Bismillah

Tips Agar Anak Tidak Menjadi TERORIS

Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata 
anaknya - yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam - terciduk 
oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain 
pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, 
teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini 
mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi 
terorisme!!

Demikianlah, betapa menyedihkan, ternyata jaringan terorisme telah berhasil 
menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang 
bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.

Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret 
jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran 
mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?

Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah …

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jauh-jauh hari telah memberitakan 
kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

سَيَخْرُجُ فيِ آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ 
اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ البَرِيَّةِ يَقْرَءُوْنَ 
الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا 
يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. 
Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al Qur’an, tapi 
tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) 
agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya. [HR. Al 
Bukhari 3611, 5057, 6930; Muslim 1066]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyifati mereka sebagai:

هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَ الْخَلِيْقَةِ

Mereka adalah sejahat-jahat makhluk. [HR. Muslim 1067]

Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi 
pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan 
berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ‘ulama, 
maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah 
mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani 
menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela 
dan mendukung pemerintah. Pada ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani 
melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal 
mula seorang terseret dalam aksi terorisme.

Kaum muslimin rahimakumullah…

Kesalahfatalan berikutnya, yang pada ujungnya menghantarkan anak-anak kaum 
muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang 
besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai 
dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam 
tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?

Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. 
Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi 
oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus 
dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami 
dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena 
memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet 
(Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: 
kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan 
nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di 
atas agamanya.

Sebagai contoh, bahwa dalam syari’at Islam tidak semua orang kafir boleh 
dibunuh.

Kafir Dzimmi, Kafir Mu’ahad, Kafir Musta’min dalam Islam jiwanya terlindungi 
tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا 
لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا

Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium 
aroma wangi al Jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi al jannah itu 
didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun. [HR. Al-Bukhari 3166, 6914; 
An-Nasa`i 4764; Ibnu Majah 2736; Ahmad V/36]

Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harby, yaitu 
orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan 
mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.

Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan 
tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya 
menganggapnya sebagai tokoh ‘ulama besar yang diikuti ucapan dan 
fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, pelaku peledakan bom Bali yang bernama Imam 
Samudra.. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya diatas sebagai ‘ulama 
dan menyejajarkannya dengan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal sifat dasar 
para khawarij pelaku aksi teror tersebut adalah sama sekali lepas dari 
bimbingan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam memahami dan 
mengaplikasikan dalil-dalil syari’at.

Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata 
bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang 
zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam 
penampilan dan pakaian mereka, dan sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror 
yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan 
merupakan bagian dari ajaran Islam!!

Kaum muslimin rahimakumullah…

Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan 
As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum 
muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama 
tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan 
bimbingan para ‘ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. 
Alhamdulillah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah meninggalkan 
umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa 
Sallam menegaskan:

وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا 
وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ

Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang benderang. 
Kondisi malam dan siangnya sama. (HR. Ibnu Majah no.5. Ash-Shahihah no.688)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga telah menggariskan manhaj yang 
benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau 
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ 
بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، 
عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku) , dia akan 
mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang 
dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para khulafa’ rasyidin sepeninggalku. 
Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian. (Abu Dawud 4607, 
At-Tirmidzi 2676. Ash-Shahihah no. 937)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda tentang jalan yang benar 
dalam memahami Islam:

مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي

Jalan/Prinsip yang Aku (Rasulullah) berada di atasnya dan juga para shahabatku. 
(At-Tirmidzi 2641, Ath-Thabarani I/256. Ash-Shahihah 203, 204)

Jika kita tidak memperhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam 
memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrim 
dan menyimpang dalam beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mencela sikap ekstrim tersebut 
dalam sabda beliau:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ

Binasalah orang-orang yang ekstrim, binasalah orang-orang yang ekstrim, 
binasalah orang-orang yang ekstrim. (Muslim 2670)

(Dikutip dari http://www.assalafy .org/mahad/ ?p=334#more- 334, versi msword 
http://www.salafish are.com/id/ 31BEVLR7VU8K/ Teroris1. doc)






Artikel asli dipublikasikan pada:

Site:
SALAFY INDONESIA - Salafy Online - Situs Salafi Ahlussunnah wal Jama'ah


|

Kirim email ke