isro miraj itu BENAR ADANYA....
tolong jangan bawa masalah Agama di dalam millis ini.
tolong hargain semua, makasih




________________________________
From: leonardo rimba <[email protected]>
Sent: Tue, August 11, 2009 8:13:26 AM
Subject: {curhat} Isro Mikraj

  
PERCAKAPAN 1: ISRO MIKRAJ


T = Mas mohon sharing,

Mas Leo kan mustine dah isro mikraj ke (sidratul muntaha) baitullohnya diri Mas 
Leo sendiri, nah cuma pengin tau saja gimana rasanya, soalnya masing-masing 
orang kan beda yg hasilnya adalah higher self kan ?

J = Rasanya biasa-biasa saja.

T = Bisa cerita ngga mas ke saya soalnya kalo dari yg backgroundnya Islam kok 
kayak gitu (:) Nah saya pribadi pengin ngerti yg Mas Leo alamin, ngga ada 
maksud mbanding-bandingin babar blas cuma, pengin denger ceritanya aja.

J = Isra Miraj cuma simbol saja dari pengalaman spiritual seseorang. Anda pasti 
pernah mengalaminya juga ketika merasa terbang-terbang ke awan tinggi dan 
melihat pengalaman indah. Saya pernah mengalaminya. Terkadang saya bilang 
pengalaman seperti itu namanya OOBE (out of body experience).

Untungnya saya masih waras dan tidak bilang bahwa ada Jibril yg bawa saya 
terbang-terbang. Kalau saya menjadi ulama dan ingin mencari pengikut, of course 
saya akan membesar-besarkan pengalaman saya seolah-olah saya orang yg sangat 
dimuliakan Allah sehingga memperoleh pengalaman spiritual yg wah.

Tetapi karena saya mau menjadi diri sendiri saja dan jujur, akhirnya saya 
bilang saja terus terang bahwa pengalaman terbang-terbang itu sangat umum. 
Biasa dialami oleh kita tatkala tidur. Ada yg mudah mengingat mimpinya dan ada 
yg tidak. Kalau anda tidak mudah mengingat mimpi anda, bukan berarti anda tidak 
pernah mengalami miraj.

Miraj itu istilah saja. Dan tidak harus ke Baitullah. Saya sendiri lebih suka 
miraj ke tempat yg indah-indah. Apa yg saya mau lihat langsung muncul di 
hadapan saya. Kalau saya ingin lihat yg bagus, itu langsung muncul. Kalau saya 
ingin lihat Setan, itu juga langsung muncul. Kalau saya ingin lihat Jibril, itu 
langsung muncul. Tapi saya tidak mau.

Saya tahu itu semua cuma bayangan yg muncul di dalam pikiran saya ketika saya 
berada di frekwensi antara tidur lelap dan terjaga. Jadi seperti bermimpi dalam 
keadaan sadar. Nilai spiritualnya berada di pengertian bahwa kesadaran kita 
bisa menciptakan apapun, dan bahwa tidak ada yg namanya Surga dan Neraka.

Kalau sedang berada di frekwensi itu anda ingin menciptakan Surga, maka 
terciptalah juga. Kalau ingin menciptakan Neraka, maka tercipta juga. Bahkan 
anda bisa menciptakan sensasi jatuh total seperti dari bulan ke atas bumi. 
Tetapi ternyata anda masih hidup juga, dan cuma ada di atas ranjang.

Kalangan Islam yg melebih-lebihkan pengalaman umum itu adalah mereka yg masih 
terkungkung oleh ketakutan. Mereka takut masuk ke dalam kesadaran mereka 
sendiri. Katanya akan ketemu Setan yg menyamar. Pedahal Setan itu buatan 
kesadaran kita sendiri. Jibril juga buatan kesadaran kita sendiri saja.

Karena saya berkali-kali mengalami sensasi "Isra Miraj", maka saya akan 
geleng-geleng kepala melihat orang-orang yg berlatar belakang pesantren 
terkagum-kagum kalau saya ceritakan apa saja yg saya sudah lihat. Pedahal apa 
yg saya lihat di mimpi atau OOBE merupakan hal yg biasa-biasa saja. Setiap 
orang bisa mengalami.

Dan tidak ada nilai spiritualnya kalau orang yg mengalami tidak mau keluar dari 
pemikiran sempit bahwa hanya orang yg diridhoi Allah yg bisa merasakan sensasi 
seperti itu. Pedahal Allah semacam yg anda bayangkan itu tidak ada. Walau 
mencarinya sampai di manapun anda tidak akan bertemu dengan Allah karena anda 
tidak tahu Allah itu sebenarnya apa. 

Allah yg berupa konsep itu cuma akan anda temui dalam bentuk simbol. Bisa 
simbolnya Bouraq (kuda terbang) yg anda tunggangi ketika anda miraj. Anda 
menunggangi Allah which is oke-oke aja karena di dunia melek juga anda selalu 
menyuruh Allah. Allah is babu anda di dunia ini.

Ya Allah, lindungilah aku.
Ya Allah, berilah aku rejeki.
Ya Allah, berilah aku istri.
Dst...

Karena anda selalu menyuruh-nyuruh Allah, maka jelas Allah is babu anda. That's 
a fact. Tetapi, kalau mau lebih jujur lagi, yg bekerja itu adalah kesadaran 
anda sendiri. Jadi, seperti anda berdoa kepada kesadaran anda untuk melindungi 
tubuh fisik anda. Seperti anda berdoa kepada kesadaran anda untuk memberikan 
anda rejeki. Seperti anda berdoa kepada kesadaran anda untuk memberikan anda 
istri. Bisa juga berdoa supaya diberikan WIL atau pacar sementara yg bisa 
diajak begituan. Itu bisa saja, dan memang seperti itulah caranya.

Allah itu cuma medium agar kesadaran anda bisa fokus, seolah-olah anda memohon 
kepada sesuatu, pedahal anda cuma memohon kepada kesadaran di dalam diri anda 
sendiri saja yg akhirnya akan memunculkan apa yg anda mohon. Prinsipnya sangat 
simple kalau kita mau keluar dari kungkungan ketakutan dan cara berpikir 
primitif. Allah sebagai babu kita itu cara berpikir primitif, spiritualitas 
kelas bawah. Sedangkan kita at least sudah menjadi anggota masyarakat kelas 
menengah sehingga sangat layak kalau pengertian yg lebih akhir dan sempurna 
dari saya ini disebar-luaskan.

Ini pengertian yg terakhir dan sempurna. Yg sebelumnya itu cuma isapan jempol 
saja, cuma cocok untuk manusia dewasa yg berkelakuan seperti anak kecil 
terkagum-kagum mendengar cerita fantasi tentang manusia yg naik onta terbang ke 
Yerusalem. 

We have grown out of that, don't we ?


+

PERCAKAPAN 2: MASUK DONG !


T = Pada suatu malam aku ga tidur, ga bangun, ga... pokoknya ga tau.

J = Anda berada di frekwensi tidur lelap tapi tetap sadar. Jadi, seperti 
kesadaran anda masuk ke dalam alam mimpi. Rasanya memang seperti tidak tidur 
walaupun anda sebenarnya tidur lelap secara fisik.

T = Aku diajak seorang lelaki berjubah biru, ke lapangan yang luas. Trus aku 
ditinggal. 

J = Anda bertemu dengan bagian dari kesadaran anda sendiri yg sifatnya 
maskulin, simbolnya seorang laki-laki. Lelaki berjubah biru itu kesadaran anda 
sendiri, kesadaran anda yg berpikir karena biru adalah simbol dari pemikiran. 
Jubah biru dari laki-laki itu adalah simbol dari pemikiran anda yg ternyata 
cuma dipakai saja, dan bukan merupakan bagian inheren dari diri anda.

T = Beberapa saat kemudian aku dijemput seorang cewek, aku di bawa ke depan 
pintu yang lebar dan tinggi ga ada batesnya. Aku disuruh masuk dan ditinggal. 

J = Cewek itu simbol dari kesadaran anda yg feminin. Ternyata kesadaran anda yg 
feminin itu lebih tinggi tingkatnya dibandingkan dengan kesadaran anda yg 
maskulin. Yg pertama datang adalah yg maskulin, dan yg kedua feminin. Yg 
maskulin masih mengenakan jubah biru which is simbol dari pemikiran, dan yg 
feminin tidak jelas mengenakan apa. Mungkin tidak mengenakan apapun. 

Tapi kesadaran anda yg feminin itu berhasil membawa anda dari tanah lapang yg 
luas ke depan pintu yg lebar dan tinggi tanpa batas. Tanah lapang luas adalah 
simbol dari pilihan yg bisa anda ambil dalam hidup. Kesadaran anda telah berada 
di tanah lapang yg luas, dan arah apapun bisa anda ambil, sama saja. 

Karena anda tidak mengambil pilihan apapun akhirnya kesadaran anda yg lebih 
tinggi lagi, dalam bentuk seorang wanita, menjemput anda dan menghantar anda 
menuju ke depan gerbang itu.

T = Di tempat itu ga ada apapun dan siapapun, hanya ada aku. PREN, MAKSUDNYA 
APA?

J = Of course tidak ada siapapun di situ selain anda sendiri. Anda adalah 
kesadaran anda yg melihat saja, yg sadar bahwa anda sadar. Ternyata memang 
tidak ada orang lain di sana selain anda sendiri.

Anda sudah berada di depan gerbang itu, dan pilihan cuma ada dua, yaitu diam 
saja di depan gerbang atau masuk ke dalamnya. Diam di depan gerbang akan 
menyebabkan anda menjadi seperti orang linglung tanpa tahu mengapa dan untuk 
apa anda ada di sana setelah dijemput oleh seorang lelaki dan seorang wanita.

Lelaki dan wanita itu adalah simbol dari kesadaran anda yg maskulin dan 
feminin. Keduanya digabungkan barulah menjadi diri anda yg utuh, yg sadar bahwa 
anda sadar.

Gerbang itu sendiri adalah simbol dari pencerahan (enlightenment) . Bisa juga 
dibilang sebagai Isra Miraj yg asli di mana anda sadar bahwa ternyata di luar 
gerbang dan di dalam gerbang tidak ada siapapun.

Yg ada hanya anda sendiri, kesadaran anda saja. Tidak ada Allah, tidak ada 
makhluk-makhluk apapun, yg ada hanyalah anda sendiri yg sadar bahwa anda sadar.

Dan anda yg sadar bahwa anda sadar adalah saya yg sadar bahwa saya sadar. Dan 
kesadaran itulah yg ada di semua manusia hidup, yg pernah hidup sebagai 
manusia, dan yg akan lahir sebagai manusia.

Cuma sadar bahwa kita sadar. Tanpa awal dan tanpa akhir. Awwalu wal akhiru, yg 
awal dan yg akhir. Eternal, abadi. Dan memang cuma satu itu saja.

Yg satu itu melihat dari banyak mata. Ada yg melihat dari mata anda, ada yg 
melihat dari mata saya, dan ada yg melihat dari mata manusia-manusia lainnya. 
Of course tidak ada Allah di situ. Allah itu cuma buatan dari kesadaran kita, 
bisa juga dibilang Allah babu kita karena kita sudah latih the Allah untuk 
menurut kalau kita suruh-suruh. Pedahal Allah itu cuma medium, istilah, dan yg 
bekerja selalu kesadaran kita sendiri yg selalu sadar itu.

Anda sudah diperlihatkan apa kesadaran itu. Sekarang anda mau apa dengan 
pengertian yg sudah didapat ? Apakah mau tetap diam saja di depan gerbang itu ? 

Masuk dong !


+

PERCAKAPAN 3: LUPA TERTAWA 


T = Mas Leo, honey..

Prosesi baptis tuh sebenernya kayak apa tho? Sama gak dengan yg aku liat saat 
aku meditate ?

J = Prosesi baptis berbeda-beda, tergantung dari alirannya. Mungkin yg anda 
maksud adalah prosesi yg benar-benar wah yg sekarang jarang sekali dilakukan.

I don't know what you exactly saw while meditating. Bayangan saya, prosesi 
baptis yg terlihat oleh anda itu seperti orang ngantri di depan kamar mandi. 
Kamar mandi cuma ada satu, dan yg ngantri banyak. Masuknya harus satu persatu, 
dan waktu mandi harus ada yg baca doa-doa dan bilang bahwa segala dosa orang 
itu diampuni.

Baptis artinya ditenggelamkan. Ditenggelamkan ke dalam air yg mengalir. Artinya 
simbolik, yaitu bahwa segala kotoran yg menempel di orang yg ditenggelamkan itu 
akhirnya hilang lenyap terbawa aliran air. Karena kotorannya hilang, maka 
dosanya hilang.

Pengertiannya seperti itu, jadi yg namanya dosa itu tidak menempel di kesadaran 
kita tetapi bisa hilang terbawa arus air. Of course apa yg disebut "dosa" juga 
banyak salah kaprahnya.

Katanya kita berdosa kepada Allah, pedahal yg namanya Allah itu tidak ada, dan 
yg ada cuma kesadaran kita sendiri saja.

So, akhirnya dosa berarti perasaan bersalah yg ada di diri kita. Kita merasa 
bersalah dan perasaan itu menempel terus di diri kita. Yg membuat kita merasa 
bersalah ternyata masyarakat kita sendiri yg bilang bahwa karena sampai umur 
segini belum menikah dan maunya kawin saja, maka kita "dosa" (dalam tanda 
kutip).

Dan kalau mau, baptis bisa menghilangkan perasaan bersalah itu. Asal kita 
percaya, segala macam dosa atau perasaan bersalah bisa hilang dengan 
sendirinya. Dan itu bisa kita lakukan sendiri saja tanpa orang lain tahu. Bisa 
di sungai, asal sungainya bersih dan tidak ada buayanya. Bisa di kamar mandi 
juga.

Bilang aja begini: "Saya membaptis diri saya sendiri atas nama Bapa, dan Putra 
dan Roh Kudus, amin." 

Tidak usah perduli sumpah serapah dari Allah Ta'alla yg protes dia tidak punya 
anak; kita mau percaya atau tidak mau percaya kepada Trinitas will not matter 
karena semuanya itu konsep saja. 

Yg asli itu cuma kesadaran di diri anda yg bisa menciptakan apapun untuk 
disembah dan disuruh-suruh. Many people worship Allah, pedahal yg disembah itu 
cuma kesadaran di dirinya sendiri saja. Dan Allah yg disembah itu juga bisa 
disuruh-suruh as babu kita.

Ya Allah, ampunilah dosaku. Wis diampuni, jawab Allah sambil berbisik-bisik. Yg 
minta kita sendiri, dan yg jawab kita sendiri juga. Allah yg kita sembah dan 
kita suruh itu cuma buatan dari kesadaran kita sendiri saja. Karena buatan 
kita, maka kita bisa buat Allah jenis apapun. Bisa dari jenis tidak punya anak, 
bisa juga dari jenis punya anak yg namanya Yesus, saya, anda, dan siapapun. 

Segalanya ada di dalam pikiran kita saja, akal-akalan dari kesadaran kita 
sendiri saja yg akhirnya keblinger dan lupa bahwa kitalah yg membuat segala 
keribetan ini. Setelah kita bisa sadar akhirnya kita akan tertawa saja. Tertawa 
bahwa kita bisa lupa, bahwa ternyata kitalah pencipta semuanya.

Dan itu tidak sama dengan lupa tertawa. Yg lupa tertawa adalah mereka yg belum 
sadar. Kalau sudah sadar cuma tertawa saja.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- 
indonesia>.


Kisah Isra Miraj yg bisa dialami oleh semua manusia ketika berada di frekwensi 
antara tidur lelap dan sadar, atau sadar di dalam alam mimpi. 

________________________________
Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 



      

Kirim email ke