Assalamualikum Wr.Wb

Saya ingin curhat dengan masalah hidup saya ini, jika memang berkenan
mohon untuk diberikan tanggapan dan juga solusi yang bijak.

Saya adalah seorang pria berusia 18
tahun. Kata orang yang kenal dekat dengan saya, mereka bilang bahwa saya adalah
orang yang tidak punya masalah hidup, saya memang tipe orang yang periang, jadi
mungkin mereka tidak akan pernah tau apa yang ada dalam diri saya sebenarnya
karena saya memang orang yang sangat tertutup.

Saya anak pertama dengan 2 orang
adik, dari kecil hidup saya sudah mempunyai jaminan hidup. Almarhum kakek saya
memberikan asset yang cukup untuk membiayai hidup saya hingga kuliah sampai
tamat. Saya tegaskan, hanya saya yang diberikan jaminan hidup hingga dewasa. 
Entah
kenapa hanya saya, kenapa tidak dengan adik adik saya. Orang tua saya juga gak
mau cerita, katanya ini masalah masa lalu yang gak usah di ungkit-ungkit. Tapi,
dengan adanya jaminan hidup tersebut tidak membuat saya bahagia. Semakin
dewasa, saya menyadari tentang arti kehidupan yang dilarang untuk bersikap
egois, yaa apakah saya pantas mengenyam sedangkan adik-adik saya juga
membutuhkan. Jujur, saya bukan dari keluarga yang kaya raya, saya hanya dari
keluarga yang sangat sederhana. Saya sekarang mahasiswa kedokteran di salah
satu PTN unggulan di negeri ini, sebenarnya saya gak ingin kuliah waktu, saya
ingin bekerja dulu untuk membantu-bantu keluarga atau setidaknya kuliah sambil
kerja, kasihan orang tua saya harus mebiayai sekolah adik adik saya. Saya juga
pernah membicarakan kepada orang tua saya, bagaimana kalo saya tidak kuliah
dulu waktu itu dan memberikan jaminan hidup yang diberikan kakek saya kepada
keluarga, tapi orang tua saya menolak. Adik saya yang pertama sekarang juga
siswa baru di salah satu SMA negeri favorit di kota ini, saya sempat kaget
melihat uang SPP dan uang pangkal yang harus dibayar yang melebihi SMA lainnya.
Ya itulah orang tua saya, mereka harus memprioritaskan pendidikan untuk
anak-anaknya, masalah uang sih gampang katanya, padahal saya tahu, untuk makan
saja butuh perjuangan, padahal sekarang usaha ayah saya sudah hampir bangkrut. 
Pernah
saya bekerja sambil kuliah selama 1 bulan tanpa sepengetahuan orang tua saya,
untuk membantu membiayai adik saya, tapi saya malah sulit untuk membagi waktu. 
Seminggu
yang lalu saya pulang ke rumah dan melihat kondisi yang memprihatinkan, bisnis
orang tua saya mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena ditipu oleh
temannya sendiri. saya bingung, apa yang harus saya lakukan ? apa saya harus
menunda kuliah dulu dan menyerahkan uang jaminan hidup kepada keluarga walau
mereka jelas jelas menolak. Mereka hanya berpesan kepada saya untuk untuk
belajar saja yang benar, dan ketika pulang kerumah nanti harus sudah menjadi
seorang dokter yang hebat. Ya pesan itu adalah motivasi untuk saya agar terus
berusaha untuk cepat lulus kuliah degan prestasi yang hebat. jujur saya masih
memikirkan kondisi keluarga saya yang semrawut. Mohon untuk teman-teman disini
jika ada yang memberikan masukan atau solusi untuk maslah saya ini.  Terima 
kasih.




      

Kirim email ke