Oma saya yang saya kasihi Oma hanya wanita biasa namun pekerja keras. Tidak terlalu banyak bicara tetapi selalu berpenampilan rapi. Orang-orang banyak mengenalnya sebagai pribadi yang keras. Ia hanya lulusan sekolah perawat dan di usianya yang relatif muda, yaitu 45 tahun, ia telah menjadi janda karena opa telah lebih dahulu dipanggil Tuhan. Beberapa pria mencoba untuk melamarnya, tetapi ia memilih untuk membesarkan anak-anaknya dengan tenang dibandingkan harus menikah lagi. Cicin kawin yang dikenakan opa, diambilnya dan dilebur dengan cincin kawin miliknya, dan terus... Dipakainya sampai mati. "Kita so di-ika sampai mati dengan cincin ini" (bhs Manado: saya sudah diikat sampai mati dengan cincin ini).
Walaupun tidak menyandang pendidikan yang tinggi, tetapi cita-citanya untuk anak-anaknya sangat tinggi. Dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, ia mencoba menyekolahkan 5 anak-anaknya dengan baik. Jual padi, jual kopra, berhemat, menabung dan doa yang tak putus-putusnya kepada Tuhan dengan setia ia senandungkan. Mungkin dari 5 anak-anaknya, memang tidak ada yang mencapai S1; tetapi mimpi besarnya tentang keturunan yang memiliki pendidikan yang baik, dicapai oleh 7 orang dari 10 cucunya; ke-7 nya, mencapai S2. Orang-orang kampung tahu benar betapa oma saya adalah seorang pekerja keras. Ia mencuci baju seragam pelaut suaminya dengan cara direbus dan disikat agar tetap putih. Ia menjahitkan baju anak-anaknya untuk acara-acara seperti Natal. Ia membeli kain pada saat sedang murah, disimpannya cukup lama, lalu dijahit pada saat diperlukan. Ia akan menyiapkan seragam anak-anaknya dan mengikat rambut anak-anak perempuannya dengan pita-pita yang cantik. Ia menggiring anak-anaknya mengungsi ke kebun jauh pada saat perang setelah kemerdekaan. Ia diperlakukan tidak adil oleh ibu kandungnya.... Dan masih banyak cerita dan perjuangannya, hanya saja, ia tidak pernah mengeluh. Ketika saya kecil, oma sempat lama tinggal di rumah kami. Ia akan memanggil saya makan siang, ia akan mengantar saya tidur siang dan sebelum saya terlelap, saya masih sempat mendengarkan oma berdoa di ujung tempat tidur saya, ia mendoakan rumah tangga anak-anaknya, jika sedang bermasalah, beberapa kali nama oom dan tante saya disebutkannya, namun saya kurang mengerti pada saat itu... Saya akan bangun dan mendapatkan segelas susu coklat yang hangat di sore hari. Kondisi fisiknya memang sangat kuat; menjelang ajalnyapun, sebenarnya organ-organnya masih berfungsi baik, dokter salut dengan daya tahannya. Kakinya terdahulu yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap sampai akhirnya beberapa hari jantungnya yang masih berusaha bekerja berhenti jua. Di usianya ke-88 tahun, bulan 19 April 2008, ia meninggal dunia. Ia hanya pekerja keras yang berjuang menghidupi anak-anaknya, setia menjaga anak-anaknya dengan doa-doa; mungkin ia bukan seseorang yang mudah diajak bicara, namun mimpinya sangat besar. Saat membenahi barang-barang miliknya setelah oma meninggal, keluarga kami sungguh terharu mendapatkan doa-doa tulisan tangannya yang lugu... Doanya sederhana saja, agar anak cucunya selalu dilindungi Tuhan dan ia masih berharap Tuhan mengembalikan penglihatannya yang mulai kabur. Tidak pernah ada orang yang pernah tahu tentang doanya; yang sekarang kami tahu, banyak doa-doanya dikabulkan Tuhan dan anak cucunya dapat menjalani hidup berkali lipat daripada kehidupan keras yang dimilikinya. Benarlah, jangan sepelekan doa seorang ibu, karena hasilnya memang luar biasa... Menjadi seorang ibu rumah tangga, memang tidak memiliki gengsi seperti menjadi seorang direktur. Tetapi kejayaan seorang ibu rumah tangga, hasilnya dinikmati jauh sampai anak-cucu-cicit. Marilah senantiasa kita menjaga keturunan kita dengan perjuangan yang mulia dan doa yang tak putus-putusnya. Terimakasih untuk kasih melimpah yang telah kami rasakan... Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM Principal of Yemayo – Advance Education Center Website: www.yemayo.com Jika anda ingin membaca tulisan-tulisan menarik seputar Pengasahan Kecerdasan Pribadi individu dan keluarga, bergabunglah di fan page Facebook: http://www.facebook.com/pages/Jakarta/Yemayo-Advance-Education-Center/243505283196 Bincang Parenting Talkshow bersama Yacinta Senduk dalam acara DFM Parenting Talkshow, di radio 103,4 FM, setiap hari Senin pukul 16.30 – 17.30. Streaming radio: www.radiodfm.com Bersama pembaca acara yang handal: Stella Hermana & Pritha Wibisono Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

