Honesty is a Mighty Power of Sharia Bank

By Alihozi

"Kamu (ummat Islam) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena 
kamu) menyuruh (berbuat) yang makhruf dan mencegah dari yang mungkar dan 
beriman kepada Allah...." 

Berdasarkan penelitian saya terhadap perilaku nasabah bank syariah selama 
menjadi bankir bank syariah dalam kurun waktu 10 tahun sejak tahun 2002 s/d 
saat ini, ternyata alasan paling utama nasabah – nasabah bank syariah itu mau 
melakukan transaksi di bank syariah adalah karena keyakinan mereka akan 
kejujuran para pekerja di bank syariah dari level atas s/d level bawah. 

Mereka berkeyakinan bahwa uang mereka akan dikelola dengan amanah dan 
profesional. Ini berarti saat ini para pekerja bank syariah mendapatkan 
kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat dan kepercayaan ini tentu saja 
tidak boleh dikhianati dengan segala bentuk kecurangan. 

Beberapa waktu yang lalu kita diperlihatkan  beberapa kejadian skandal-skandal 
keuangan di dunia perbankan nasional , yang mana salah satunya justru itu 
terjadi di bank papan atas asing yang sudah terkenal akan keamanannya  dalam 
mengelola dana nasabah  dan setiap anggota masyarakat yang memiliki kartu 
kredit bank asing tsb memiliki rasa kebanggaan sendiri (prestise)

Namun apadaya malang tidak bisa ditolak, untung tidak bisa diraih, hanya karena 
perbuatan curang seorang oknum pegawai bank tsb  seolah-olah nama bank asing 
itu akan hancur seketika dan bank asing tsb mendapatkan hukuman dari bank 
sentral tanah air akibat kelalaian dalam pengawasan terhadap oknum pegawainya 
tsb.  Itulah contoh kejadian nyata yang mana hal tsb  bisa terjadi di bank 
manapun tidak mengenal apakah itu baik bank konvensional maupun bank syariah. 

Karena dalam dunia perbankan, walaupun mayoritas pekerjanya memiliki sifat 
jujur, hanya dibutuhkan beberapa apel yang busuk, beberapa nasabah atau pekerja 
yang tidak jujur untuk membuat bank-bank mengalami kesulitan-kesulitan serius. 
Satu penipuan besar saja dapat menyebabkan institusi-institusi keuangan 
mengalami kejatuhan.(1) 

Kalau satu bank mengalami kejatuhan dikhawatirkan akan berimbas ke bank lain, 
kegagalan bank berganda dikenal dengan istilah bank panic , dimana para deposan 
atau penabung dalam kondisi panik akan menarik depositonya karena kegagalan  
bank, coba kita lihat kembali peristiwa bank panic pada tahun 1997 s/d 1998 
yang melanda tanah air..(2)

Mudah-mudahan kita semua berharap istilah bank panic tidak terjadi di bank 
syariah tanah air tercinta ini karena bukan hanya system perbankan syariah akan 
hancur tapi juga akan menghantam secara keseluruhan system ekonomi Islam dengan 
hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap ajaran islam. Nau'zubillah. 

Oleh karena itulah  bila kita kaitkan dengan ayat dalam Al-Qur'an awal paragrah 
tulisan ini , masalah nilai – nilai kejujuran  ini  harus betul-betul 
dipafahami dan ditanamkan oleh setiap pekerja bank syariah yaitu harus menjadi 
teladan , contoh yang baik bagi masyarakat dalam mewujudkan nilai-nilai 
kejujuran dan mengetahui betul segala konsekuensi logisnya bila melanggar nilai 
kejujuran tsb.

Setiap pekerja bank syariah harus ingat bahwa bekerja di bank syariah merupakan 
amanah yang besar dari masyarakat yang tentu saja nanti akan dimintakan 
pertanggungjawaban di mahkamah Illahi  yang mana tidak ada seorangpun penolong 
kecuali amal dan perbuatan baiknya yang dipenuhi dengan nilai kejujuran. 

Kejujuran pekerja bank syariah bisa diwujudkan dengan menyeleksi orang-orang 
yang akan bekerja di bank syariah adalah orang-orang yang mempunyai komitmen 
kuat terhadap nilai-nilai ajaran Islam dan untuk para pekerja  harus ada 
refresh aktualisasi nilai – nilai ajaran Islam  melalui pengajian-pengajian 
rutin di setiap kantor bank syariah.  Selain itu juga tentu saja harus ada 
perhatian kesejahteraan dari pihak manajemen kepada para pekerja bank syariah 
sesuai dengan kontirbusi pekerja tsb kepada bank syariah. 

Dan terakhir harus ada pengawasan dan punishment  bagi  para pekerja bank 
syariah yang mencoba – coba melakukan perbuatan kecurangan baik pengawasan dari 
manajemen bank syariah itu sendiri maupun dari bank sentral atau otoritas 
keuangan lainnya di tanah air.

Sebagai penutup catatan kecil ini berikut adalah pertemuan penulis dengan salah 
seorang nasabah yang sangat senang dengan kejujuran pekerja bank syariah, agar 
setiap pekerja bank syariah mempunyai motivasi kuat untu menegakkan nilai-nilai 
kejujuran dalam menjalankan bisnis perbankan sehingga kejujuran itu menjadi 
kekuatan terbesar bank syariah dalam memenangkan persaingan di dunia perbankan 
nasional.   

"Saya bertemu dengan seorang  pengusaha sektor UKM di Jakarta pada bulan 
Januari 2011, namanya Pak IR. Ia  mengeluhkan kepada saya, kenapa perusahaannya 
sulit sekali mendapatkan kredit modal kerja dari bank swasta asing terbesar di 
tanah air,  padahal usahanya  sudah feasible dan bankable , mutasi rekening 
usahanya sejak berdiri 3 tahun yg lalu selalu menggunakan bank swasta asing 
terbesar tsb dan sangat bagus, usahanya menguntungkan, dan juga memiliki 
collateral. 
Setiap ia mengajukan kredit modal kerja malah ditawarkan kredit kepemilikan 
rumah (KPR), lalu ia berfikir  apa karena ia dari sektor ukm bukan dari 
corporate, yang kreditnya relatif tidak terlalu besar  , sehingga sulit 
mendapatkan kredit modal kerja?

Saya tidak terlalu memikirkan cerita Pak IR tsb,  saya hanya berkata kepada 
dia,  bapak sekarang cobalah untuk mengumpulkan semua data dan persyaratan 
pengajuan pembiayaan modal kerja ke bank syariah, saya akan coba membantu 
perusahaan bapak prosesnya semaksimal mungkin, apapun keputusannya tergantung 
dari komite pembiayaan bank syariah tempat saya.

Alhamdulillah dalam tempo kira – kirat 3 minggu  perusahaan Pak IR sudah bisa 
mendapatkan pembiayaan modal kerja dari bank syariah tempat saya dengan akad  
al-musyarakah (bagi hasil) dan saat ini sudah bisa berkembang jauh lebih baik 
dibandingkan dengan sebelum mendapatkan bantuan pembiayaan modal kerja dari 
bank syariah.

Waktu terus berjalan, Setelah pembiayaan pertama lunas, ia mengajukan kembali 
pembiayaan modal yang kedua.  Pada saat akad pembiayaan modal kerja yang kedua 
ke notaris , ia berbicara dengan bahasa daerah dg notaris (kebetulan ia berasal 
dari satu daerah dg notaris) sambil tersenyum lebar keduanya melihat saya.

Setelah selesai akad, Lalu saya bertanya kepada staff notaris bank syariah tsb, 
apa maksud dari perkataan Pak IR dengan notaris tsb?
Staff notaris itu menjawab, " Pak Ali , Pak IR mengatakan alasan paling utama 
mengapa ia memilih menjadi nasabah deposan dan pembiayaan bank syariah bukan 
karena pelayanannya yang cepat akan tetapi KEJUJURAN para pegawai bank syariah 
yang sangat ia sukai.
Lalu saya terus merenung , apa yang dikatakan oleh Pak IR juga dikatakan oleh 
nasabah pembiayaan bank syariah lainnya, ternyata kekuatan terbesar bank 
syariah di tanah air tercinta ini adalah terletak pada KEJUJURAN para 
pegawainya dari level atas sampai dengan level bawah.

Mahas Suci  Engkau Tidak Ada Ilmu kecuali yang telah engkau ajarkan kpd hamba , 
sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Wallahua'lam

Al – Faqir


http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com

Sumber Bacaan :
1.      Al-Qur'an dan Himpunan Hadist Shahih Bukhari
2.      Islamic Finance , Ibrahim Warde
3.      The Economic  of Money, Banking and Financial Market, Prof .Dr. 
Frederic S.Mishkin
4.      Fiqih Riba, Dr.Abdul Azhim Jalal Abu Zaid
5.      Iqtishaduna, Muhamad Baqir Assdr
6.      Strategi Genius Marketing ala Rasulullah
7.      Membongkar Konspirasi Bunga Bank, Tareq Al-Diwany
8.      Surat Kabar  Peristiwa Bank Panic tahun 1997- 1998


Kirim email ke