Artis Inggris Desak Obama Bicara Soal Gaza
<http://kompas.com/data/photo/2009/01/03/3141608p.jpg> Presiden terpilih AS Barack Obama (kiri) melambaikan tangan saat dia dan istrinya, Michelle Obama (kanan), menaiki pesawat di Bandara Internasional Honolulu, Kamis (1/1). Mereka kemudian terbang menuju Chicago. Mereka berlibur di Hawaii sejak 20 Desember 2008. / Sabtu, 3 Januari 2009 | 12:33 WIB LONDON,SABTU-Sekelompok artis dan penulis Inggris termasuk penyanyi Annie Lennox mendukung dihentikannya pemboman Israel di Gaza. Mereka juga minta pada Presiden terpilih AS Barack Obama untuk berbicara. Mantan Walikota London Ken Livingstone dan aktivis hak asasi manusia Bianca Jagger bergabung dengan para pengunjuk rasa yang telah melakukan aksinya dalam sepekan terakhir. Aksi mereka akan berpuncak dalam demonstrasi, Sabtu di luar Downing Street. "Saya ingin minta pada presiden terpilih Obama untuk bicara," kata Jagger. "Orang di seluruh dunia penuh harapan ketika ia terpilih dan kita harus memintanya untuk minta dihentikannya segera pembombardiran penduduk sipil di Jalur Gaza." Obama selama ini bungkam mengenai konflik Gaza, dengan menekankan bahwa hanya ada satu presiden pada waktu sebelum pelantikannya pada 20 Januari. Unjuk rasa, Sabtu, akan berbaris melewati Downing Street, tempat pengunjuk rasa akan meninggalkan sepatu tua untuk PM Gordon Brown. Mereka rupanya terinspirasi tindakan wartawan Irak yang melemparkan sepatunya pada Presiden AS George W. Bush. Livingston, yang dipecat sebagai walikota London pada Mei, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ada rasio 100 kematian warga Palestina dibanding satu warga Israel yang tewas dalam konflik Gaza, pada hari ketujuhnya, Jumat. "Tidak ada perasaan bahwa itu dapat menjadi sebanding," katanya, dan menyatakan Israel adalah "negara yang dibangun berdasar pembasmian etnik", dengan merujuk pada pembentukannya Mei 1948, setelah sekitar 700.000 warga Palestina melarikan diri atau diusir. Bekas bintang Eurythmiks, Lennox menambahkan: "Beberapa hari setelah Hari Natal saya datang ke ruang bawah, menghidupkan televisi, dan melihat gumpalan asap datang dari sejumlah bangunan dan saya terkejut. "Karena saya berfikir sebagai ibu dan sebagai manusia, bagaimana ini akan menjadi solusi bagi perdamaian?" katanya. [Non-text portions of this message have been removed]

