Kuliah Sambil 
"Ngaji"<http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3413-kuliah-sambil-ngaji.html>


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita 
Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Kegiatan kuliah terasa amat menyibukkan. Sibuk dengan berbagai tugas, harus 
buat presentasi, menyusun laporan praktikum dan lebih sibuk lagi jika sudah 
menginjak semester-semester akhir. Apakah mungkin kesibukan ini bisa dibarengi 
dengan menuntut ilmu agama? Jawabannya, mungkin sekali. Segala kemudahan itu 
datang dari Allah. Maka bisa saja seorang engineer menjadi pakar fiqih. Bisa 
jadi pula seorang ekonom menjadi pakar hadits. Atau seorang ahli biologi 
menjadi hafizh Al Qur’an. Semua itu bisa terwujud karena anugerah dan kemudahan 
dari Allah.

Realitas, Lebih Banyak Menyia-nyiakan Waktu

Mahasiswa sebenarnya punya banyak waktu senggang. Cuma sebagian mahasiswa saja 
yang benar-benar menyia-nyiakan waktunya. Tidak setiap saat ia mesti 
mendapatkan tugas. Tidak setiap hari mesti kerjakan laporan praktikum. 
Mahasiswa yang tidak pintar membagi waktu saja yang selalu “sok sibuk”.

Sebagian mahasiswa masih bisa menyisihkan waktu untuk renang dengan shohib 
dekatnya. Ia masih sempat juga untuk fitness meskipun di kala laporan praktikum 
menumpuk. Ia juga masih sempat berpetualang menjelajah berbagai gunung meskipun 
minggu depan ada ujian mid. Ia masih bisa begadang semalam suntuk untuk menanti 
pertandingan Liga Champions meskipun katanya ada banyak tugas yang mesti 
diselesaikan. Sebagiannya pula bisa menyisihkan waktu untuk update status 
setiap jam di FB (Facebook), twitter dan semacamnya. Mau tidur, mau makan, mau 
renang, bahkan mau ke WC sekali pun bisa ada statusnya di jejaring sosial tadi. 
Namun soal ngaji (istilah untuk mendalami ilmu agama) bisa menjadi nomor sekian 
baginya. Padahal aneh kan, hal-hal tadi bisa ia lakukan. Sedangkan berkaitan 
dengan urusan akhiratnya di mana ia wajib mempelajari Islam karena 
ibadah-ibadah tertentu akan ia lewati setiap harinya. Setiap muslim tentu mesti 
mengetahui bagaimanakah ia harus berwudhu yang benar sehingga shalatnya pun 
bisa sah. Ia pun harus tahu apa saja yang termasuk pembatal-pembatal shalat, 
sehingga shalatnya tidak jadi sia-sia. Ia pun harus tahu bagaimana mandi wajib.

Lihatlah mereka bisa menyisihkan waktu untuk hal-hal dunia yang kadang sia-sia. 
Namun untuk hal yang menyangkut akhirat mereka, di mana tentu ini lebih urgent, 
mereka tidak bisa membagi waktu dengan baik. Benarlah firman Allah Ta’ala,

íóÚúáóãõæäó ÙóÇåöÑðÇ ãöäó ÇáúÍóíóÇÉö ÇáÏøõäúíóÇ æóåõãú Úóäö ÇáúÂóÎöÑóÉö åõãú 
ÛóÇÝöáõæäó

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka 
tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Ruum: 7).

Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi hafizhohullah menjelaskan, “Mereka mengetahui 
kehidupan dunia secara lahiriah saja seperti mengetahui bagaimana cara mengais 
rizki dari pertanian, perindustrian dan perdagangan. Di saat itu, mereka 
benar-benar lalai dari akhirat. Mereka sungguh lalai terhadap hal yang wajib 
mereka tunaikan dan harus mereka hindari, di mana penunaian ini akan 
mengantarkan mereka selamat dari siksa neraka dan akan menetapi surga Ar 
Rahman.” (Aysarut Tafasir, 4/124-125)

Beberapa Sampel

Beberapa orang bisa membuktikan bahwa mereka di samping kuliah di pagi hari, 
sore harinya masih bisa “ngaji” (menuntut ilmu agama). Bahkan ada di antara 
mahasiswa yang bisa menjadi hafizh Al Quran dengan sempurna di masa kuliahnya. 
Ada pula yang bisa menguasai ilmu aqidah dengan baik padahal ia seorang dokter. 
Setelah kuliah pun ia bisa menyusun beberapa buku berkaitan dengan masalah 
aqidah dari hasil ia belajar di saat-saat kuliah dulu (paginya kuliah, sorenya 
ia duduk di majelis ilmu). Ada pula yang amat pakar dalam bahasa Arab dan 
menjadi seorang ustadz yang mumpuni dalam hal aqidah serta ilmu lainnya, 
padahal ia adalah sarjana biologi. Yang lainnya lagi adalah seorang dosen 
(lulus S3), namun tidak diragukan ia sangat mumpuni dalam ilmu hadits hasil 
dari belajar dulu bersama beberapa ustadz di saat-saat ia kuliah. Bahkan di 
Arab Saudi sendiri ada seorang ulama yang dulunya adalah seorang yang belajar 
ilmu Teknik Kimia. Dan saat ini, beliau menjadi imam dan ulama yang jadi 
rujukan. Ia pun memiliki situs yang berisi berbagai fatwa yang sering 
dikunjungi dari berbagai negara. Ada lagi ulama yang dahulunya belajar ilmu 
teknik mesin. Saat lulus ia mendalami ilmu hadits dan menjadi hafizh al quran. 
Karya-karya beliau dalam tulisan pun amat banyak. Dua ulama yang kami sebutkan 
di sini adalah Syaikh Sholeh Al Munajjid dan Syaikh Musthofa Al Adawi 
hafizhohumallah.

Itu sekedar beberapa contoh riil yang kami ketahui. Kami yakin masih banyak 
contoh-contoh lainnya yang mungkin para pembaca sendiri mengetahuinya. Ini 
pertanda bahwa orang yang belajar ilmu umum (ilmu teknik, ekonomi, IT, dll) 
sebenarnya tidak terhalang untuk belajar agama bahkan bisa menjadi ulama atau 
pun ustadz karena kerajinannya di luar jam kuliah untuk mengkaji Islam. Itulah 
karunia Allah untuk mereka-mereka tadi.

Mulai Belajar Islam

Kalau sudah tahu demikian, Anda selaku mahasiswa seharusnya tidak usah ragu 
lagi untuk menaruh perhatian pada ilmu diin (ilmu agama). Cobalah mulai dengan 
mempelajari Islam mulai dari dasar. Terutama pelajarilah hal-hal yang wajib 
yang jika Anda tidak mengetahuinya maka bisa terjerumus dalam dosa atau bisa 
meninggalkan kewajiban. Inilah ilmu yang wajib dipelajari.

Selaku mahasiswa wajib punya ilmu aqidah dan tauhid yang benar sesuai dengan 
pemahaman generasi terbaik Islam (salafush sholeh). Cobalah mempelajari 
beberapa tulisan karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab seperti Qowa’idul Arba’ 
(empat kaedah memahami syirik), Tsalatsatul Ushul (tiga landasan dalam mengenal 
Allah, Islam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan Kitab Tauhid 
(pelajaran tauhid dan syirik secara lebih detail). Kitab-kitab aqidah pun ada 
yang mudah dipelajari seperti Al ‘Aqidah Al Wasithiyah karya Ibnu Taimiyah dan 
Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah karya Abu Ja’far Ath Thohawiy.

Anda pun wajib mempelajari fiqih secara bertahap terutama pelajaran bagaimana 
cara wudhu yang benar, bagaimana cara mandi wajib, dan bagaimana shalat yang 
benar serta berbagai hal yang berkaitan dengan hal-hal tadi. Amat mudah jika 
Anda menguasai dari fiqh madzhab sebagaimana anjuran para ulama. Karena di 
negeri ini menganut madzhab Syafi’i, Anda bisa belajar dari berbagai kitab fiqh 
Syafi’iyah. Pelajari dari matan-matan yang ringkas seperti kitab Al Ghoyah wat 
Taqrib karya Abu Syuja’ dan Minhajuth Tholibin karya Imam An Nawawi. Inilah 
kitab dasar yang bisa Anda kuasai. Setelah itu bisa melanjutkan dengan kitab 
fiqih yang lebih advance dengan mendalami dalil-dalil lebih jauh. Baru setelah 
itu bisa menelaah berbagai pendapat ulama dan perselisihan mereka dalam hal 
fiqih sehingga akhirnya kita tidak fanatik pada satu madzhab atau satu imam. 
Anda pun bisa menguasai fiqih melalui berbagai buku hadits seperti dari kitab 
‘Umdatul Ahkam karya ‘Abdul Ghoni Al Maqdisi dan kitab Bulughul Marom karya 
Ibnu Hajar Al Asqolani. Untuk memahami kitab-kitab fiqih ini, Anda bisa 
memiliki berbagai kitab syarh (penjelasan) dari masing-masing kitab.

Buku-buku yang kami sebutkan di atas sudah cukup mudah ditemukan saat ini di 
berbagai toko buku Islam bahkan sudah banyak yang diterjemahkan. Sehingga tidak 
ada alasan bagi yang belum menguasai bahasa Arab untuk terus belajar. Namun 
jika Anda sambil menguasai bahasa Arab terutama menguasai grammar-nya dalam 
ilmu Nahwu dan Sharaf itu lebih baik. Karena menguasai bahasa tersebut bisa 
membuat Anda meneliti lebih jauh kitab-kitab ulama secara lebih mandiri.

Selain mempelajari hal-hal di atas, tambahkan pula dengan mempelajari berbagai 
kitab akhlaq dan tazkiyatun nufus (manajemen hati). Juga janganlah sampai 
tinggalkan hafalan Al Qur’an. Karena orang yang menghafal Al Qur’an sungguh 
memiliki banyak keutamaan dan faedah di tengah-tengah umat. Lebih-lebih di 
akhirat hafalan Al Qur’an ini membuat dia lebih ditinggikan derajat di surga. 
Lalu para ulama pun menganjurkan untuk menghafal berbagai matan atau berbagai 
kitab ringkas seperti menghafalkan kitab kecil yang berisi 42 hadits yaitu Al 
Arba’in An Nawawiyah. Menghafal seperti ini memudahkan kita menguasai ilmu 
Islam dengan lebih mudah.

Sabar dalam Belajar

Kalau dilihat, terasa begitu banyak yang harus dipelajari. Sebenarnya tidak 
juga karena mempelajari berbagai buku di atas itu bertingkat-tingkat. Ada yang 
lebih dasar, baru setelah itu beranjak pada yang lebih lanjut. Jadi belajar 
yang baik adalah secara bertahap. Sehingga di sini butuh kesabaran dalam 
belajar dan belajar butuh waktu yang lama. Yang terbaik pula adalah belajar di 
majelis ilmu lewat guru. Lihatlah sya’ir Imam Asy Syafi’i,

ÃóÎöí áóäú ÊóäóÇáó ÇáúÚöáúãó ÅáøóÇ ÈöÓöÊøóÉò ÓóÃõäúÈöíßó Úóäú ÊóÝúÕöíáöåóÇ 
ÈöÈóíóÇäö

ÐóßóÇÁñ æóÍöÑúÕñ æóÇÌúÊöåóÇÏñ æóÈõáúÛóÉñ æóÕõÍúÈóÉõ ÃõÓúÊóÇÐò æóØõæáõ ÒóãóÇäò

Saudaraku … ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan 
saya beritahukan perinciannya : (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) 
sungguh-sungguh, (4) berkecukupan, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) 
membutuhkan waktu yang lama.

Pintar Bagi Waktu

Modal yang penting “nyambi” belajar Islam adalah pintar membagi waktu. Cobalah 
membagi waktu mulai dari Shubuh hari sudah bisa menghafal Al Qur’an. Butuh satu 
jam untuk menyisihkan waktu kala itu. Setelah itu sediakan waktu untuk 
persiapan kuliah di pagi hari. Pukul 7 atau 8 sudah bisa berangkat ke kampus. 
Di waktu-waktu shalat atau waktu senggang saat di kampus bisa digunakan untuk 
muroja’ah Al Qur’an atau mengerjakan tugas-tugas kampus sehingga tidak menumpuk 
keesokan harinya. Pulang kampus di siang atau sore hari bisa istirahat sejenak 
untuk menghilangkan rasa capek. Di sore hari sehabis ‘Ashar bisa digunakan 
untuk mengikuti berbagai majelis ilmu sampai dengan waktu ‘Isya. Di waktu malam 
bisa digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Sebelum tidur bisa digunakan 
menghafal berbagai matan, mengulang hafalan Al Qur’an atau mengulang pelajaran 
yang ikuti di kajian.

Jadi cuma kepintaran saja membagi waktu, niscaya kita bisa kuliah sambil 
“ngaji”. Dan jangan lupakan minta pertolongan Allah agar dimudahkan mempelajari 
agama di samping kuliah. Doa ini amat menolong. Jika kita memohon kemudahan 
pada Allah, pasti segala urusan tadi akan begitu mudah. Berbeda halnya jika 
kita bergantung pada diri sendiri yang begitu lemah.

Semoga Allah mudahkan kita selaku mahasiswa untuk dapat meraih keduanya, bahkan 
bisa menjadi pakar pula dalam ilmu agama dan bisa turut membantu dakwah agar 
tersebar seantero negeri kita ini.

Wallahu waliyyut taufiq.

Panggang-Gunung Kidul, 24 Jumadal Ula 1432 H (27/04/2011)

www.rumaysho.com<http://www.rumaysho.com/>

***** This message may contain confidential and/or privileged information. If 
you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you 
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any 
information herein. If you have received this communication in error, please 
notify us immediately by responding to this email and then delete it from your 
system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete 
transmission of the information contained in this communication nor for any 
delay in its receipt. *****


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
 Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar 
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke