnya beragama
Islam getho loh…
J = Kalau saya pura-pura bodoh, maka saya akan selalu menyalahkan para
oknum. Yg salah oknumnya dan agamanya tetap benar. Kalau saya mau jujur, maka
saya akan bilang bahwa ini semua disebabkan oleh terlalu banyaknya dosis agama
di Indonesia.
T = Harusnya MUI itu lebih mementingkan kategori korupsi. Mana yang
masih halal dan mana yang sudah haram, termasuk juga fee / komisi yang halal
dan komisi yang haram, daripada hal-hal yang ga krusial diurusin ya khan ?
J = Bagi MUI hukumnya haram untuk bilang bahwa korupsi haram. Kalau
korupsi diharamkan, maka pemasukan lembaga-lembaga agama akan berkurang. Don't
you know bahwa setiap koruptor pasti akan menyumbang lembaga agama as well as
anak yatim ? Korupsi yg disumbangkan sebagian demi agama akan bisa menyogok
Allah sehingga mau menerima sang koruptor di sisinya kalo mati nanti.
T = So, kalu menyangkut organisasi apalagi, well cuman ada tiga
kepentingan or trinitas dalam orang berorganisasi: politik / kekuasaan, agama,
dan sosial – ekonomi. Itu juga menurutku dah jauh dari hakekat kebebasan
sebagai manusia. Mereka jadi terikat dengan peraturan organisasi. Dan apalagi
mau disetir oleh kepentingan individu yang punya hajat mendirikan organisasi
itu sendiri. Koq mau yak ?
J = Mau ajalah. Selama ribuan tahun agama telah membuktikan dirinya
sebagai penggalang dana dan tenaga yg paling unggul. Tidak terhitung banyaknya
manusia yg mau disetir oleh agama. Mau melakukan apa saja karena dijanjikan
Surga.
Untungnya masyarakat maju sudah meninggalkan agama. Agama Nasrani boleh
bilang sudah ditinggalkan di negara-negara maju di Eropa Barat, Amerika Utara
dan Australia. Yg penting bagi mereka bukanlah agama melainkan pemerintahan
bersih, keadilan sosial, hak azasi manusia,... termasuk di sini kebebasan
berekspressi, kebebasan beragama, kesetaraan gender dan kesempatan sama bagi
semua manusia tanpa diskriminasi.
Kita di Indonesia masih ketinggalan jauh.
+
Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Allah suka berubah pikiran. Tadinya bilang kiblat ke Yerusalem, terus
dirubah ke Mekkah. Pedahal yg bilang begitu sang manusia saja, dengan
mengatas-namakan Allah. Karena manusia yg dinabikan dengan alasan politik bisa
bilang bahwa Allah berubah pikiran, maka kita juga bisa bilang begitu. Allah
selalu berubah pikiran. Ketika kita berubah, maka Allah berubah. That's the
principle.
------------------------------------------------------------------------------
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.