Sedikitnya 500 Orang Kristen Nigeria Membantai Muslim di Kota Jos
Selasa, 09/03/2010
Kekerasan sektarian di Nigeria kembali berlanjut, di mana lebih dari 500 orang
dari desa-desa Kristen di akhir pekan lalu - dibawah dukungan kelompok militan
Kristen - melakukan penyerangan terhadap umat Islam Nigeria, kata pihak
berwenang pada hari Senin kemarin (8/3).
Puluhan mahasiswa hari ini (9/3) di kota utama Jos, negara bagian Plateau
melakukan demonstrasi, mereka meneriakkan "Tidak untuk genosida" dan "Kami
ingin perdamaian di negara bagian Plateau!"
Vatikan sendiri telah menyatakan "kesedihan dan keprihatinan mereka atas
tindakan kekerasan yang mengerikan tersebut."
Namun juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi menolak untuk
mengklasifikasi bahwa kekerasan yang terjadi di Nigeria adalah konflik agama,
mengingat posisi Uskup Agung Abuja yang berasal dari Nigeria. Sedangkan
Monsignor John Aonaikan mengatakan: "Mereka tidak bertengkar karena alasan
agama, namun lebih karena tuntutan dan konflik sosial, ekonomi, suku dan
budaya."
Konflik sektarian di Nigeria kembali terjadi pada akhir minggu lalu, tepatnya
pada Sabtu malam (6/3), di tiga desa yang berada di selatan kota utama Jos,
negara bagian Plateuau. Ratusan orang dibantai, termasuk wanita dan anak-anak
tewas dengan luka bacokan dan dibakar hanya dalam waktu tiga jam, menurut saksi
mata yang melihat peristiwa sadis tersebut.
Media resmi di negara bagian Plateau, Dan Madjang melalui telepon menyatakan
bahwa "500 orang telah tewas dalam tindakan yang mengerikan ini yang dilakukan
oleh kelompok kristen," 95 orang telah ditangkap setelah serangan terjadi.
Peter Gadd, yang mengepalai organisasi non-pemerintah untuk membela hak asasi
manusia di Jos pada hari Ahad lalu mengunjungi ketiga desa, ia mengatakan:
"tampaknya para penyerang melancarkan serangan secara simultan dan sistematis
dengan banyaknya rumah yang dibakar." (fq/aby)
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]