Assalaamu'alaikum wr. wr.
FYI...
 
Semoga bermanfaat

Awali Dengan Kebiasaan Memberi

 
 
Pernah saya menanyakan kepada anak saya yang masih duduk di bangku Sekolah
Dasar, apa yang paling menyenangkan dalam hidup ini? Jawabnya adalah
menerima hadiah yang bagus, bukan hanya pada hari ulang tahun, tetapi kalau
bisa menerima hadiah setiap hari.
Menerima sesuatu pemberian orang lain, apakah itu hadiah, sekedar pujian
atau sesuatu lainnya pasti sangat menyenangkan. Tidak hanya bagi anak-anak,
siapapun Anda, apakah orang tua atau masih muda, apakah orang kaya atau
miskin, apakah direktur atau karyawan biasa, pemimpin atau rakyat biasa,
tentu merasa senang menerima hadiah atau sesuatu dari orang lain. Apalagi
kalau sesuatu itu adalah yang memang kita harapkan dan kita tunggu-tunggu,
inilah momen yang paling menyenangkan. Inilah perasaan dari sisi seseorang
yang menerima sesuatu pemberian orang lain.
Bagaimana dengan seseorang yang menjadi “subjek” atau orang yang memberikan
sesuatu kepada orang lain? Perasaan apa yang dirasakannya? Apa imbalan yang
akan didapatkannya? Seringkali orang salah mengartikan memberikan sesuatu
kemudian berharap segera mendapatkan imbalan dari orang yang diberinya. Ini
adalah prinsip yang salah yang dapat menghilangkan nilai dari pemberian itu,
karena tidak dilakukan dengan niat keikhlasan hati.
Prinsip kebiasaan memberi dan berbagi sesungguhnya adalah prinsip investasi
kepercayaan. Karena prinsip mendahulukan memberi, bukan menunggu dan meminta
adalah prinsip melepaskan energi kebaikan dari dalam diri. Ingatlah prinsip
aksi min reaksi. Bahwa sebuah aksi akan menciptakan reaksi. Dan prinsip
kebiasaan memberi kebaikan akan menghasilkan pula sesuatu kebaikan, yakni
berupa meningkatnya investasi energi kepercayaan dari orang lain.
Dalam berbisnis, dalam bekerja sebagai karyawan, dalam berkarya, dalam
melakukan berbagai bidang kehidupan, kalau Anda ingin mendapatkan kesuksesan
dan kebahagiaan awalilah dengan kebiasaan memberi dan berbagi, bukan
menunggu dan meminta. Karena kebiasaan memberi adalah melepaskan energi
positif dari dalam diri. Energi ini sesungguhnya tidak pernah hilang dari
muka bumi, hanya akan berubah bentuk saja.
Energi positif berupa kebaikan ini akan kembali kepada diri kita dalam
jumlah yang berlipat ganda. Bisa saja dalam bentuk yang berbeda-beda,
misalnya mendapatkan kebahagiaan hati, kesenangan batin, ketenangan,
kemudahan hidup, rejeki, keselamatan atau ditolong orang lain. Inilah
prinsip hukum kekekalan energi.
Apa sih yang harus dibagikan ?
Apakah harus uang, harta atau Perhatian ?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin terlintas dalam benak Anda.
Banyak hal yang dapat diberikan dan dibagikan kepada orang lain, tidak harus
harta dan uang. Berikut ini beberapa hal kecil selain harta dan uang yang
dapat dibagikan kepada orang lain sehingga dapat meningkatkan kepercayaan,
contohnya:
·        Memberikan perhatian yang tulus kepada orang lain
·        Memberikan penghargaan kepada orang lain
·        Mau mengerti penderitaan dan kesulitan orang lain
·        Mau mendengarkan orang lain berbicara
·        Menjadikan orang lain merasa penting dihadapan kita
·        Memberikan pujian kepada orang lain
·        Menolong orang yang memerlukan bantuan
·        Berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan
·        Mengerti perasaan orang lain 
·        Dll
Intinya awalilah dengan kebiasaan memberi dan berbagi, bukan menunggu dan
meminta. Mengawali dengan kebiasaan memberi sebenarnya adalah mengikuti
sifat-sifat mulia Allah SWT yang sudah “built in” dalam hati kita. Yakni
sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim atau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. 
Inilah prinsip memulai dengan mengucapkan niat “Dengan Nama Allah Yang Maha
Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Jadikanlah hal ini sebagai kebiasaan dalam
setiap memulai langkah kehidupan dan rasakan efektivitasnya dalam kehidupan
Anda.



 Sumber: http:/www.ekojalusantoso.com/


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
MUDAH MUDAHAN BERMANFAAT DAN DAPAT MENERANGI KEGELAPAN ATAU MEMPERINDAH
TERANGNYA CAHAYA HIDUP. AMIEN YA RABBAL ALAMIN. 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke