Saya Mencarikan Kalung Untukmu... Sebagai Hujjah Untukmu Sumber dari: http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=2&id=6801
Jumlah wanita dalam Perang Khaibar saat itu sebanyak 20 orang. Diantara mereka terdapat anak perempuan yang masih belia. Kepadanya Nabi SAW bersabda, "Kemarilah, naiklah di belakangku." Jarak tempuh perjalanan 90 km. Para sahabat menuturkan, "Jika Nabi SAW ingin beristirahat beliau menurunkan anak perempuan itu diatas unta dengan cara menyuruh unta tersebut berlutut, lalu beliau berkata, "Kesinikan tanganmu." Demikian Nabi SAW menurunkannnya. Anak perempuan itu pun berkata, "Ketika perang telah usai dan kemenangan berada dalam tangan kaum muslimin, aku melihat Rasulullah SAW membagi-bagikan harta rampasan perang." Tatkala melihatku, beliau bersabda, "Kemarilah." Aku pergi mengghampiri beliau yang mengeluarkan kalung, lalu berkata kepadaku, `Pakailah kalung ini.' Ketika aku ingin mengambilnya dari Nabi SAW untuk kupakai, tiba-tiba beliau bersabda, `Jangan! Aku akan memakaikannya untukmu.' (HR. Ahamad) Maka Rasulullah memakaikan kalung tersebut keleherku." Anak perempuan tersebut berkata, "Demi Allah setelah ini kalung ini tidak akan terlepas dari leherku untuk selamanya karena aku telah bertekad agar ia terkubur bersamaku kelak, sampai datangnya hari kiamat. Pada hari itu aku akan mengatakan padanya, `Kalung ini wahai Rasulullah SAW'." Saya merasa kedua kelopak mata Anda akan berlinangan air mata karena tersentuh oleh kasih sayang ini. Tetapi yang lebih penting, lihatlah ketawadhu'an Nabi SAW berinteraksi dengan setiap orang. Apakah Anda berinteraksi dengan manusia sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi SAW? Saya rasa perkataan bocah perempuan tersebut dapat memberikan rangsangan positif buat Anda. Sebagaimana yang ia katakan, "Aku telah bertekad agar ia (kalung) terkubur bersamaku nanti sampai datangnya hari kiamat. Aku akan mengatakan padanya (Nabi SAW) `Kalung ini, wahai Rasulullah'." Itulah suara ketulusan hati nurani yang sampai kepadamu sejak 1400 tahun lalu... Saya akan mencarikan kamu seuntai kalung. Bawalah nanti pada hari kiamat, dan katakan, "Sejak saya mendengar hadits tentang dirimu, wahai Rasul, dan kalung itu, saya bersikap tawadhu'. Segala puji bagi Allah.

